Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, baik yang disadari maupun tidak. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang menyikapinya dengan kembali kepada Allah melalui taubat.
Sholat taubat menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan sebagai bentuk penyesalan dan permohonan ampun atas dosa yang telah dilakukan.
Dengan memahami tata cara sholat taubat lengkap beserta bacaan dan doanya, kamu tidak hanya menjalankan ibadah secara formal, tetapi juga menanamkan kesadaran untuk memperbaiki diri.
Karena itu, penting bagi kamu mengetahui urutan pelaksanaannya secara benar agar sholat taubat yang dilakukan lebih khusyuk, bermakna, dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Table of Contents
Waktu Terbaik untuk Melaksanakan Sholat Taubat
Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat taubat berkaitan erat dengan kesegeraan kamu dalam menyesali dosa dan kembali kepada Allah. Para ulama menegaskan bahwa taubat tidak boleh ditunda.
Syaikh al-Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatus Zain menjelaskan bahwa setiap dosa, baik besar maupun kecil, wajib disertai taubat segera setelah dilakukan. Menunda taubat justru dapat menambah dosa baru, yaitu dosa karena menunda kembali kepada Allah.
Secara hukum, sholat taubat dapat kamu lakukan kapan saja, baik siang maupun malam. Tapi, ada waktu-waktu tertentu yang diharamkan untuk sholat, yaitu saat terbit fajar hingga matahari terbit sempurna, ketika matahari tepat di tengah langit, dan menjelang terbenamnya matahari.
Di luar waktu-waktu tersebut, kamu bebas melaksanakannya sebagai salah satu cara sholat taubat yang dianjurkan.
Meski demikian, para ulama memberi penekanan khusus pada waktu malam hari. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin menyebutkan bahwa sepertiga malam terakhir merupakan waktu paling utama untuk beribadah. Pada waktu ini, kondisi batin manusia cenderung lebih tenang, fokus, dan mudah khusyuk.
Karena itu, melaksanakan cara sholat taubat di waktu ini dinilai memiliki peluang lebih besar untuk diterima, seiring turunnya rahmat Allah.
Pendapat ini juga diperkuat oleh kajian modern yang menyebutkan bahwa bangun malam untuk sholat dan doa memberikan dampak positif bagi ketenangan jiwa dan kestabilan emosi.
Secara biologis, tubuh dan pikiran berada pada fase paling optimal untuk refleksi diri dan perenungan spiritual.
Baca juga: Memahami Surah Al Baqarah, dari Ayat Kursi hingga Pedoman Hidup Umat Islam
Tata Cara Sholat Taubat
Untuk memulai ibadah sholat taubat, niat menjadi fondasi utama yang tidak boleh kamu lewatkan.
Niat berfungsi menegaskan tujuan ibadah, bahwa sholat yang kamu kerjakan benar-benar diniatkan sebagai bentuk penyesalan dan permohonan ampun kepada Allah.
Bacaan niat sholat taubat yang umum digunakan adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat taubati rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa
Artinya: “Aku niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”
Setelah niat, kamu dapat melanjutkan sholat sebagaimana sholat sunnah dua rakaat pada umumnya. Berikut penjelasan cara sholat taubat secara runtut, disertai bacaan di setiap langkah agar mudah dipahami dan diamalkan:
- Melafalkan niat sholat taubat
- Niat dibaca dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
- Takbiratul ihram
- Mengangkat kedua tangan sambil membaca “Allahu Akbar“.
- Membaca surah Al-Fatihah
- Dilanjutkan dengan membaca salah satu surah dari Al-Qur’an, misalnya Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau surah lain yang kamu hafal.
- Rukuk dengan tuma’ninah
- Membaca, “Subhaana rabbiyal ‘azhiimi wa bihamdih” (3 kali).
- I’tidal
- Membaca, “Sami‘allaahu liman hamidah, rabbanaa lakal hamd“.
- Sujud pertama
- Membaca, “Subhaana rabbiyal a‘laa wa bihamdih (3 kali).
- Duduk di antara dua sujud
- Membaca, “Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa‘nii warzuqnii wahdinii wa‘aafinii wa‘fu ‘annii“.
- Sujud kedua
- Bacaan sama seperti sujud pertama.
- Bangkit ke rakaat kedua
- Ulangi rangkaian bacaan Al-Fatihah, surah, rukuk, i’tidal, dan dua sujud seperti pada rakaat pertama.
- Tahiyat akhir
- Membaca tahiyat akhir hingga shalawat Nabi.
- At-tahiyyaatu lillaahi wash-shalawaatu wath-thayyibaatu. As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah.
- Salam
- Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah (ke kanan dan kiri)
Inilah rangkaian inti cara sholat taubat yang perlu kamu pahami. Setelah salam, sholat taubat dianjurkan dilanjutkan dengan memperbanyak istighfar, seperti:
Astaghfirullaahal ‘azhiim (minimal 3 atau 100 kali)
Kemudian, bacalah doa taubat dengan penuh kerendahan hati, mengakui kesalahan, menyesali dosa, dan bertekad tidak mengulanginya.
Pada tahap ini, esensi cara sholat taubat bukan hanya pada gerakan dan bacaan, tetapi pada kejujuran hati kamu dalam memohon ampunan Allah.
Baca juga: Surat Al Maun: Teguran Keras bagi Iman yang Hanya Berhenti di Lisan
Doa Sholat Taubat Nasuha
Doa sholat taubat merupakan bagian penting yang melengkapi rangkaian ibadah setelah kamu menunaikan sholat sunnah taubat dua rakaat.
Pada tahap ini, kamu tidak lagi berada dalam gerakan sholat, tetapi memasuki fase munajat dan pengakuan dosa secara langsung kepada Allah.
Dalam cara sholat taubat, doa setelah sholat memiliki peran besar karena menjadi wujud kesungguhan hati dalam memohon ampunan.
Setelah salam, kamu dianjurkan terlebih dahulu memperbanyak istighfar. Salah satu bacaan istighfar yang utama:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullaahal ‘azhiima alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih.
Artinya:
“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
Bacaan ini mengandung pengakuan bahwa hanya Allah yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri yang mampu mengampuni dosa.
Setelah istighfar, kamu dapat melanjutkan dengan membaca doa sholat taubat nasuha. Doa ini dikenal sebagai doa pengakuan hamba kepada Tuhannya, karena di dalamnya terdapat unsur penghambaan, pengakuan nikmat, sekaligus pengakuan dosa.
اللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ
بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘uudzu bika min syarri maa shana‘tu, abuu’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abuu’u bidzanbii, faghfir lii, fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Ketika kamu memahami niat, tata cara, serta doa yang dibaca setelah sholat taubat, ibadah ini tidak lagi sekadar rutinitas, melainkan ruang refleksi untuk memperbaiki diri dan menata langkah ke depan.
Prinsip yang sama juga berlaku dalam penyajian konten digital: tulisan yang baik lahir dari pemahaman, bukan sekadar susunan kata.
Jika kamu ingin website atau bisnis online lebih mudah ditemukan di mesin pencari melalui strategi yang terukur dan berkelanjutan, Optimaise sebagai digital marketing agency Malang menyediakan jasa SEO yang berfokus pada optimasi performa, struktur, dan relevansi website.
Sebagai penyeimbang, luangkan waktu membaca artikel dongeng sebelum tidur, bacaan ringan yang membantu menenangkan pikiran dan menghadirkan refleksi sederhana sebelum hari berakhir.
