Ada begitu banyak ayat Al-Quran yang berbicara mengenai hari kebangkitan, termasuk Surat An Naba. Sebuah surat yang berisi pesan mengenai kepastian hari kebangkitan yang selama ini sering dipertanyakan banyak orang. Mendalaminya tentu akan memperkuat iman kita sebagai seorang muslim.
Surat ini tidak hanya berbicara tentang masa depan akhirat, tetapi juga mengajak manusia membaca tanda-tanda kebesaran Allah di dunia. Berikut ini penjelasan lengkapnya dari kami.
Table of Contents
Sekilas Tentang Surat An Naba

Surat An-Naba adalah surat ke-78 dalam Al-Qur’an dan termasuk golongan surat Makkiyah. Surat ini terdiri dari 40 ayat dan dikenal juga dengan nama ‘Amma Yatasa’alun, diambil dari kata pembuka suratnya.
Tema utama surat An-Naba adalah tentang hari kebangkitan (yaumul ba’ats), hari pembalasan, serta kepastian adanya surga dan neraka. Surat ini diturunkan pada fase dakwah awal di Makkah.
Keutamaan Surat An Naba

Meskipun tidak ada hadis sahih yang secara khusus menyebut keutamaan membaca surat An Naba dengan angka tertentu, para ulama sepakat bahwa kandungan surat ini memiliki nilai keutamaan yang besar, terutama dalam penguatan iman terhadap akhirat.
Beberapa keutamaan surat An Naba antara lain:
- Meneguhkan keyakinan tentang hari kebangkitan
- Menghidupkan kesadaran akan tanggung jawab amal
- Menguatkan iman terhadap surga dan neraka
- Melatih kepekaan hati terhadap tanda-tanda kebesaran Allah
- Membantu meluruskan cara pandang hidup, bahwa dunia bukan tujuan akhir
Surat ini sangat cocok dibaca dan direnungkan ketika iman terasa melemah atau saat seseorang mulai terlalu larut dalam urusan dunia.
Baca Juga: Surat Al Maun: Teguran Keras bagi Iman yang Hanya Berhenti di Lisan
Bacaan Surat An Naba
Berikut bacaan surat An Naba secara ringkas (ayat awal sebagai gambaran isi):
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Ayat 1
عَمَّ يَتَسَآءَلُوْنَ
Artinya: Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?
Ayat 2
عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيْمِ
Artinya: Tentang kabar yang besar,
Ayat 3
الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَ
Artinya: yang mereka perselisihkan tentangnya.
Ayat 4
كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ
Artinya: Sekali-kali tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
Ayat 5
ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ
Artinya: Kemudian sekali-kali tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
Ayat 6
اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًا
Artinya: Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,
Ayat 7
وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًا
Artinya: dan gunung-gunung sebagai pasak?
Ayat 8
وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًا
Artinya: Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan,
Ayat 9
وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
Artinya: dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,
Ayat 10
وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًا
Artinya: dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian,
Ayat 11
وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا
Artinya: dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,
Ayat 12
وَّبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا
Artinya: dan Kami membangun di atas kamu tujuh langit yang kokoh,
Ayat 13
وَّجَعَلْنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًا
Artinya: dan Kami menjadikan pelita yang amat terang (matahari),
Ayat 14
وَّاَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا
Artinya: dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,
Ayat 15
لِّنُخْرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًا
Artinya: untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,
Ayat 16
وَّجَنّٰتٍ اَلْفَافًا
Artinya: dan kebun-kebun yang rimbun.
Ayat 17
اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيْقَاتًا
Artinya: Sesungguhnya hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,
Ayat 18
يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ اَفْوَاجًا
Artinya: yaitu pada hari ketika sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong,
Ayat 19
وَّفُتِحَتِ السَّمَآءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًا
Artinya: dan langit pun dibukakan, maka terdapatlah beberapa pintu,
Ayat 20
وَّسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا
Artinya: dan gunung-gunung dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.
Ayat 21
اِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا
Artinya: Sesungguhnya neraka Jahanam itu (merupakan) tempat mengintai,
Ayat 22
لِّلطَّاغِيْنَ مَاٰبًا
Artinya: menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,
Ayat 23
لّٰبِثِيْنَ فِيْهَآ اَحْقَابًا
Artinya: mereka tinggal di sana berabad-abad lamanya,
Ayat 24
لَّا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا بَرْدًا وَّلَا شَرَابًا
Artinya: mereka tidak merasakan kesejukan dan tidak pula minuman,
Ayat 25
اِلَّا حَمِيْمًا وَّغَسَّاقًا
Artinya: selain air yang mendidih dan nanah,
Ayat 26
جَزَآءً وِّفَاقًا
Artinya: sebagai balasan yang setimpal.
Ayat 27
اِنَّهُمْ كَانُوْا لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًا
Artinya: Sesungguhnya mereka tidak mengharapkan perhitungan,
Ayat 28
وَّكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًا
Artinya: dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami,
Ayat 29
وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ كِتٰبًا
Artinya: dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab,
Ayat 30
فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَابًا
Artinya: maka rasakanlah! Kami tidak akan menambah kepada kamu selain azab.
Ayat 31
اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًا
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,
Ayat 32
حَدَآئِقَ وَاَعْنَابًا
Artinya: yaitu kebun-kebun dan buah anggur,
Ayat 33
وَّكَوَاعِبَ اَتْرَابًا
Artinya: dan gadis-gadis remaja yang sebaya,
Ayat 34
وَّكَأْسًا دِهَاقًا
Artinya: dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman),
Ayat 35
لَّا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا كِذّٰبًا
Artinya: di sana mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan dusta,
Ayat 36
جَزَآءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابًا
Artinya: sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,
Ayat 37
رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ خِطَابًا
Artinya: Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak dapat berbicara dengan-Nya.
Ayat 38
يَّوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ صَفًّا لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا
Artinya: Pada hari ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berbicara kecuali orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan ia mengucapkan perkataan yang benar.
Ayat 39
ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ ۖ فَمَنْ شَآءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰبًا
Artinya: Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa menghendaki, hendaklah ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.
Ayat 40
اِنَّآ اَنْذَرْنٰكُمْ عَذَابًا قَرِيْبًا ۖ يَّوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدٰهُ وَيَقُوْلُ الْكٰفِرُ يٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرٰبًا
Artinya: Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kamu akan azab yang dekat, pada hari ketika manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.”
Surat An Naba memiliki alur yang kuat: dimulai dengan pertanyaan, diikuti argumentasi logis, lalu ditutup dengan peringatan yang sangat menyentuh.
Baca Juga: Memahami Surah Al Baqarah, dari Ayat Kursi hingga Pedoman Hidup Umat Islam
Tafsir Surat An Naba
Surat An Naba membuka dialog dengan manusia melalui pertanyaan retoris. “Kabar besar” yang dimaksud adalah hari kebangkitan dan pembalasan, sesuatu yang diperdebatkan dan diragukan oleh kaum musyrikin Makkah.
Allah kemudian mengajak manusia melihat bumi yang terhampar, gunung sebagai pasak, manusia yang diciptakan berpasang-pasangan, tidur sebagai sarana istirahat, dan malam sebagai penutup. Semua itu bukan kebetulan, melainkan tanda keteraturan ciptaan Allah.
Setelah itu, surat ini beralih pada gambaran hari kiamat: sangkakala ditiup, gunung dihancurkan, langit dibuka, dan manusia dikumpulkan. Orang-orang yang durhaka digambarkan mendapatkan azab yang sangat pedih, sementara orang bertakwa mendapatkan kemenangan besar.
Yang menarik, surat An Naba tidak hanya menakut-nakuti. Ia juga memberi harapan. Surga digambarkan sebagai tempat penuh kenikmatan, kedamaian, dan balasan yang adil atas kesabaran dan ketaatan.
Penutup surat ini sangat kuat: manusia berharap bisa kembali menjadi tanah. Sebuah gambaran penyesalan yang dalam bagi mereka yang mengabaikan peringatan Allah.
Kisah Turunnya Surat An Naba (Asbabun Nuzul)
Surat An Naba turun di Makkah ketika kaum Quraisy sering memperdebatkan ajaran Nabi Muhammad ﷺ tentang kebangkitan setelah mati. Mereka menganggap hal tersebut mustahil dan tidak masuk akal.
Dalam berbagai riwayat tafsir, disebutkan bahwa orang-orang Quraisy saling bertanya dan mengejek tentang kabar hari kebangkitan. Allah kemudian menurunkan surat ini sebagai jawaban tegas, namun disampaikan dengan argumentasi yang rasional dan menyentuh akal sehat.
Asbabun nuzul ini menunjukkan bahwa Islam tidak membatasi manusia berpikir. Justru, Al-Qur’an mengajak manusia menggunakan akalnya untuk sampai pada keimanan yang sadar, bukan ikut-ikutan.
Video Bacaan Surah An Naba’ oleh Muzammil Hasballah
Cara Mengamalkan Nilai Surat An Naba dalam Kehidupan Sehari-Hari
Nilai-nilai surat An Naba sangat relevan untuk kehidupan modern. Beberapa cara mengamalkannya antara lain:
- Menyadari bahwa hidup memiliki tujuan akhir, bukan sekadar mengejar materi.
- Membangun kesadaran akhirat, sehingga setiap keputusan hidup lebih berhati-hati.
- Mensyukuri nikmat alam, karena semuanya adalah tanda kekuasaan Allah.
- Menjaga amal perbuatan, baik yang tampak maupun tersembunyi.
- Membiasakan muhasabah, merenungkan akibat dari setiap tindakan.
Surat An Naba mengajarkan bahwa hidup yang baik bukan hidup tanpa kesalahan, tetapi hidup yang sadar akan pertanggungjawaban.
Tanya Jawab Seputar Surat An-Naba
Apa yang dimaksud “kabar besar” dalam surat An-Naba?
Kabar besar tersebut adalah hari kebangkitan dan hari pembalasan.
Mengapa surat An Naba banyak membahas alam?
Karena alam adalah bukti nyata kekuasaan Allah yang mudah dipahami manusia.
Apakah surat An Naba cocok dibaca untuk anak-anak?
Ya, dengan penjelasan yang sesuai usia, surat ini dapat menanamkan kesadaran tentang akhirat sejak dini.
Apa pesan utama surat An Naba?
Bahwa kehidupan setelah mati itu pasti, dan manusia harus mempersiapkan diri sejak sekarang.
Merenungi surat An Naba bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membangunkan kesadaran agar hidup lebih bermakna, lebih terarah, dan lebih bertanggung jawab. Selain Surah An Naba’ kami juga memiliki pembahasan terkait surat yasin lengkap 83 ayat, yang juga dibahas dengan jelas dengan bahasa yang mudah dipahami.
Untuk Anda yang sedang mencari Jasa SEO Bali terpercaya dalam meningkatkan trafik website, maka Optimaise, adalah pilihan yang tepat. Dengan digital agency terpercaya seperti Optimaise, informasi kebaikan seperti ini akan lebih mudah dibaca oleh banyak orang, dan tentu saja website masuk peringkat satu mesin pencari!
