Islam

Cara Sholat Tahajud dari Bangun Tidur sampai Salam

Tiara Motik

Cara Sholat Tahajud dari Bangun Tidur sampai Salam

Bangun di tengah malam memang nggak selalu mudah, tapi justru di situlah letak keistimewaan sholat Tahajud. Saat suasana sunyi dan tubuh baru terjaga, kamu punya momen yang lebih tenang untuk mendekat kepada Allah.

Banyak orang ragu memulainya karena mengira cara sholat tahajud itu rumit, padahal urutannya sederhana dan hampir sama dengan sholat pada umumnya.

Dari bangun tidur, bersiap, lalu sholat hingga salam, semuanya bisa kamu lakukan dengan perlahan tanpa terburu-buru.

Dengan memahami cara sholat tahajud dari awal sampai akhir, kamu tidak hanya menjalankan ibadah, tapi juga belajar menikmati malam sebagai waktu terbaik untuk bermunajat.

Hukum Sholat Tahajud

Hukum Sholat Tahajud
Hukum Sholat Tahajud

Sholat Tahajud adalah salah satu sholat sunah malam yang dikerjakan setelah kamu bangun dari tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar.

Inilah yang membedakannya dari sholat sunah malam lain seperti Witir atau Tarawih yang bisa langsung dilakukan setelah Isya.

Karena itu, memahami hukumnya menjadi bagian penting dari cara sholat tahajud agar tidak keliru dalam pelaksanaannya.

Dalam Islam, hukum sholat Tahajud adalah sunah muakkadah, artinya sangat dianjurkan. Rasulullah SAW dikenal selalu menjaga sholat ini dan hampir tidak pernah meninggalkannya. Hal ini menunjukkan bahwa Tahajud memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.

Bahkan, dalam QS. Al-Isra ayat 79 dijelaskan bahwa Tahajud merupakan ibadah tambahan yang bisa mengangkat derajat seorang hamba ke tempat yang mulia.

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Latin:

Wa minal-laili fa taḥajjad bihī nāfilatal laka ‘asā ay yab’aṡaka rabbuka maqāmam maḥmụdā

Artinya:

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

Agar tidak salah paham, kamu perlu mengingat beberapa hal ini:

  • Tahajud bukan sholat wajib, tetapi sangat dianjurkan
  • Harus diawali dengan tidur terlebih dahulu
  • Bisa dikerjakan sesuai kemampuan dan kondisi kamu

Baca juga: Puasa Qadha Ramadhan: Tata Cara, Hukum, Niat, dan Keutamaannya

Waktu Pelaksanaan Sholat Tahajud yang Utama

Sholat Tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.

Pelaksanaannya dilakukan pada malam hari, setelah salat Isya dan setelah kamu tidur terlebih dahulu, meskipun hanya sebentar.

Inilah yang membedakan Tahajud dengan salat malam lainnya. Karena itu, memahami waktu pelaksanaannya menjadi bagian penting dari cara sholat tahajud yang benar.

Secara umum, waktu Tahajud terbagi menjadi tiga bagian utama dalam malam:

  • Sepertiga malam pertama, yaitu setelah salat Isya hingga sekitar pukul 22.00. Waktu ini cocok jika kamu sulit bangun terlalu malam, meski keutamaannya belum maksimal.
  • Sepertiga malam kedua, sekitar pukul 22.00 hingga 01.00 dini hari. Banyak orang memilih waktu ini karena lebih seimbang antara istirahat dan ibadah.
  • Sepertiga malam terakhir, yaitu mulai pukul 01.00 hingga menjelang Subuh. Inilah waktu paling utama (afdhal) untuk melaksanakan Tahajud.

Sepertiga malam terakhir sangat dianjurkan karena pada waktu inilah Allah SWT paling dekat dengan hamba-Nya dan membuka pintu doa selebar-lebarnya.

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa doa yang dipanjatkan pada waktu ini memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Maka, jika kamu ingin memaksimalkan manfaat spiritual dari cara sholat tahajud, bangun di waktu ini adalah pilihan terbaik.

Tapi, perlu diingat beberapa hal penting berikut:

  • Sholat Tahajud tidak sah jika dilakukan tanpa tidur terlebih dahulu.
  • Jumlah rakaatnya fleksibel, minimal dua rakaat dan bisa ditambah sesuai kemampuan kamu.
  • Lakukan dengan tenang, khusyuk, dan diakhiri dengan doa yang sungguh-sungguh.

Tata Cara Sholat Tahajud

Tata Cara Sholat Tahajud
Tata Cara Sholat Tahajud

Sholat tahajud adalah salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar. Berbeda dengan sholat sunnah lainnya, cara sholat tahajud dilakukan setelah kamu bangun dari tidur di malam hari, biasanya pada sepertiga malam terakhir.

Inilah waktu yang disebut sebagai saat paling mustajab untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bangun tidur dan bersuci

Langkah pertama dalam cara sholat tahajud adalah bangun tidur, lalu berwudhu untuk menghilangkan hadas. Pastikan tubuh, pakaian, dan tempat sholat suci dari najis.

Berdiri menghadap kiblat dan niat

Setelah siap, kamu berdiri menghadap kiblat dan membaca niat bersamaan dengan takbiratul ihram. Niat cukup di dalam hati.

Niat sholat tahajud:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya:

Aku berniat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Takbiratul ihram dan doa iftitah

Angkat kedua tangan lalu bertakbir. Setelah itu, kamu membaca doa iftitah. Bacaan iftitah dalam cara sholat tahajud sama seperti sholat sunnah lainnya dan tidak wajib, tetapi dianjurkan.

Membaca Al-Fatihah

Setelah doa iftitah, kamu membaca surat Al-Fatihah pada setiap rakaat. Ini adalah rukun sholat dan tidak boleh ditinggalkan.

Membaca surat Al-Qur’an

Setelah Al-Fatihah, lanjutkan dengan membaca surat atau ayat Al-Qur’an. Dalam cara sholat tahajud, kamu bebas memilih surat pendek atau panjang sesuai kemampuan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya bangun di waktu malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.”

(QS. Al-Muzzammil: 6)

Ruku

Setelah selesai membaca Al-Qur’an, kamu ruku dengan posisi punggung lurus dan membaca bacaan ruku:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

I’tidal

Bangkit dari ruku sambil membaca:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Lalu berdiri tegak dan membaca:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Sujud pertama

Turun untuk sujud dan membaca bacaan sujud. Dalam cara sholat tahajud, sujud adalah waktu terbaik untuk berdoa, tetapi tetap gunakan bacaan yang diajarkan.

Duduk di antara dua sujud

Duduk sejenak dan membaca doa memohon ampunan, rahmat, dan rezeki dari Allah SWT.

Sujud kedua

Lakukan sujud kedua dengan bacaan yang sama seperti sujud pertama.

Berdiri untuk rakaat kedua

Setelah sujud kedua, kamu berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua dengan urutan yang sama:

  • Al-Fatihah
  • Surat Al-Qur’an
  • Ruku
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk
  • Sujud

Ini adalah inti cara sholat tahajud dua rakaat.

Tasyahud akhir

Setelah sujud terakhir di rakaat kedua, kamu duduk membaca tasyahud akhir dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Salam

Akhiri sholat dengan salam ke kanan dan ke kiri. Dengan salam ini, satu rangkaian cara sholat tahajud selesai.

Doa dan Dzikir Sholat Tahajud

Setelah kamu selesai melaksanakan sholat tahajud dan menutupnya dengan salam, dianjurkan untuk melanjutkan dengan doa dan dzikir.

Dalam cara sholat tahajud, bagian ini sangat penting karena menjadi momen paling tenang untuk bermunajat dan menyampaikan harapan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW memiliki doa khusus yang beliau baca setelah sholat tahajud, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Doa ini berisi pujian kepada Allah, pengakuan iman, serta permohonan ampun secara menyeluruh.

Berikut doa Rasulullah SAW setelah sholat tahajud:

اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ.

 اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Latin:

Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus saawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fîihinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa‘dukal haqq. Wa liqa’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan naru haqq. Wan nabiyyuna haqq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haqq. Was sa‘atu haqq.

Allâhumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a‘lantu, wa ma anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billh.

Artinya:

Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad saw itu benar. Hari Kiamat itu benar.

Ayat ini menunjukkan bahwa doa setelah tahajud adalah bagian dari ibadah tambahan yang bernilai tinggi. Setelah membaca doa ini, kamu boleh melanjutkan dengan doa pribadi sesuai kebutuhan.

Baca juga: Surat An Naba Lengkap: Bacaan, Keutamaan, dan Tafsir

Apa Boleh Sholat Tahajud 2 Rakaat Tanpa Witir?

Banyak orang bertanya, apakah boleh sholat tahajud hanya dua rakaat tanpa ditutup witir. Jawabannya, boleh dan sah.

Sholat tahajud tetap bernilai ibadah dan berpahala meskipun kamu tidak mengerjakan witir setelahnya. Ini karena tahajud dan witir adalah dua ibadah sunnah yang berbeda, meski sering dikerjakan berurutan dalam cara sholat tahajud.

Tahajud sendiri merupakan sholat sunnah malam yang sangat dianjurkan dan dikerjakan setelah kamu bangun dari tidur. Sementara itu, witir berfungsi sebagai penutup sholat malam, bukan sebagai syarat sah tahajud.

Jadi, jika kamu hanya mampu mengerjakan dua rakaat tahajud karena waktu atau kondisi tertentu, ibadah tersebut tetap diterima.

Beberapa poin penting yang perlu kamu pahami:

  • Tahajud tanpa witir tetap sah dan berpahala, meskipun hanya 2 rakaat
  • Witir hukumnya sunnah muakkadah, sangat dianjurkan tetapi tidak wajib
  • Lebih utama jika ditutup witir, minimal 1 rakaat, sebagai penyempurna sholat malam
  • Tidak witir bukan dosa, apalagi jika kamu lupa atau tidak sempat
  • Witir 1 rakaat sudah cukup, jika ingin menutup sholat malam secara ringkas

Cara sholat tahajud sebenarnya tidak serumit yang sering dibayangkan. Kamu cukup bangun tidur, bersuci, lalu melaksanakannya dengan tenang sampai salam, fokus pada niat dan keikhlasan, bukan pada kesempurnaan gerakan semata.

Tahajud adalah waktu terbaik untuk berbicara dari hati ke hati dengan Allah tanpa gangguan.

Nah, kalau kamu juga ingin menyampaikan pesan penting ke publik dengan cara yang tepat dan berkelas, Optimaise, digital agency Malang, bisa membantu lewat jasa press release yang rapi dan terpercaya.

Setelah itu, biar pikiran makin rileks, sempatkan menyimak artikel dongeng sebelum tidur untuk menutup malam dengan suasana yang hangat dan menenangkan.

Baca Juga

Optimaise