Di antara ratusan ayat dalam Al-Qur’an, ada satu ayat yang begitu akrab di telinga umat Islam. Dibaca setelah salat, dihafalkan sejak kecil, bahkan sering dijadikan doa perlindungan dalam berbagai situasi. Ayat itu adalah Ayat Kursi. Banyak orang mengenalnya melalui ayat kursi latin dan arab, karena ayat ini sering dipelajari dalam dua versi agar mudah dibaca dan dipahami.
Ayat Kursi bukan hanya terkenal karena panjangnya atau keindahan bahasanya, tetapi karena kedudukannya yang sangat istimewa. Rasulullah SAW sendiri menyebut Ayat Kursi sebagai ayat paling agung dalam Al-Qur’an. Di dalam satu ayat ini, Allah memperkenalkan diri-Nya secara lengkap: tentang kekuasaan, ilmu, dan penjagaan-Nya terhadap seluruh alam semesta.
Table of Contents
Sekilas Tentang Ayat Kursi

Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surat Al-Baqarah. Meski hanya satu ayat, kandungannya sangat padat dan dalam. Ayat ini berbicara tentang tauhid, keesaan Allah, serta sifat-sifat-Nya yang sempurna.
Disebut Ayat Kursi karena di dalamnya terdapat kata “Kursiyyu”, yang sering dipahami sebagai simbol kekuasaan dan kebesaran Allah. Kursi bukanlah kursi sebagaimana yang dipahami manusia, melainkan gambaran tentang luasnya kekuasaan dan ilmu Allah yang meliputi langit dan bumi.
Dalam kehidupan sehari-hari, Ayat Kursi sering dibaca sebagai doa perlindungan, baik sebelum tidur, setelah salat, maupun ketika merasa cemas. Tak heran jika banyak orang mencari bacaan ayat kursi latin dan arab agar bisa mengamalkannya dengan lebih mudah dan konsisten.
Keutamaan Ayat Kursi

Keutamaan Ayat Kursi sangat banyak dan disebutkan secara jelas dalam hadis-hadis sahih. Salah satu hadis paling terkenal adalah ketika Rasulullah SAW bertanya kepada Ubay bin Ka‘ab tentang ayat paling agung dalam Al-Qur’an. Ubay menjawab Ayat Kursi, dan Rasulullah membenarkan jawabannya.
Salah satu keutamaan utama Ayat Kursi adalah perlindungan dari gangguan setan. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa saja yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur, maka Allah akan menjaganya sepanjang malam dan setan tidak akan mendekatinya hingga pagi.
Selain itu, membaca Ayat Kursi setelah salat fardu disebut-sebut sebagai amalan yang dapat mengantarkan seseorang ke surga, selama ia menjaga keimanannya. Ayat ini juga menjadi penguat tauhid, karena seluruh isinya menegaskan bahwa hanya Allah yang Maha Hidup dan Maha Mengurus segala sesuatu.
Keutamaan inilah yang membuat Ayat Kursi tidak pernah lepas dari kehidupan umat Islam, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.
Baca Juga: Surat Al Maun: Teguran Keras bagi Iman yang Hanya Berhenti di Lisan
Bacaan Ayat Kursi Latin dan Arab
Berikut adalah bacaan ayat kursi arab dan latin yang lengkap, disertai terjemahannya agar lebih mudah dipahami.
Ayat Kursi (Arab)
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ
لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ
وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ
وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Ayat Kursi (Latin)
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm,
lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā naum,
lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ,
man żallażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi-iżnih,
ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum,
wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’,
wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ,
wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā,
wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Tafsir Ayat Kursi Latin dan Arab
Tafsir Ayat Kursi menjelaskan tentang siapa Allah dan bagaimana kekuasaan-Nya. Ayat ini diawali dengan penegasan tauhid: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Ini adalah pondasi utama keimanan seorang Muslim.
Allah disebut sebagai Al-Hayy (Maha Hidup) dan Al-Qayyum (Maha Berdiri Sendiri dan Mengurus Makhluk-Nya). Artinya, kehidupan seluruh makhluk bergantung kepada-Nya, sementara Allah tidak bergantung kepada siapa pun.
Allah tidak pernah mengantuk atau tidur. Ini menegaskan bahwa penjagaan-Nya terhadap alam semesta berlangsung tanpa henti. Semua yang ada di langit dan bumi adalah milik-Nya, dan tidak ada yang bisa memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya.
Ayat ini juga menekankan luasnya ilmu Allah. Manusia hanya mengetahui sedikit dari ilmu-Nya, itupun jika Allah menghendaki. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan menjaga semuanya tidak sedikit pun memberatkan-Nya.
Ayat ditutup dengan dua sifat agung Allah: Al-‘Aliyy (Maha Tinggi) dan Al-‘Azhim (Maha Agung), menegaskan kebesaran-Nya yang tak terbatas.
Kisah Turunnya Ayat Kursi (Asbabun Nuzul)
Tidak ada riwayat khusus yang menjelaskan sebab spesifik turunnya Ayat Kursi atau asbabun nuzul. Namun, para ulama sepakat bahwa ayat ini diturunkan sebagai penegasan tauhid dan bantahan terhadap berbagai bentuk kesyirikan.
Pada masa turunnya Al-Qur’an, banyak masyarakat Arab yang masih menyekutukan Allah atau memiliki pemahaman keliru tentang sifat Tuhan. Ayat Kursi hadir untuk meluruskan akidah, menjelaskan bahwa Allah tidak serupa dengan makhluk, tidak lemah, dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
Karena kandungannya yang sangat kuat, Ayat Kursi kemudian dikenal sebagai ayat perlindungan dan penguat iman bagi umat Islam sepanjang zaman.
Cara Mengamalkan Nilai Ayat Kursi dalam Kehidupan Sehari-Hari
Mengamalkan Ayat Kursi tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan menghidupkan nilai tauhid dalam kehidupan. Membaca Ayat Kursi setelah salat, sebelum tidur, atau saat merasa takut adalah amalan yang sangat dianjurkan.
Namun lebih dari itu, Ayat Kursi mengajarkan kita sebagai orang Islam untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Ketika merasa cemas, ingat bahwa Allah tidak pernah lengah. Ketika merasa kecil dan lemah, sadarilah bahwa Allah Maha Mengatur segala urusan.
Mengamalkan Ayat Kursi juga berarti menjaga keyakinan bahwa tidak ada kekuatan apa pun di dunia ini yang melebihi kekuasaan Allah.
Baca Juga: Puasa Qadha Ramadhan: Tata Cara, Hukum, Niat, dan Keutamaannya
Tanya Jawab Seputar Ayat Kursi Latin dan Arab
Apa manfaat membaca ayat kursi latin dan arab?
Latin memudahkan bacaan bagi yang belum lancar membaca Arab, sementara Arab menjaga keaslian lafaz Al-Qur’an.
Kapan waktu terbaik membaca Ayat Kursi?
Setelah salat fardu, sebelum tidur, dan saat merasa takut atau cemas.
Apakah Ayat Kursi bisa dibaca sebagai doa perlindungan?
Ya, Ayat Kursi dikenal sebagai ayat perlindungan dari gangguan setan dan keburukan.
Apakah wajib menghafal Ayat Kursi?
Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena keutamaannya sangat besar.
Bacaan ayat kursi latin dan arab, bukan sekedar bacaan untuk dihafal secara lisan, tapi juga penguat iman. Mendalami ayat kursi latin dan arab sama halnya dengan bacaan Yasin artinya. Dengan huruf latin dan terjemahannya maka akan lebih mudah untuk memahaminya.
Dan, bagi kamu yang ingin menyampaikan pesan kebaikan seperti ini, maka bekerjasama dengan Digtal Agency Malang, seperti Optimaise, adalah keputusan yang tepat. Tidak hanya menawarkan jasa SEO terbaik, Optimaise, juga memiliki layanan Jasa Press Release, yang akan membuat informasi tersampaikan ke lebih banyak orang!s
