Dalam kehidupan modern, manusia sering terjebak pada satu kebiasaan yang terasa wajar, bahkan dianggap lumrah: berlomba mengumpulkan lebih banyak dari orang lain. Lebih banyak harta, lebih tinggi jabatan, lebih besar pengaruh, lebih panjang daftar pencapaian. Perlombaan ini sering dibungkus dengan kata “motivasi” atau “ambisi”, padahal tanpa disadari dengan iman, ia bisa menggerus kesadaran spiritual. Di sinilah surat At Takatsur hadir sebagai pengingat.
Surat At Takatsur hanya terdiri dari delapan ayat, namun pesannya begitu tajam. Ia menegur manusia yang lalai karena terlalu sibuk bermegah-megahan, hingga lupa tujuan akhir hidupnya. Teguran ini tidak ditujukan pada satu generasi tertentu saja, melainkan relevan sepanjang zaman—termasuk di era media sosial dan kompetisi tanpa henti seperti sekarang.
Table of Contents
Sekilas Tentang Surat At Takatsur

Surat At Takatsur adalah surat ke-102 dalam Al-Qur’an dan termasuk surat Makkiyah, yaitu diturunkan sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Nama At Takatsur diambil dari kata pada ayat pertama, yang berarti bermegah-megahan atau berlomba-lomba dalam memperbanyak.
Tema utama surat ini adalah kritik terhadap sikap manusia yang terlalu sibuk mengejar dunia, hingga lupa bahwa hidup akan berakhir dengan kematian dan pertanggungjawaban di akhirat. Pada masa turunnya surat ini, masyarakat Arab sering membanggakan jumlah harta, keturunan, dan pengaruh suku mereka. Bahkan, ada yang sampai mendatangi kuburan leluhur hanya untuk menghitung siapa yang lebih banyak.
Surat At Takatsur hadir untuk menggugah kesadaran: bahwa semua kebanggaan duniawi itu akan berakhir ketika manusia masuk ke liang lahat.
Keutamaan Surat At Takatsur

Meski pendek, surat At Takatsur memiliki keutamaan besar sebagai ayat peringatan dan refleksi diri. Rasulullah SAW dikenal sering membaca surat-surat pendek yang sarat makna, termasuk At Takatsur.
Keutamaan utama surat ini terletak pada maknanya. Ia mengingatkan manusia agar tidak terbuai atau terlena oleh dunia dan selalu sadar bahwa setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.
Surat ini juga membantu seorang umat Islam untuk:
- Mengendalikan ambisi berlebihan
- Mengikis sifat sombong dan pamer
- Menumbuhkan kesadaran akhirat
- Menguatkan rasa syukur
Membaca surat At Takatsur secara rutin, terutama dengan memahami maknanya, dapat menjadi “rem” batin ketika seseorang mulai terlalu larut dalam urusan dunia.
Baca Juga: Mendalami Makna Alif Lam Mim dalam Surat Al-Baqarah, Pembuka Al-Qur’an yang Sarat Makna
Bacaan Surat At Takatsur Arab dan Artinya Lengkap
Berikut bacaan surat At Takatsur lengkap, disajikan per ayat dengan teks Arab dan terjemahannya:
Ayat 1
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
Ayat 2
حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Ayat 3
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).
Ayat 4
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
Ayat 5
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ
Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,
Ayat 6
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ
niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,
Ayat 7
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ
kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,
Ayat 8
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang segala kenikmatan.
Tafsir Surat At Takatsur
Tafsir At Takatsur menjelaskan bahwa ayat pertama adalah teguran langsung kepada manusia yang lalai karena kesibukan mengumpulkan dunia. Kata alhākum menunjukkan bahwa sesuatu yang seharusnya sekadar alat justru menjadi pengalih utama dari tujuan hidup.
Ayat kedua mempertegas bahwa kelalaian itu berlangsung hingga ajal menjemput. Banyak manusia baru sadar setelah kematian datang, ketika sudah tidak ada kesempatan memperbaiki amal.
Pengulangan ancaman pada ayat 3 dan 4 menunjukkan betapa seriusnya peringatan ini. Allah menegaskan bahwa manusia akan benar-benar mengetahui akibat perbuatannya, baik di alam kubur maupun di akhirat.
Ayat 5 hingga 7 menggambarkan bahwa jika umat Islam memiliki keyakinan yang benar tentang akhirat, mereka tidak akan terlena oleh dunia. Puncaknya, ayat ke-8 menegaskan bahwa setiap kenikmatan—sekecil apa pun—akan dimintai pertanggungjawaban.
Kisah Turunnya Surat At Takatsur (Asbabun Nuzul)
Menurut sebagian riwayat, asbabun nuzul surat At Takatsur berkaitan dengan kebiasaan kaum Quraisy yang saling membanggakan jumlah kekayaan dan keturunan. Bahkan, ada yang sampai menghitung orang-orang yang telah meninggal untuk membuktikan keunggulan sukunya.
Perilaku ini menunjukkan betapa dalamnya manusia bisa terjebak pada kesombongan duniawi. Maka, Allah menurunkan At Takatsur sebagai teguran keras agar manusia kembali sadar bahwa kebanggaan semacam itu tidak membawa manfaat di akhirat.
Cara Mengamalkan Nilai Surat At Takatsur dalam Kehidupan Sehari-Hari
Mengamalkan At Takatsur bukan berarti menjauhi dunia sepenuhnya, melainkan menempatkan dunia pada porsinya. Bekerja keras dan meraih prestasi diperbolehkan, selama tidak melalaikan kewajiban kepada Allah dan sesama manusia.
Nilai yang bisa diamalkan antara lain:
- Menjaga niat dalam bekerja dan berusaha
- Menghindari sikap pamer dan membandingkan diri dengan orang lain
- Membiasakan diri bersyukur
- Mengingat kematian sebagai pengingat hidup
Surat ini mengajarkan bahwa kesuksesan sejati bukan diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari seberapa siap kita mempertanggungjawabkannya.
Baca Juga: Bacaan Ayat Kursi Latin dan Arab, Ayat Paling Agung dalam Al-Qur’an
Video Bacaan Surat At Takasur oleh Muzammil Hasballah
Tanya Jawab Seputar At Takatsur
Apa pesan utama surat At Takatsur?
Peringatan agar manusia tidak lalai karena bermegah-megahan dan selalu ingat akhirat.
Apakah surat At Takatsur relevan di zaman sekarang?
Sangat relevan, terutama di era kompetisi, konsumerisme, dan media sosial.
Apakah At Takatsur cocok untuk refleksi diri?
Ya, surat ini sangat efektif untuk muhasabah dan introspeksi.
Apa yang akan ditanya di akhirat menurut surat ini?
Segala bentuk kenikmatan yang pernah kita terima di dunia.
Selain At Takasur, kami juga memiliki pembahasan mengenai Asmaul Husna, yang mana sebagai umat Islam sangat penting untuk mendalaminya. Dengan pemahaman mendalam mengenai sifat-sifat Allah SWT, makai man juga akan semakin kuat.
Dan, bagi kamu yang tertarik menyebarkan pesan kebaikan seperti ini, maka bekerjasama dengan Optimaise, akan menjadi keputusan yang tepat. Tidak hanya menawarkan jasa SEO terpercaya, tapi juga ada layanan Jasa Backlink yang akan membantu website milikmu lebih mudah masuk peringat satu mesin pencari!
