Surah An Nas termasuk surat pendek di dalam Al-Qur’an yang sangat mudah dihafal bahkan untuk anak-anak sekalipun. Sayangnya, banyak orang yang justru “menyepelekan” surat ini karena ayatnya yang pendek-pendek.
Padahal, kandungan isi dari surat An Nas cukup dalam, bahkan bisa menjadi pelindung dari hati yang mudah goyah. Surah An-Nas bukan sekadar bacaan penutup mushaf. Ia adalah pengingat bahwa manusia, sekuat apa pun, tetap memiliki titik rapuh.
Dan pada titik rapuh itulah, manusia diajarkan untuk kembali berlindung kepada Allah—Tuhan yang menguasai manusia, Raja manusia, dan sesembahan manusia.
Table of Contents
Sekilas Tentang Surah An Nas

Surah An-Nas adalah surah ke-114 dan merupakan surah terakhir dalam Al-Qur’an. Sebagian besar ulama menyebut surah ini tergolong Makkiyah dan terdiri dari 6 ayat. Bersama surah Al Falaq, An Nas dikenal sebagai Al Mu’awwidzatain, yaitu dua surah perlindungan yang sering dibaca Rasulullah SAW dalam doa-doa harian.
Nama An-Nas berarti manusia. Menariknya, kata ini diulang beberapa kali dalam surah tersebut, seolah menegaskan bahwa sasaran perlindungan dalam surah ini adalah hati manusia—tempat iman, niat, dan keputusan hidup bermula.
Keutamaan Surah An-Nas

Keutamaan surah An-Nas sangat besar, terutama sebagai doa perlindungan dari kejahatan yang tersembunyi. Rasulullah SAW rutin membaca surah ini pada pagi dan petang, serta sebelum tidur, sebagai bentuk tawakal dan penjagaan diri.
Dalam berbagai riwayat, surah An-Nas disebut sebagai bacaan yang mampu melindungi seseorang dari:
- godaan setan,
- bisikan hati yang menyesatkan,
- kecemasan berlebihan,
- dan gangguan batin yang melemahkan iman.
Keutamaan lainnya, surah An-Nas mengajarkan kesadaran bahwa musuh terbesar manusia bukan selalu orang lain, melainkan bisikan jahat yang merusak niat dan keyakinan.
Baca Juga: Memahami Makna di Balik Tafsir Al Isra Ayat 32
Bacaan Surah An Nas dan Artinya Lengkap
Berikut bacaan surah An-Nas lengkap dengan terjemahan per ayat:
Ayat 1
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan manusia.”
Ayat 2
مَلِكِ النَّاسِ
Raja manusia.
Ayat 3
إِلَٰهِ النَّاسِ
Sembahan manusia.
Ayat 4
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
Ayat 5
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
Ayat 6
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
dari (golongan) jin dan manusia.
Tafsir Surah An-Nas
Tafsir surah An-Nas dimulai dengan perintah “Qul”—perintah langsung kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk secara sadar memohon perlindungan. Ini menunjukkan bahwa berlindung kepada Allah adalah bentuk ibadah dan pengakuan akan keterbatasan manusia.
Tiga ayat pertama menyebut tiga sifat Allah: Rabb (Pemelihara), Malik (Raja), dan Ilah (Sesembahan). Tafsir para ulama menjelaskan bahwa pengulangan kata An Nas menegaskan kedekatan Allah dengan manusia dalam setiap aspek hidupnya.
Ayat keempat hingga keenam menjelaskan sumber bahaya: waswas khannas, bisikan setan yang datang lalu bersembunyi. Ia tidak memaksa, tetapi membujuk, memperindah keburukan, dan menanamkan keraguan secara perlahan.
Menariknya, surah ini menegaskan bahwa bisikan jahat tidak hanya datang dari jin, tetapi juga dari manusia. Tafsir ini mengingatkan bahwa pengaruh buruk bisa datang dari lingkungan, perkataan, dan contoh hidup orang lain.
Kisah Turunnya Surah An Nas (Asbabun Nuzul)
Surah An-Nas diturunkan berkaitan dengan peristiwa ketika Rasulullah SAW mengalami gangguan sihir. Dalam riwayat disebutkan bahwa seorang Yahudi bernama Labid bin A’sham melakukan sihir kepada Nabi.
Sebagai bentuk perlindungan dan penyembuhan, Allah menurunkan surah Al Falaq dan surah An Nas. Rasulullah SAW kemudian membaca kedua surah ini, dan dengan izin Allah, beliau terbebas dari gangguan tersebut.
Asbabun nuzul ini menegaskan bahwa perlindungan sejati berasal dari Allah, bukan dari kekuatan manusia, jimat, atau praktik mistis lainnya.
Cara Mengamalkan Nilai Surah An Nas dalam Kehidupan Sehari-Hari
Mengamalkan surah An-Nas berarti membiasakan diri menjaga hati dan pikiran. Di era modern, bisikan tidak selalu datang dalam bentuk godaan maksiat, tetapi juga dalam bentuk:
- rasa rendah diri,
- kecemasan berlebihan,
- iri hati,
- dan keputusasaan.
Nilai surah An-Nas dapat diamalkan dengan:
- membaca surah ini setiap pagi dan petang,
- membacanya sebelum tidur,
- mengiringi aktivitas penting dengan doa perlindungan,
- menjaga lingkungan pergaulan,
- dan melatih kesadaran diri terhadap niat dan pikiran.
Surah An-Nas mengajarkan bahwa menjaga iman dimulai dari menjaga hati.
Video Bacaan Surat An Nas oleh Muzammil Hasballah
Baca Juga: Bacaan Surah Al Maun: Ketika Ibadah Diuji oleh Kepedulian Sosial
Tanya Jawab Seputar Surah An Nas
Mengapa surah An-Nas dibaca bersama Al Falaq?
Karena keduanya saling melengkapi: Al Falaq melindungi dari gangguan luar, An Nas dari gangguan dalam.
Apa itu waswas khannas?
Bisikan jahat yang muncul lalu menghilang, melemahkan iman secara perlahan.
Apakah surah An Nas hanya untuk gangguan gaib?
Tidak. Ia juga melindungi dari gangguan pikiran, emosi, dan pengaruh buruk manusia.
Kapan waktu terbaik membaca surah An Nas?
Pagi, petang, sebelum tidur, dan saat merasa gelisah atau tertekan.
Mendalami bacaan surat An-nas tidak akan lengkap tanpa mendalami Asmaul Husna, yang mana sifat-sifat Allah SWT juga akan memperkuat keimanan kita sebagai orang Islam. Dan bagi kamu yang sedang mencari Digtal Agency terbaik, maka Optimaise, adalah pilihan yang tepat.
Melalui layanan Jasa SEO Bali, Optimaise siap membantu website milikmu masuk peringat satu mesin pencari!
