Islam

Memahami Tata Cara Sholat Idul Adha, Dari Niat hingga Khutbah

Tiara Motik

Memahami Tata Cara Sholat Idul Adha, Dari Niat hingga Khutbah

Memahami tata cara sholat Idul Adha sangat penting supaya kamu bisa melaksanakan ibadah ini dengan benar dan penuh khusyuk.

Dari niat hingga khutbah, setiap langkah punya makna tersendiri yang mendekatkan kamu kepada Allah. Dengan mengetahui tata cara ini, kamu nggak cuma menjalankan ritual, tapi juga menghayati makna hari raya yang penuh berkah.

Jadi, yuk pelajari bersama bagaimana tata cara sholat Idul Adha yang sesuai sunnah agar ibadahmu semakin sempurna dan bermakna.

Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha

Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha
Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha

Waktu pelaksanaan sholat Idul Adha memiliki ketentuan yang cukup jelas dalam syariat dan penting untuk kamu pahami agar ibadah berjalan sesuai tuntunan.

Sholat Idul Adha dilaksanakan setelah matahari terbit dan sebelum masuk waktu zuhur. Secara praktik di Indonesia, pelaksanaannya umumnya dimulai sejak pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 07.30 WIB, menyesuaikan kondisi matahari dan kebijakan setempat.

Secara lebih rinci, berikut gambaran waktunya:

  • Waktu mulai: sholat Idul Adha boleh dilaksanakan setelah matahari naik setinggi tombak, atau sekitar 15 menit setelah terbit.
  • Batas akhir: waktunya berakhir saat masuk waktu zuhur.
  • Waktu yang dianjurkan: disunnahkan untuk dilaksanakan lebih pagi dibanding Idul Fitri.

Anjuran untuk menyegerakan pelaksanaan sholat ini bukan tanpa alasan. Idul Adha berkaitan erat dengan ibadah kurban.

Dengan sholat yang dilakukan lebih pagi, kamu memiliki waktu yang lebih lapang untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban setelah sholat selesai. Inilah sebabnya jadwal sholat Idul Adha sering kali dimajukan dibanding hari raya lainnya.

Perbedaan ini juga penting kamu pahami ketika mempelajari tata cara sholat Idul Adha, karena waktu pelaksanaan menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah.

Berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan sedikit diakhirkan untuk memberi waktu membayar zakat fitrah, Idul Adha justru ditekankan untuk disegerakan.

Baca juga: Bacaan Al Furqan Ayat 74: Kunci Membangun Keluarga Taat dan Penuh Berkah

Hukum Melaksanakan Sholat Idul Adha

Hukum Melaksanakan Sholat Idul Adha
Hukum Melaksanakan Sholat Idul Adha

Mayoritas ulama (jumhur) sepakat bahwa sholat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan dan selalu dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Artinya, meskipun tidak berdosa jika ditinggalkan, sangat disayangkan bila kamu melewatkan keutamaannya tanpa alasan yang jelas.

Pendapat ini dianut oleh mazhab Syafi’i, Maliki, dan sebagian besar ulama lainnya. Sholat Idul Adha menjadi simbol ketaatan, kebersamaan umat, serta bentuk syukur atas nikmat Allah, terutama yang berkaitan dengan ibadah kurban.

Karena itu, memahami hukum ini juga penting saat kamu mempelajari tata cara sholat Idul Adha, agar ibadah yang dilakukan lebih bermakna dan sesuai tuntunan.

Tapi, ada juga pendapat lain yang perlu kamu ketahui. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa sholat Idul Adha wajib bagi laki-laki Muslim yang mukim dan tidak memiliki uzur.

Pendapat ini didasarkan pada perintah Nabi SAW agar seluruh kaum Muslimin, termasuk wanita dan anak-anak, keluar untuk menghadiri pelaksanaannya.

Dari sini terlihat bahwa sholat Idul Adha memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan beragama.

Beberapa ketentuan penting yang berkaitan dengan pelaksanaannya antara lain:

  • Jumlah rakaat: dua rakaat dengan takbir tambahan
  • Khutbah: hukumnya sunnah, dilakukan setelah sholat
  • Tempat: dianjurkan berjamaah di masjid atau lapangan
  • Peserta: laki-laki, perempuan, hingga anak-anak dianjurkan hadir

Dengan memahami hukum sekaligus tata cara sholat Idul Adha, kamu bisa lebih mantap dalam melaksanakannya.

Ibadah ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan pahala yang besar jika dikerjakan sesuai tuntunan.

Apakah Sholat Idul Adha Harus Dilaksanakan di Masjid?

Pertanyaan ini sering muncul menjelang hari raya, dan penting untuk kamu pahami agar tidak ragu dalam menentukan tempat pelaksanaannya.

Pada dasarnya, sholat Idul Adha tidak disyaratkan harus dilaksanakan di masjid. Sholat ini boleh dilakukan di mushalla, lapangan terbuka, atau tempat lain yang memungkinkan jamaah berkumpul dengan baik.

Hal ini didasarkan pada praktik langsung Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu disebutkan:

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى. فَأَوَّلُ شَىْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلاَةُ ، ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُومُ مُقَابِلَ النَّاسِ وَالنَّاسُ جُلُوسٌ عَلَى صُفُوفِهِمْ فَيَعِظُهُمْ وَيُوصِيهِمْ وَيَأْمُرُهُمفَإِنْ كَانَ يُرِيدُ أَنْ يَقْطَعَ بَعْثًا قَطَعَهُ وَيَأْمُرَ بِشَىْءٍ أَمَرَ بِهِ، ثُمَّ يَنْصَرِفُ

Artinya:

“Dari Abu Sa’id al-Khudri, ia berkata: Rasulullah saw biasa keluar menuju mushalla pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Hal pertama yang nabi lakukan adalah shalat, kemudian berpaling menghadap manusia, di mana mereka dalam keadaan duduk di shaf-shaf mereka. Nabi memberi pelajaran, wasiat, dan perintah. Jika nabi ingin mengutus satu utusan, maka ia memutuskannya, atau jika nabi ingin memerintahkan sesuatu, maka nabi memerintahkannya, kemudian berpaling.”

Pemahaman ini penting saat kamu mempelajari tata cara sholat Idul Adha, karena tempat bukanlah rukun atau syarat sah sholat. Yang terpenting adalah pelaksanaannya sesuai tuntunan dan mampu menampung jamaah dengan baik.

Para ulama kemudian berbeda pendapat terkait tempat yang paling utama untuk melaksanakan sholat Idul Adha:

  • Pendapat Imam Syafi’i:
    • Jika masjid di suatu daerah luas dan mampu menampung seluruh jamaah, maka sholat di masjid lebih utama. Namun jika sempit, sholat di tempat terbuka lebih dianjurkan.
  • Pendapat Imam Malik:
    • Sholat di tanah lapang lebih utama, karena Rasulullah SAW selalu melaksanakannya di mushalla terbuka.

Intinya, tujuan utama sholat Idul Adha adalah mengumpulkan umat Islam dalam satu kebersamaan. Maka, baik di masjid, mushalla, maupun lapangan, semuanya sah selama memenuhi ketentuan.

Baca juga: Mendalami Bacaan QS Az Zumar Ayat 53 tentang Ampunan dan Taubat

Rukun dan Tata Cara Sholat Idul Adha

Rukun dan Tata Cara Sholat Idul Adha
Rukun dan Tata Cara Sholat Idul Adha

Rukun dan tata cara sholat Idul Adha merupakan hal penting yang perlu kamu pahami agar ibadah yang dilakukan benar, sah, dan sesuai tuntunan ulama.

Sholat Idul Adha dikerjakan sebanyak dua rakaat dan memiliki kekhususan berupa takbir tambahan. Penjelasan berikut merujuk pada keterangan KHR Asnawi Kudus dalam kitab Fashalatan, yang banyak dijadikan rujukan di kalangan Nahdlatul Ulama.

  • Sholat Idul Adha diawali dengan niat. Niat ini hukumnya sunnah untuk dilafalkan, dengan tujuan membantu menghadirkan niat di dalam hati.
    • Jika kamu sholat sendirian, tidak perlu menyebutkan imaman atau makmuman. Lafal niatnya sebagai ini:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya:

“Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta’ala.”

  • Setelah niat, sholat dilanjutkan dengan takbiratul ihram seperti sholat pada umumnya, lalu membaca doa iftitah.
  • Berikutnya, pada rakaat pertama kamu membaca takbir tambahan sebanyak tujuh kali sambil mengangkat tangan. Di antara takbir tersebut, disunnahkan membaca salah satu bacaan berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Atau:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

  • Membaca Surat Al-Fatihah dan dianjurkan melanjutkan dengan Surat Al-A’la.
  • Kemudian ruku’, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud seperti sholat biasa.
  • Pada rakaat kedua, setelah berdiri, kamu kembali membaca takbir tambahan sebanyak lima kali dengan bacaan yang sama seperti rakaat pertama.
  • Setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Ghasyiyah, lalu menyempurnakan sholat hingga salam.

Sebagai penutup rangkaian tata cara sholat Idul Adha, jamaah sangat dianjurkan untuk menyimak khutbah Idul Adha setelah sholat selesai.

Khutbah ini hukumnya sunnah, namun menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah berjamaah. Bagi kamu yang memahami rukun dan tata cara sholat Idul Adha dengan baik, pelaksanaan sholat akan terasa lebih khusyuk dan terarah.

Setelah kamu memahami tata cara sholat Idul Adha dari niat sampai khutbah, sekarang ibadahmu bisa lebih terarah dan penuh makna. Ingat, sholat ini bukan sekadar rutinitas, tapi momen spesial untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Kalau kamu sedang cari partner digital yang bisa bantu optimasi bisnis online, Optimaise di Malang siap jadi pilihan dengan layanan jasa backlink berkualitas yang bikin website kamu makin menonjol.

Nah, buat kamu yang suka cerita seru, jangan lewatkan juga artikel dongeng pendek anak SD yang siap menghibur sekaligus menginspirasi!

Baca Juga

Optimaise