Islam

Bacaan Surat Al A la: Arab, Latin, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya

Dwi

surat al a la

Surat Al A la merupakan salah satu surah pendek dalam Al-Qur’an yang memiliki pesan kuat tentang keagungan Allah SWT sebagai Sang Pencipta dan Pengatur kehidupan. Surah ini mengajak manusia untuk bertasbih, menyadari kekuasaan-Nya atas segala yang ada di bumi, serta mengingat bahwa setiap nikmat dan petunjuk datangnya dari Allah SWT.

Dengan susunan ayat yang ringkas namun penuh makna, Surat Al A la sering dibaca dalam salat dan menjadi pengingat bahwa manusia tidak hanya hidup untuk dunia, tapi juga untuk kehidupan akhirat yang lebih kekal.

Nah, kali ini kami juga akan membahas Surat Al A la, apa saja kandungannya dan mengapa surat ini sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW.

Sekilas Tentang Surat Al-A’la

sekilas tentang surat al a la
Bacaan Surat Al A la: Arab, Latin, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya 1

Surat Al A la, berarti “Yang Paling Tinggi”, merupakan surat ke-87 dalam urutan mushaf Al-Qur’an. Surat ini tergolong dalam Juz Amma (Juz ke-30) dan terdiri dari 19 ayat. Dikenal juga dengan nama “Sabbihisma Rabbikal A’la”, memiliki makna dan keutamaan yang mendalam, menjadikannya salah satu surat yang paling sering dibaca dan dicintai oleh Rasulullah SAW.

Surat Al-A’la adalah wahyu yang diturunkan di Mekkah, menjadikannya golongan surat Makkiyyah. Surat ini diturunkan setelah Surat At-Takwir. Keistimewaan surat ini tidak hanya terletak pada namanya yang merujuk pada keagungan Allah SWT, tapi juga pada kandungan ajaran yang sarat makna, mulai dari penyucian Allah, penjelasan tentang penciptaan, hingga penegasan tentang kebahagiaan dunia dan akhirat.

Baca Juga: Mengenal Surah Al Insyirah: Arti, Kandungan, dan Tafsirnya

Bacaan Surat Al A la Latin, Arab, dan Artinya

bacaan surat al a la
Bacaan Surat Al A la: Arab, Latin, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya 2

Berikut ini bacaan surat Al A la beserta artinya dalam tulisan latin, dan Arab:

1. سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ

“Sabbiḥisma rabbikal-a’lā”

“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi”

2. الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ

“Allażī khalaqa fa sawwā”

“Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya)”

3. وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ

“Wallażī qaddara fa hadā”

“Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk”

4. وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ

“Wallażī akhrajal-mar’ā”

“Dan Yang menumbuhkan rerumputan”

5. فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ

“Fa ja’alahụ guṡā`an aḥwā”

“Lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman”

6. سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ

“Sanuqri`uka fa lā tansā”

“Kami akan membacakan (Al-Quran) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa”

7. اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ

“Illā mā syā`allāh, innahụ ya’lamul-jahra wa mā yakhfā”

“Kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi”

8. وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ

“Wa nuyassiruka lil-yusrā”

“Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat)”

9. فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ

“Fa żakkir in nafa’atiż-żikrā”

“Oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat”

10. سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ

“Sayażżakkaru may yakhsyā”

“Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran”

11. وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ

“Wa yatajannabuhal-asyqā”

“Dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya”

12. الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ

“Allażī yaṣlan-nāral-kubrā”

“(Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)”

13. ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ

Tsumma lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā”

“Selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup”

14. قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ

“Qad aflaḥa man tazakkā”

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman)”

15. وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ

“Wa żakarasma rabbihī fa ṣallā”

“Dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat”

16. بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ

“Bal tu`ṡirụnal-ḥayātad-dun-yā”

“Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia”

17. وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ

“Wal-ākhiratu khairuw wa abqā”

“Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal”

18. اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ

“Inna hāżā lafiṣ-ṣuḥufil-ụlā”

“Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu”

19. صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى

“Shuḥufi ibrāhīma wa mụsā”

“(Yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa”

Kisah Turunnya Surat Al A La atau Asbabun Nuzul

Sebab turun atau asbabun nuzul surat Al Ala berkaitan dengan hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas, menyatakan bahwa setiap kali Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, beliau selalu membaca wahyu itu berulang-ulang karena khawatir akan terlupakan.

Karena hal itu, Allah SWT menurunkan surat Al-A’la, tepatnya ayat ke-6 yang berarti: “Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,” (QS. Al-A’la [87]: 6).

Makna dan Keutamaan Surat Al A la

Nama “Al-A’la” diambil dari ayat pertama surat ini, yang memerintahkan untuk menyucikan nama Tuhan Yang Maha Tinggi. Keutamaan surat ini sangatlah besar, terbukti dari seringnya Rasulullah SAW membacanya dalam berbagai shalat. Ali bin Abi Thalib meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sangat mencintai surat ini.

Keutamaan lain yang disebutkan adalah bahwa Rasulullah SAW sering membacanya dalam shalat Witir, khususnya pada rakaat pertama. Beliau juga kerap membacakan surat Al-A’la bersama Surat Al-Ghasyiyah pada shalat Idul Fitri, Idul Adha, dan shalat Jumat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kandungan surat ini untuk didengarkan oleh kaum Muslimin, terutama saat mereka berkumpul.

Selain itu, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa membaca Surat Al-A’la akan mendatangkan pahala kebaikan yang berlipat ganda, setara dengan jumlah huruf yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa AS.

Kandungan Surat Al A la

Surat Al-A’la menyampaikan pesan-pesan fundamental dalam Islam, mencakup aspek tauhid, penciptaan, hidayah, serta perbedaan nasib antara orang beriman dan orang kafir di dunia dan akhirat. Berikut adalah ringkasan kandungan ayat per ayat:

  • Ayat 1-5: Keagungan Allah dalam Penciptaan. Surat ini dimulai dengan perintah untuk menyucikan nama Allah Yang Maha Tinggi. Selanjutnya, Allah dijelaskan sebagai Sang Pencipta yang menyempurnakan ciptaan-Nya, menentukan kadar segala sesuatu, dan memberi petunjuk. Allah juga menunjukkan kekuasaan-Nya dalam menumbuhkan rerumputan yang kemudian menjadi kering.
  • Ayat 6-8: Kemudahan Al-Qur’an dan Petunjuk Allah. Allah menjanjikan akan membacakan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sehingga beliau tidak akan lupa, kecuali apa yang dikehendaki Allah. Allah mengetahui segala sesuatu yang tampak maupun tersembunyi, serta akan memberikan kemudahan dalam urusan agama kepada beliau.
  • Ayat 9-11: Peringatan dan Perbedaan Umat. Allah memerintahkan untuk memberikan peringatan karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut kepada Allah akan mengambil pelajaran, sementara orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.
  • Ayat 12-13: Nasib Orang Kafir. Surat ini menggambarkan nasib orang yang celaka, yaitu mereka yang akan memasuki api neraka yang besar, di mana mereka tidak mati dan tidak pula hidup.
  • Ayat 14-15: Keberuntungan Orang Beriman. Sebaliknya, surat ini menegaskan bahwa sungguh beruntung orang yang menyucikan diri dari kekafiran dan beriman, serta mengingat nama Tuhannya lalu mendirikan shalat.
  • Ayat 16-19: Perbandingan Dunia dan Akhirat. Surat Al-A’la mengingatkan manusia agar tidak hanya mengutamakan kehidupan dunia yang sementara, karena kehidupan akhirat jauh lebih baik dan kekal. Penjelasan ini juga terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, yaitu kitab-kitab Nabi Ibrahim dan Musa AS.

Baca Juga: Mendalami Bacaan Surah Al Ikhlas, Surat Pendek yang Menjadi Pondasi Tauhid Umat Islam

Tanya Jawab Seputar Surat Al A la

1. Apa itu Surat Al A la?
Surat Al A’la adalah surah ke-87 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 19 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini berisi ajakan untuk mengagungkan Allah serta mengingat kebesaran-Nya sebagai Pencipta alam semesta.

2. Apa arti kata “Al A la”?
Al A’la berarti “Yang Maha Tinggi”, merujuk pada Allah SWT yang memiliki derajat paling tinggi dan kekuasaan mutlak atas seluruh makhluk.

3. Apa pokok kandungan Surat Al A la?
Pokok kandungannya meliputi perintah bertasbih, penegasan tentang kekuasaan Allah dalam menciptakan dan mengatur kehidupan, pengingat tentang wahyu, serta peringatan bahwa kehidupan akhirat lebih kekal daripada dunia.

4. Mengapa Surat Al A’la sering dibaca dalam salat?
Rasulullah SAW diketahui sering membaca Surat Al A’la pada salat tertentu, seperti salat Jumat dan salat Id. Hal ini karena kandungannya mengajak manusia mengingat kebesaran Allah dan kehidupan akhirat.

5. Apa keutamaan membaca Surat Al A’la?
Membaca Surat Al A’la dapat menjadi pengingat untuk selalu bersyukur, bertasbih, dan memperkuat iman. Surah ini juga membantu menanamkan kesadaran bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah.

Pada akhirnya, Surat Al-A’la mengajak seluruh umat Islam untuk merenungkan keagungan penciptaan Allah, memahami petunjuk-Nya, dan mengutamakan kehidupan akhirat yang abadi daripada kenikmatan dunia yang fana.

Dengan menyucikan nama Allah dan menjalankan perintah-Nya, seorang hamba akan meraih keberuntungan dan kebahagiaan sejati. Karena itu, penting juga untuk mempelajari Asmaul Husna, nama-nama Allah yang begitu indah.

Sebagai penutup, bagi Anda yang sedang mencari Jasa Penulisan Artikel atau Digital Agency Malang, maka Optimaise, adalah pilihan yang tepat. Tidak hanya memiliki layanan jasa penulisan artikel, tapi juga jasa SEO yang akan membantu optimasi website masuk peringkat satu mesin pencari!

Baca Juga

Optimaise