Ada banyak surat di Al-Qur’an yang khusus dibaca sebagai doa, termasuk salah satunya adalah Al Waqiah, yang dibaca untuk memohon kelancaran rezeki. Surah ini dikenal luas sebagai surah yang sering dibaca untuk memohon kelapangan rezeki, tapi sesungguhnya maknanya jauh lebih dalam dari itu.
Surat Al Waqiah membawa manusia pada gambaran hari pembalasan, saat semua amal dipertanggungjawabkan. Mengajak kita untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas: tentang akhirat, keadilan Allah, dan nilai amal manusia.
Melalui artikel ini, kami akan mengajak Anda untuk mendalami surat Al-Waqi’ah, bukan hanya sebagai bacaan doa memohon rezeki, tapi juga makna sebenarnya.
Table of Contents
Sekilas Tentang Surat Al Waqiah

Surat Al Waqi’ah adalah surah ke-56 dalam Al-Qur’an dan termasuk golongan surah Makkiyah, yang diturunkan di Mekkah. Surah ini terdiri dari 96 ayat dan banyak membahas tentang hari kiamat, pembagian manusia berdasarkan amal, serta gambaran balasan yang akan diterima.
Nama Al Waqi’ah berarti “peristiwa yang pasti terjadi.” Yang dimaksud adalah hari kiamat—peristiwa besar yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun dan pasti datang.
Surah ini menggambarkan bagaimana manusia akan terbagi menjadi tiga golongan:
- Golongan kanan – mereka yang menerima kebahagiaan dan kenikmatan surga.
- Golongan kiri – mereka yang mendapat azab karena kelalaian dan dosa.
- Golongan terdahulu (As-Sabiqun) – orang-orang yang paling dekat dengan Allah karena amal dan keimanannya.
Melalui pembagian ini, Allah menegaskan bahwa setiap manusia memiliki konsekuensi dari pilihan hidupnya.
Keutamaan Surat Al Waqiah

Surat Al Waqi’ah memiliki keutamaan yang sering disebut dalam berbagai kajian keislaman. Beberapa di antaranya:
a. Mengingatkan tentang hari akhir
Surah ini memberikan gambaran nyata tentang kehidupan setelah mati sehingga manusia lebih sadar menjalani hidup.
b. Mendorong untuk memperbaiki amal
Setiap ayatnya mengajak pembaca untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan selama hidup.
c. Dikenal sebagai surah pembuka pintu rezeki
Banyak ulama menganjurkan membaca surat Al Waqiah secara rutin sebagai doa agar dilapangkan rezeki. Meski demikian, inti utamanya tetap pada keimanan dan tawakal.
d. Menumbuhkan rasa takut dan harap
Takut terhadap azab bagi yang lalai, dan harap terhadap rahmat bagi yang taat.
Baca Juga: Bacaan Surat Al Fatihah: Arab, Latin, Terjemahan dan Tafsirnya Lengkap
Bacaan Surat Al-Waqi’ah Lengkap
Surat Al Waqiah terdiri dari 96 ayat:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
١ – اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ
ۘ٢ – لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ
٣ – خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ
٤ – اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ
٥ – وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ
٦ – فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ
ۗ٧ – وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً
ۗ٨ – فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ
ۗ٩ – وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ
١٠ – وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ
١١ – اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ
١٢ – فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
١٣ – ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
١٤ – وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ
١٥ – عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ
١٦ – مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ
١٧ – يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ
١٨ – بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ
١٩ – لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ
٢٠ – وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ
٢١ – وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ
٢٢ – وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ
٢٣ – كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ
٢٤ – جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
٢٥ – لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ
٢٦ – اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا
٢٧ – وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ
٢٨ – فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ
٢٩ – وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ
٣٠ – وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ
٣١ – وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ
٣٢ – وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ
٣٣ – لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ
٣٤ – وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ
٣٥ – اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ
٣٦ – فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ
٣٧ – عُرُبًا اَتْرَابًاۙ
٣٨ – لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
٣٩ – ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
٤٠ – وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ
٤١ – وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ
٤٢ – فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ
٤٣ – وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ
٤٤ – لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ
٤٥ – اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ
٤٦ – وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ
٤٧ – وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ
٤٨ – اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ
٤٩ – قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ
٥٠ – لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ
٥١ – ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ
٥٢ – لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ
٥٣ – فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ
٥٤ – فَشَارِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ
٥٥ – فَشَارِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ
٥٦ – هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ
٥٧ – نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ
٥٨ – اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ
٥٩ – ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخَالِقُوْنَ
٦٠ – نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ
٦١ – عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
٦٢ – وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ
٦٣ – اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ
٦٤ – ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزَّارِعُوْنَ
٦٥ – لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ
٦٦ – اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ
٦٧ – بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ
٦٨ – اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ
٦٩ – ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ
٧٠ – لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ
٧١ – اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ
٧٢ – ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ
٧٣ – نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ
٧٤ – فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ
٧٥ – فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ
٧٦ – وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ
٧٧ – اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ
٧٨ – فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ
٧٩ – لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ
٨٠ – تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
٨١ – اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ
٨٢ – وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ
٨٣ – فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ
٨٤ – وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ
٨٥ – وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ
٨٦ – فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ
٨٧ – تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
٨٨ – فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ
٨٩ – فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ
٩٠ – وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ
٩١ – فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
٩٢ – وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ
٩٣ – فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ
٩٤ – وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ
٩٥ – اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ
٩٦ – فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ
Tafsir Surat Al Waqi’ah
Surat Al Waqiah dimulai dengan gambaran kiamat yang tidak bisa ditolak. Bumi diguncang hebat, gunung hancur, dan manusia dihadapkan pada kenyataan amalnya.
Ayat-ayat selanjutnya menjelaskan pembagian manusia:
Golongan kanan
Mereka adalah orang-orang yang taat, beriman, dan banyak beramal baik. Balasannya adalah kenikmatan surga: tempat yang damai, rezeki melimpah, dan kebahagiaan abadi.
Golongan kiri
Mereka yang lalai dan ingkar akan menghadapi kesengsaraan dan azab.
Golongan terdahulu
Mereka adalah orang-orang pilihan yang paling dekat dengan Allah. Tingkat keimanannya tinggi dan amalnya luar biasa.
Surah ini juga menegaskan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu—mulai dari penciptaan manusia, tumbuhan, hingga air yang diminum.
Kisah Turunnya Surat Al Waqiah (Asbabun Nuzul)
Tidak ada riwayat pasti terkait Asbabun nuzul Al-Waqi’ah secara utuh satu surat. Hanya saja turunnya surat Al Waqiah terbagi menjadi beberapa peristiwa, terutama terkait ayat-ayat yang diturunkannya secara berbeda.
Allah menurunkan ayat-ayat ini untuk menegaskan bahwa kebangkitan adalah kenyataan. Surah ini menjadi pengingat keras bahwa kehidupan dunia bukan akhir.
Selain itu, surah ini juga menenangkan orang-orang beriman agar tetap teguh meski menghadapi penolakan.
Panduan Mengamalkan Nilai Surat Al Waqi’ah dalam Kehidupan Sehari-Hari
Nilai yang terkandung dalam surat Al Waqiah sangat relevan untuk kehidupan modern.
a. Menyadari tujuan hidup
Hidup bukan hanya tentang pekerjaan dan materi, tetapi juga amal dan ibadah.
b. Memperbanyak sedekah dan kebaikan
Karena amal sekecil apa pun akan diperhitungkan.
c. Membaca surat Al Waqiah secara rutin
Sebagai pengingat diri dan doa agar diberi kelapangan hidup.
d. Tidak sombong terhadap dunia
Kekayaan dan jabatan hanyalah sementara.
e. Menjaga keimanan di tengah ujian hidup
Surah ini menguatkan bahwa setiap perjuangan tidak sia-sia.
Baca Juga: Surah Al Mu Min: Bacaan, Terjemahan, dan Tafsirnya
Tanya Jawab Seputar Surat Al Waqiah
Apa arti Al Waqiah?
Peristiwa besar yang pasti terjadi, yaitu hari kiamat.
Mengapa surat ini sering dibaca untuk rezeki?
Karena banyak ulama menganjurkan membacanya sebagai doa dan bentuk tawakal kepada Allah.
Apa pesan utama surat Al Waqiah?
Bahwa manusia akan dibagi berdasarkan amalnya pada hari pembalasan.
Apakah surat ini hanya tentang kiamat?
Tidak. Juga tentang keimanan, kekuasaan Allah, dan tanggung jawab manusia.
Kapan waktu terbaik membaca surat Al Waqiah?
Banyak yang membacanya setelah shalat atau sebelum tidur.
Apa pelajaran terbesar dari surat ini?
Hidup harus diisi dengan amal yang bermakna.
Surat Al Waqiah bukan hanya bacaan doa memohon rezeki, tapi juga pengingat tentang arah hidup. Ia mengajak manusia untuk tidak terjebak pada dunia semata, melainkan menyiapkan bekal menuju akhirat.
Selain pembahasa Al-Waqi’ah, kami juga memiliki pembahasa mendalam terkait Surat yasin Lengkap, yang tidak kalah pentingnya untuk didalami. Dan, bagi Anda yang sedang mencari layanan Jasa SEO Bali atau digital agency terbaik, maka Optimaise adalah pilihan yang tepat.
Tidak hanya memiliki layanan jasa SEO, tapi juga jasa penulisan artikel, jasa backlink ac id, jasa press realess, dan berbagai layanan lain yang siap membantu website masuk peringkat satu mesin pencari!
