CCTV umumnya digunakan sebagai perangkat untuk meningkatkan keamanan suatu tempat atau ruangan. Dengan rekaman vidio dan juga suara yang dapat dipantau secara langsung, membuat CCTV sebagai satu alat yang wajib ada untuk hampir semua tempat baik tempat usaha maupun tempat pribadi. Dengan semakin beragamnya sistem yang ditawarkan oleh brand yang berbeda membuat warga dapat lebih leluasa dalam memilih sesuai dengan kebutuhan.
Namun CCTV juga bisa menjadi senjata makan tuan jika pemiliknya tidak menggunakan pengaturan yang tepat dalam mengatur sistem yang ada. Seperti yang sudah diketahui, kamera pengawas juga dapat dihack dari jarak jauh oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Perangkat yang awalnya digunakan sebagai tambahan keamanan dapat menjadi bumerang dan menjadi alat penyadap yang digunakan orang lain untuk mengawasi pemilik tempat.
Table of Contents
Bagaimana CCTV Dapat Dihack Orang Lain

CCTV memang digunakan sebagai alat monitoring untuk mengawasi sebuah tempat dari tindak kejahatan seperti pencurian. Namun jika akses perangkatya tidak diatur sedemikian rupa sehingga hanya pemilik yang bisa mengakses perangkat tersebut, maka ada kemungkinan bahwa perangkat tersebut dapat diakses oleh orang lain. Jika hal tersebut sampai terjadi, maka perangkat tersebut dapat menjadi ancaman privasi pemilik perangkat.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat membuat perangkat CCTV diretas oleh orang lain.
Kata Sandi Untuk Mengakses CCTV Masih Menggunakan Bawaan Produsen
Bagi orang yang baru saja membeli perangkat CCTV semua hal mulai dari pengaturan hingga informasi akses yang ada merupakan standard bawaan dari produsen. Umumnya, di buku petunjuk akan disarankan untuk mengganti kata sandi yang digunakan setelah instalasi selesai dilakukan. Dengn begitu, orang lain yang mencoba untuk mengakses kamera keamanan tidak akan bisa masuk kecuali mereka mengetahui kata sandi baru yang dipasang oleh pemilik.
Namun masih banyak di luar sana pemilik perangkat CCTV yang lupa atau tidak tahu cara untuk mengganti kata sandi untuk akses ke CCTV dan membiarkannya dalam pengaturan awal. Hal tersebut sangat berbahaya karena besar kemungkinan orang lain akan mengakses kamera yang menggunakannya untuk mengintai bagian dalam rumah pemilik. Maka dari itu sangat dianjurkan untuk mengubah kata sandi setelah instalasi selesai dilakukan.
Menggunakan Aplikasi Pihak Ketiga Yang Tidak Terjamin Keamanannya
Masih dapat ditemukan pemilik CCTV yang menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mengatur yang mengoperasikan perangkat mereka. Biasanya hal tersebut dilakukan karena iming-iming fitur yang ditawarkan yang tidak ada di aplikasi bawaan dari perangkat. Padahal dengan menggunakan aplikasi yang tidak resmi, dapat mengundang beberapa bahaya termasuk dicurinya informasi akses kamera pengawas yang mengakibatkan kamera yang diretas oleh orang lain.
Aplikasi resmi yang digunakan dapat mencegah hal tersebut untuk terjadi dan tentunya semua kemanan baik data dan juga file vidio sudah dijamin. Dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga yang tidak jelas asalnya dan sistem pengamanannya, pemilik CCTV beresiko untuk kehilangan privasi mereka ketika akses ke perangkat keamanan mereka diambil alih oleh orang lain yang tidak dikenal.
Kamera Menggunakan Sumber Internet Wi-Fi Yang Tidak Aman
Seperti yang sudah diketahui, kamera CCTV membutuhkan koneksi internet untuk dapat dipantau dan dikendalikan secara langsung. Namun, jaringan wifi yang menyediakan internet harus dipastikan tingkat keamanannya. Dalam hal ini, sebuah router wi-fi yang tidak dilengkapi dengan kata sandi yang kuat, atau wi-fi yang digunakan oleh banyak orang dapat berpotensi menjadi jalur yang digunakan untuk meretas kamera CCTV yang ada.
Dengan mendapatkan akses ke wifi yang digunakan untuk memberikan internet ke kamera pengawas, pengguna wifi juga secara tidak langsung mendapatkan akses untuk mengontrol kamera pengawas tersebut. Oleh sebab itu, sebagai pemilik CCTV, pastikan jaringan wifi yang digunakan merupakan jaringan yang aman dan dipastikan tidak dapat diakses oleh semua orang. Dengan begitu, keamanan dari perangkat dapat lebih terjamin.
Baca juga: 3 Cara Agar Password Wi-fi Tidak Mudah Dibobol – Optimaise
Cara Mengamankan CCTV Dari Ancaman Peretasan
Untuk menghindari perangkat keamanan menjadi senjata yang mengancam privasi pemilik, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Dengan banyaknya oknum yang mencoba untuk mengakses perangkat keamanan, sebagai pemilik hendaknya melakukan langkah-langkah prefentif untuk menjaga keamanan mereka sendiri dari tindak kejahatan siber yang semakin hari semakin marak terjadi dengan perkembangan teknologi yang ada.
Menggunakan Kata Sandi Yang Kuat Agar Susah Untuk Diakses Oleh Orang Lain
Sama seperti mengamankan akun media sosial dan juga perangkat internet seperti wifi, CCTV memerlukan sebuah kata sandi yang digunakan untuk mengakses perangkat tersebut secara langsung ataupun untuk mengambil data rekaman yang ada. Dengan menggunakan kata sandi yang kuat, pemilik dapat memastikan hanya orang orang tertentu yang dapat mengakses perangkat tersebut dan melakuka kontrol langsung terhadap perangkat tersebut.
Gunakan Aplikasi Resmi Yang Direkomendasikan Oleh Produsen
Hampir setiap brand CCTV memiliki aplikasi mereka sendiri untuk mengatur dan juga mengontrol perangkat kamera yang diproduksi. Aplikasi tersebut tentunya sudah didesain menyesuaikan dengan spesifikasi dan juga kebutuhan dari perangkat yang ada. Brand juga pastinya menjamin keamanan data dari pengguna yang menggunakan aplikasi dan juga alat mereka sehingga pemilik hanya butuh fokus untuk mengamankan tempat mereka dari tindak kejahatan tanpa harus memikirkan tentang keamanan alat yang sudah pasti terjamin.
Lakukan Pembaruan Firmware Secara Berkala
Setiap perangkat CCTV dilengkapi sebuah firmware yang digunakan untuk mengamankan perangkat dari ancaman pihak luar yang berusaha untuk mengakses perangkat secara ilegal. Namun seperi perangkat lunak pada umumnya, firmware juga harus rutin untuk diupdate. Update ini dilakukan untuk memastikan perangkat tersebut tetap bisa memastikan perangkat tidak mudah untuk dibobol oleh pihak lain.
Jika pemilik perangkat tidak tahu cara untuk mengupdate firmware tersebut, maka mereka bisa menghubungi teknisi untuk meminta bantuan. Teknisi kemudian akan datang ke rumah dan melakukan instalasi firmware terbaru untuk memastikan keamanan perangkat dan membuat pemilik CCTV lebih tenang dalam menggunakan perangkat yang sudah terinstal.
Pastikan Wi-Fi Yang Terhubung Ke Perangkat Sudah Aman
Sebelum menghubungkan perangkat ke jaringan internet, pastikan jaringan wifi sudah diamankan dan tidak dapat diakses oleh sembarangan orang. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan kata sandi yang kuat atau bahkan menyembunyikan SSID wifi agar tidak bisa ditemukan oleh orang lain. Cara ini sangat efektif untuk mencegah adanya perangkat lain yang dengan mudah terhubung dengan jaringa internet yang tersambung dengan CCTV.
Perangkat CCTV memang menjadi salah satu alat bantu yang dapat meningkatkan keamanan sebuah tempat dengan fitur perekaman vidio dan juga suara yang diberikan, Namun, jika perangkat tidak diatur dan dilengkapi dengan pengamanan yang benar, perangkat tersebut dapat menjadi sebuah ancaman privasi terhadap pemilik. Dengan CCTV yang aman, maka pemilik juga tidak perlu khawatir akan tindak pembobolan yang dapat terjadi,
Untuk anda yang sedang membutuhkan Jasa Penulisan Artikel, Optimaise dapat membantu anda dengan artikel berkualitas yang tentunya hasilnya memuaskan. Optimaise yang sudah dipercaya untuk membantu perkembangan bisnis selalu berusaha memberikan hasil terbaik bagi para kostumer
Anda juga dapat membaca Cara Mengembalikan akun Whatsapp sebagai tambahan informasi menarik untuk anda.

