Islam

Al Qasas Ayat 77: Menjaga Keseimbangan Dunia dan Akhirat dalam Satu Pesan Ilahi

Dwi

Al Qasas Ayat 77

Al Qasas ayat 77 menjadi sebuah nasihat untuk mengerjakan semuanya secara seimbang, perintah untuk mengejar akhirat tapi melarang untuk melupakan dunia. Sebuah kalimat yang bijak dan jarang sekali didalami oleh banyak orang.

Selama ini ada banyak umat Muslim yang hanya fokus untuk akhirat, seolah dunia ini tidak penting. Padahal, melalui Al Qasas ayat 77, Allah SWT memerintahkah manusia untuk menjalani hidup ini dengan seimbang.

Al Qasas ayat 77 hadir sebagai pengingat penting tentang cara menempatkan dunia dan akhirat secara proporsional. Ayat ini bukan sekadar nasihat moral, tetapi pedoman hidup yang sangat praktis—tentang bekerja, berbuat baik, menjaga lingkungan sosial, dan tidak berbuat kerusakan.

Pesannya sederhana, tetapi dalam: gunakan apa yang Allah berikan untuk mengejar akhirat, tanpa melupakan bagianmu di dunia.

Sekilas Tentang Al Qasas Ayat 77

sekilas Al Qasas Ayat 77
Al Qasas Ayat 77: Menjaga Keseimbangan Dunia dan Akhirat dalam Satu Pesan Ilahi 1

Al Qasas ayat 77 merupakan bagian dari Surah Al Qasas yang turun di Makkah dan banyak menceritakan kisah umat terdahulu, termasuk kisah Qarun. Ayat ini menjadi nasihat yang disampaikan kepada Qarun, seorang yang dikenal sangat kaya namun sombong.

Isi ayatnya menekankan empat prinsip utama:

  • Menggunakan harta untuk meraih akhirat
  • Tidak melupakan kebutuhan dunia
  • Berbuat baik kepada sesama
  • Tidak membuat kerusakan di bumi

Keempat poin ini menunjukkan bahwa Islam tidak memisahkan spiritualitas dan kehidupan sosial.

Baca Juga: Memahami Makna “Kun Fayakun” dalam Yasin Ayat 82: Ketika Kehendak Allah Tak Terbatas oleh Apa Pun

Keutamaan Al Qasas Ayat 77

keutamaan Al Qasas Ayat 77
Al Qasas Ayat 77: Menjaga Keseimbangan Dunia dan Akhirat dalam Satu Pesan Ilahi 2

Ayat ini sering dijadikan rujukan dalam pembahasan etika harta dan kehidupan sosial. Keutamaannya terletak pada keseimbangan nilai yang diajarkan.

Beberapa hikmah dari ayat ini:

  • Mengingatkan bahwa harta adalah amanah
  • Mengajarkan keseimbangan dunia-akhirat
  • Menanamkan tanggung jawab sosial
  • Menghindarkan manusia dari kesombongan
  • Menguatkan konsep bahwa kebaikan harus berdampak pada orang lain

Ayat ini sangat relevan bagi siapa saja yang sedang mengejar kesuksesan, bekerja, atau membangun kehidupan.

Bacaan Al Qasas Ayat 77

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ ۝٧٧

wabtaghi fîmâ âtâkallâhud-dâral-âkhirata wa lâ tansa nashîbaka minad-dun-yâ wa aḫsing kamâ aḫsanallâhu ilaika wa lâ tabghil-fasâda fil-ardl, innallâha lâ yuḫibbul-mufsidîn

Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Tafsir Al Qasas Ayat 77

Ayat ini merupakan nasihat yang disampaikan kepada Qarun agar tidak tenggelam dalam kesombongan karena kekayaan.

Bagian pertama, “carilah dengan apa yang telah Allah berikan kepadamu negeri akhirat”, menegaskan bahwa harta seharusnya menjadi sarana ibadah, bukan tujuan utama.

Selanjutnya, “janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia” menunjukkan bahwa Islam tidak melarang menikmati kehidupan dunia. Makan, bekerja, berkeluarga, dan hidup layak adalah bagian dari kehidupan yang diakui.

Kemudian, “berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu” mengajarkan tanggung jawab moral. Kebaikan yang diterima harus mengalir menjadi kebaikan bagi orang lain.

Terakhir, larangan membuat kerusakan di bumi menegaskan bahwa kekuasaan dan harta tidak boleh digunakan untuk menindas atau merusak.

Ayat ini menjadi fondasi etika sosial dalam Islam.

Kisah Turunnya Al Qasas Ayat 77 (Asbabun Nuzul)

Ayat ini berkaitan erat dengan kisah Qarun. Ia adalah seorang dari kaum Nabi Musa yang diberi kekayaan luar biasa. Namun, kekayaan itu membuatnya sombong.

Ketika dinasihati agar menggunakan hartanya untuk kebaikan dan tidak berbuat kerusakan, Qarun menolak. Ia merasa semua yang dimiliki adalah hasil usahanya sendiri.

Al Qasas ayat 77 hadir sebagai nasihat langsung kepadanya—agar kekayaan tidak menjauhkan manusia dari Allah dan tanggung jawab sosial.

Kisah ini menjadi pelajaran bahwa kesuksesan materi tanpa kesadaran spiritual dapat menjerumuskan.

Panduan Mengamalkan Nilai Al Qasas Ayat 77 dalam Kehidupan Sehari-Hari

Nilai ayat ini sangat praktis dan bisa diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan.

Menjadikan pekerjaan sebagai ibadah
Bekerja bukan sekadar mencari uang, tetapi mencari ridha Allah.

Berbagi dengan sesama
Sebagian rezeki adalah hak orang lain.

Menjaga keseimbangan hidup
Tidak terlalu mengejar dunia hingga melupakan akhirat.

Menghindari kesombongan
Menyadari bahwa semua berasal dari Allah.

Menjaga lingkungan sosial
Tidak merusak, tidak menipu, tidak menyakiti orang lain.

Ayat ini mengajarkan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya soal apa yang dimiliki, tetapi bagaimana memanfaatkannya.

Baca Juga: Mengenal Surah Al Baqarah Lebih Dekat dan Pelajaran Hidup dari Kisah Bani Israil

Tanya Jawab Seputar Al Qasas Ayat 77

Apa inti pesan Al Qasas ayat 77?
Menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Apakah Islam melarang mencari kekayaan?
Tidak. Kekayaan diperbolehkan selama digunakan dengan benar.

Mengapa ayat ini dikaitkan dengan Qarun?
Karena menjadi nasihat bagi seseorang yang kaya namun sombong.

Apa makna “tidak membuat kerusakan di bumi”?
Tidak menindas, tidak merusak lingkungan, dan tidak menyalahgunakan kekuasaan.

Bagaimana cara mengamalkannya?
Dengan bekerja jujur, berbagi, menjaga moral, dan tidak berlebihan.

Al Qasas ayat 77 terasa sangat relevan dengan kehidupan modern. Banyak orang berlomba mengejar kesuksesan, tetapi lupa menanyakan: untuk apa semua ini?

Ayat ini tidak melarang seseorang menjadi kaya. Tidak juga menyuruh meninggalkan dunia. Ia hanya menempatkan dunia pada posisinya: sebagai sarana, bukan tujuan.

Ketika harta dipakai untuk membantu orang lain, bekerja dilakukan dengan jujur, dan kesuksesan tidak membuat lupa diri—di situlah ayat ini benar-benar hidup.

Sama halnya dengan pembahasan kami terkait Surat Yasin lengkap 83 ayat kursi, Pesan terpentingnya adalah keseimbangan. Dunia tidak ditinggalkan, akhirat tidak dilupakan.

Dan di antara keduanya, manusia belajar menjadi hamba yang bersyukur, rendah hati, dan bermanfaat.

Terakhir, bagi Anda yang sedang mencari Digital Agency Malang, yang memiliki layanan Jasa Penulisan Artikel profesional, maka Optimaise, adalah pilihan yang tepat. Tidak hanya menawarkan layanan jasa penulisan artikel terbaik, tapi juga jasa SEO yang siap membantu website milik Anda masuk peringkat satu mesin pencari!

Baca Juga

Optimaise