Kesehatan

8 Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah Secara Bertahap dan Aman

Tiara Motik

8 Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah Secara Bertahap dan Aman

Bruntusan sering muncul tanpa disadari, lalu tiba-tiba membuat permukaan kulit kamu terasa tidak rata saat disentuh. Situasi ini kerap memicu keinginan untuk mencoba berbagai produk dalam waktu singkat.

Padahal, cara menghilangkan bruntusan di wajah tidak bisa dilakukan secara instan. Kamu perlu langkah yang terstruktur, lembut, dan konsisten agar kulit tidak semakin sensitif. Menariknya, kondisi ini juga berkaitan dengan pola hidup yang kamu jalani sehari-hari.

Perubahan pola makan dan stres bisa ikut memengaruhi keseimbangan kulit. Karena itu, solusi terbaik adalah pendekatan yang menyeluruh dan bertahap.

Apa Itu Bruntusan?

Apa Itu Bruntusan?
Apa Itu Bruntusan?

Bruntusan adalah kondisi munculnya bintik-bintik kecil pada permukaan kulit, biasanya berwarna sama dengan warna kulit atau sedikit kemerahan.

Berbeda dengan jerawat yang meradang, bruntusan cenderung tidak bernanah, tetapi membuat tekstur wajah terasa kasar saat disentuh.

Area yang paling sering mengalami bruntusan antara lain:

  1. Dahi
  2. Pipi
  3. Dagu
  4. Area rahang
  5. Sekitar hairline

Secara umum, bruntusan terjadi karena pori-pori kamu tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, atau sisa produk. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa dipicu oleh reaksi kulit terhadap skincare yang tidak cocok atau perubahan hormon.

Baca juga: Cara Mengatasi Asam Lambung Naik, Atasi Heartburn dan Refluks

Penyebab Bruntusan di Wajah

Penyebab Bruntusan di Wajah
Penyebab Bruntusan di Wajah

Sebelum kamu fokus mencari cara menghilangkan bruntusan di wajah, penting untuk memahami apa yang sebenarnya menjadi pemicunya. Bruntusan bukan muncul tanpa alasan.

Kondisi ini biasanya terjadi karena kombinasi faktor dari luar dan dalam tubuh kamu. Jika penyebabnya tidak dikenali, perawatan yang kamu lakukan bisa kurang efektif.

Secara umum, ini beberapa penyebab bruntusan yang paling sering terjadi:

  1. Pori-pori tersumbat akibat penumpukan minyak (sebum), kotoran, dan sel kulit mati.
  2. Produksi minyak berlebih, terutama pada kulit berminyak dan kombinasi.
  3. Skincare yang tidak cocok, terutama produk yang terlalu berat atau bersifat komedogenik.
  4. Kurang maksimal membersihkan wajah, misalnya tidak melakukan double cleansing setelah memakai makeup atau sunscreen.
  5. Perubahan hormon, yang bisa dipicu oleh stres, kurang tidur, atau pola makan tidak seimbang.

Selain itu, kebiasaan sederhana seperti sering menyentuh wajah atau jarang mengganti sarung bantal juga dapat memperparah kondisi kulit kamu.

Memahami faktor-faktor ini membantu kamu menentukan cara menghilangkan bruntusan yang tepat, sehingga cara menghilangkan bruntusan di wajah yang kamu lakukan bisa lebih terarah dan memberikan hasil yang optimal.

Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah dengan Berbagai Metode

Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah dengan Berbagai Metode
Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah dengan Berbagai Metode

Pernah merasa wajah kamu tiba-tiba terasa kasar saat diraba, padahal tidak ada jerawat besar yang terlihat? Bruntusan memang sering datang tanpa “peringatan” dan membuat kamu bingung harus mulai dari mana.

Membahas cara menghilangkan bruntusan di wajah tidak cukup hanya soal ganti skincare, tetapi juga soal kebiasaan harian yang kamu jalani. Pola makan tinggi gula, kurang tidur, hingga stres bisa menjadi pemicunya.

Bahkan saat kamu sedang fokus menjalankan diet, perubahan pola makan dan hormon dapat ikut memengaruhi kondisi kulit. Karena itu, kamu perlu pendekatan yang lebih menyeluruh agar hasilnya benar-benar terasa.

Bersihkan Wajah dengan Teknik Double Cleansing

Kalau kamu merasa sudah rajin mencuci muka tetapi bruntusan tetap muncul, bisa jadi cara membersihkan wajahmu belum maksimal.

Double cleansing bukan sekadar tren skincare, melainkan metode pembersihan dua tahap yang membantu mengangkat kotoran secara menyeluruh.

Teknik ini sangat penting, terutama jika kamu rutin memakai sunscreen, makeup, atau sering beraktivitas di luar ruangan.

Double cleansing membantu memastikan pori-pori kamu benar-benar bersih sehingga risiko penyumbatan bisa diminimalkan.

Ini menjadi langkah dasar yang penting sebelum kamu mencoba berbagai cara menghilangkan bruntusan di wajah lainnya.

Seperti ini tahapannya:

  1. Gunakan cleansing oil atau micellar water untuk melarutkan makeup, sunscreen, dan minyak berlebih.
  2. Lanjutkan dengan facial wash sesuai jenis kulit kamu untuk membersihkan sisa kotoran.

Pastikan kamu tidak menggosok wajah terlalu keras karena bisa merusak skin barrier. Dengan pembersihan yang tepat dan konsisten, double cleansing bisa menjadi fondasi efektif dalam rangkaian cara menghilangkan bruntusan di wajah yang kamu jalani.

Lakukan Eksfoliasi Secara Rutin

Kalau tekstur kulit kamu terasa kasar dan tidak rata, kemungkinan besar ada penumpukan sel kulit mati di permukaannya. Di sinilah eksfoliasi berperan penting.

Proses ini membantu mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori-pori, sehingga kulit tampak lebih halus dan risiko bruntusan bisa berkurang.

Tanpa eksfoliasi yang tepat, berbagai cara menghilangkan bruntusan di wajah yang kamu lakukan mungkin tidak akan memberikan hasil maksimal.

Eksfoliasi sebaiknya dilakukan secara rutin, tetapi tetap terkontrol. Kamu tidak perlu melakukannya setiap hari, karena terlalu sering justru bisa merusak lapisan pelindung kulit. Ini pilihan metode eksfoliasi yang bisa kamu pertimbangkan:

  1. Chemical exfoliation (AHA/BHA) untuk membantu membersihkan pori secara lebih mendalam.
  2. Toner eksfoliasi ringan yang cocok untuk pemula.
  3. Physical scrub lembut maksimal 1–2 kali seminggu.

Perhatikan juga reaksi kulit kamu setelah eksfoliasi. Jika muncul kemerahan berlebihan atau perih, kurangi frekuensinya.

Gunakan Kandungan Aktif yang Tepat

Tidak semua produk skincare mampu bekerja efektif untuk mengatasi bruntusan. Jika kamu asal memilih tanpa memahami kandungannya, hasilnya bisa kurang optimal atau bahkan memperparah kondisi kulit.

Karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali bahan aktif yang memang diformulasikan untuk membantu membersihkan pori, mengontrol minyak, dan menenangkan kulit.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam rangkaian cara menghilangkan bruntusan di wajah yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan kulit kamu.

Ini beberapa kandungan aktif yang bisa kamu pertimbangkan:

  1. Salicylic Acid (BHA): membantu membersihkan pori hingga ke dalam dan mengurangi sumbatan.
  2. Niacinamide: mengontrol produksi minyak sekaligus memperkuat skin barrier.
  3. Centella Asiatica: menenangkan kulit yang mengalami iritasi ringan akibat bruntusan.
  4. Tea Tree Extract: memiliki sifat antibakteri ringan yang membantu menjaga kebersihan kulit.

Saat menggunakan bahan aktif, pastikan kamu tidak mengombinasikan terlalu banyak sekaligus. Mulailah secara bertahap dan amati respons kulit kamu.

Hindari Produk yang Terlalu Berat

Sering kali kamu merasa semakin tebal tekstur skincare, semakin efektif pula hasilnya. Padahal, untuk kulit yang rentan bruntusan, produk yang terlalu berat justru bisa menjadi pemicu utama penyumbatan pori.

Krim dengan konsistensi sangat rich atau berminyak dapat “mengunci” kotoran dan sebum di dalam pori-pori, sehingga tekstur kulit semakin tidak rata.

Karena itu, memilih formulasi yang tepat merupakan bagian penting dari rangkaian cara menghilangkan bruntusan di wajah yang perlu kamu perhatikan.

Agar lebih aman, perhatikan beberapa hal ini:

  1. Pilih produk berlabel non-comedogenic, artinya tidak mudah menyumbat pori.
  2. Gunakan tekstur ringan (gel atau lotion) terutama jika kulit kamu berminyak atau kombinasi.
  3. Hindari layering berlebihan, karena terlalu banyak lapisan produk bisa membebani kulit.
  4. Perhatikan reaksi kulit setelah pemakaian, jika terasa semakin berminyak atau muncul bintik baru, evaluasi kembali produknya.

Perhatikan Pola Makan

Banyak orang fokus pada skincare, tetapi lupa bahwa kondisi kulit juga dipengaruhi dari dalam tubuh. Apa yang kamu konsumsi setiap hari dapat berdampak langsung pada produksi minyak, peradangan, hingga keseimbangan hormon.

Jika pola makan tidak terkontrol, bruntusan bisa lebih mudah muncul meskipun kamu sudah menjalankan berbagai cara menghilangkan bruntusan di wajah dari luar.

Untuk membantu menjaga kesehatan kulit, kamu bisa mulai dengan langkah sederhana ini:

  1. Kurangi konsumsi gula berlebihan, karena dapat memicu lonjakan insulin yang meningkatkan produksi minyak.
  2. Batasi makanan tinggi lemak jenuh dan gorengan, yang berpotensi memperburuk kondisi kulit.
  3. Perbanyak sayur dan buah, terutama yang kaya antioksidan untuk membantu melawan peradangan.
  4. Minum air putih yang cukup, minimal 2 liter per hari agar hidrasi kulit tetap terjaga.

Pola makan yang seimbang membantu tubuh kamu bekerja lebih optimal, termasuk dalam proses regenerasi kulit.

Kelola Stres dengan Baik

Tanpa kamu sadari, stres bisa menjadi pemicu utama munculnya bruntusan. Saat kamu berada dalam tekanan, tubuh akan meningkatkan produksi hormon kortisol. Hormon ini dapat merangsang kelenjar minyak bekerja lebih aktif, sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.

Inilah sebabnya, meskipun kamu sudah mencoba berbagai cara menghilangkan bruntusan di wajah, hasilnya bisa kurang maksimal jika stres tidak dikelola dengan baik.

Mengelola stres bukan berarti kamu harus menghindari semua masalah, tetapi belajar menyeimbangkan respons tubuh terhadap tekanan. Beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan:

  1. Tidur cukup 7–8 jam setiap malam, karena regenerasi kulit terjadi saat kamu beristirahat.
  2. Olahraga ringan secara rutin, seperti jalan santai atau yoga untuk membantu menurunkan hormon stres.
  3. Latihan pernapasan atau meditasi, agar pikiran lebih tenang.
  4. Batasi begadang dan screen time berlebihan, terutama sebelum tidur.

Ketika stres lebih terkendali, produksi minyak di kulit kamu juga cenderung lebih stabil.

Jangan Sering Menyentuh Wajah

Kebiasaan kecil seperti menyentuh wajah sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar terhadap kondisi kulit kamu. Tangan merupakan salah satu media penyebaran bakteri dan kotoran.

Saat kamu menyentuh dahi, pipi, atau dagu tanpa sadar, bakteri tersebut bisa berpindah dan memperparah penyumbatan pori.

Inilah alasan mengapa berbagai cara menghilangkan bruntusan di wajah tidak akan efektif jika kebiasaan ini masih terus dilakukan.

Selain itu, menyentuh atau memencet bruntusan dapat menyebabkan iritasi dan peradangan ringan yang justru memperburuk tekstur kulit. Agar lebih terkontrol, kamu bisa menerapkan beberapa langkah ini:

  1. Hindari menopang dagu atau pipi dengan tangan saat duduk.
  2. Pastikan tangan dalam kondisi bersih sebelum menyentuh wajah, misalnya saat mengaplikasikan skincare.
  3. Jangan memencet bruntusan, karena bisa meninggalkan bekas dan memperluas iritasi.
  4. Rutin membersihkan layar ponsel, karena permukaannya juga menyimpan banyak bakteri.

Konsultasi ke Dokter Kulit Jika Perlu

Ada kalanya bruntusan tidak kunjung membaik meskipun kamu sudah rutin membersihkan wajah, mengganti produk, dan menjaga pola hidup.

Jika kondisi ini berlangsung lebih dari beberapa minggu atau justru semakin parah, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu membutuhkan evaluasi profesional.

Tidak semua bruntusan memiliki penyebab yang sama, sehingga penanganannya pun harus disesuaikan dengan diagnosis yang tepat.

Dalam situasi seperti ini, berbagai cara menghilangkan bruntusan di wajah yang kamu lakukan sendiri mungkin belum cukup efektif.

Dokter kulit dapat membantu kamu dengan:

  1. Menganalisis jenis bruntusan, apakah akibat komedo tertutup, fungal acne, dermatitis, atau reaksi alergi.
  2. Memberikan resep obat topikal atau oral sesuai kondisi kulit kamu.
  3. Menyarankan perawatan klinis tertentu, seperti peeling medis jika diperlukan.
  4. Membantu menyusun rutinitas skincare yang lebih terarah dan aman.

Baca juga: Estimasi Kalori Main Padel dalam 1 Jam Permainan

Kesalahan yang Harus Kamu Hindari

Saat berusaha memperbaiki tekstur kulit, kamu mungkin tergoda untuk mencoba banyak cara sekaligus agar hasilnya cepat terlihat. Padahal, pendekatan yang terburu-buru justru bisa memperparah bruntusan.

Alih-alih membaik, kulit kamu bisa menjadi lebih sensitif, iritasi, bahkan meradang. Karena itu, penting untuk mengenali kesalahan umum yang sering terjadi agar rangkaian cara menghilangkan bruntusan di wajah yang kamu lakukan tetap aman dan efektif.

Ini beberapa kesalahan yang sebaiknya kamu hindari:

  1. Terlalu sering mengganti produk skincare, sehingga kulit tidak punya waktu beradaptasi.
  2. Menggunakan terlalu banyak bahan aktif sekaligus, yang bisa merusak skin barrier.
  3. Eksfoliasi berlebihan, dengan harapan tekstur cepat halus.
  4. Memencet atau menggaruk bruntusan, yang berisiko menimbulkan bekas.
  5. Tidak konsisten dalam perawatan, hanya rajin beberapa hari lalu berhenti.

Kulit membutuhkan waktu untuk beregenerasi, biasanya sekitar 3–4 minggu. Jadi, bersabarlah dan fokus pada rutinitas yang stabil.

Kamu tidak cukup hanya mengandalkan satu produk, tetapi perlu memperhatikan kebersihan kulit, pemilihan kandungan aktif, pola makan, hingga manajemen stres. Saat kamu konsisten menjalankan perawatan yang tepat, kulit akan beregenerasi dengan lebih optimal dan teksturnya perlahan membaik.

Bagi kamu yang mengelola website atau brand di bidang kecantikan dan ingin kontenmu lebih mudah ditemukan di mesin pencari, Optimaise sebagai digital marketing agency Malang menyediakan jasa backlink untuk membantu meningkatkan otoritas dan performa SEO secara strategis.

Setelah membaca pembahasan ini, sempatkan juga untuk menikmati artikel dongeng sebelum tidur sebagai bacaan ringan yang bisa menemani waktu istirahat kamu.

Optimaise