Cegukan bisa datang tanpa peringatan dan terasa sangat mengganggu, apalagi saat kamu sedang berbicara di depan orang lain atau menikmati makanan favorit.
Meskipun umumnya tidak berbahaya, kontraksi tiba-tiba pada diafragma ini sering membuat kamu tidak nyaman dan sulit fokus.
Untungnya, ada beberapa cara menghilangkan cegukan yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah tanpa perlu bantuan medis.
Dengan memahami pemicunya dan menerapkan cara menghilangkan cegukan yang tepat, kamu dapat menghentikan bunyi “hik” yang mengganggu hanya dalam beberapa menit secara praktis dan aman.
Table of Contents
Penyebab Cegukan yang Perlu Kamu Ketahui

Cegukan terjadi ketika diafragma berkontraksi secara tiba-tiba dan tidak terkendali. Kontraksi ini memicu penutupan pita suara secara cepat sehingga muncul bunyi “hik” yang khas.
Meski sering dianggap sepele, memahami penyebabnya penting agar kamu bisa menentukan cara menghilangkan cegukan yang tepat dan efektif.
Berikut beberapa penyebab umum yang perlu kamu perhatikan:
- Makan terlalu cepat: saat kamu makan terburu-buru, udara ikut tertelan dan membuat lambung mengembang.
- Minuman bersoda: gas dalam minuman dapat menekan diafragma.
- Makanan pedas atau terlalu panas: bisa mengiritasi saraf yang mengontrol diafragma.
- Perubahan suhu mendadak: misalnya minum es setelah makanan panas.
- Stres atau emosi berlebihan: respons emosional juga dapat memicu kontraksi diafragma.
Selain itu, cegukan juga bisa muncul akibat refluks asam lambung atau gangguan ringan pada sistem pencernaan. Jika kamu sering mengalaminya, penting untuk mengenali pola pemicunya.
Baca juga: 7 Manfaat Infused Water untuk Kesehatan
Cara Menghilangkan Cegukan Secara Alami

Cegukan sering muncul tiba-tiba dan terasa mengganggu, terutama saat kamu sedang berbicara, makan, atau beraktivitas penting.
Meski umumnya tidak berbahaya, sensasi kontraksi berulang pada diafragma bisa membuat tidak nyaman dan sulit berkonsentrasi.
Karena itu, mengetahui cara menghilangkan cegukan secara alami menjadi solusi praktis yang bisa langsung kamu terapkan tanpa obat. Beberapa metode sederhana bahkan bisa dilakukan dalam hitungan menit di rumah.
Menahan Napas Selama Beberapa Detik
Salah satu metode paling sederhana dan sering efektif untuk menghilangkan cegukan adalah menahan napas. Teknik ini bekerja dengan meningkatkan kadar karbon dioksida dalam darah.
Ketika kadar karbon dioksida naik, diafragma, otot yang berperan dalam proses pernapasan, cenderung menjadi lebih rileks. Kondisi ini membantu menghentikan kontraksi tiba-tiba yang menyebabkan cegukan.
Jika kamu ingin mencoba teknik ini, lakukan dengan langkah ini:
- Tarik napas dalam-dalam melalui hidung.
- Tahan napas selama 10–20 detik (atau selama kamu masih merasa nyaman).
- Hembuskan perlahan melalui mulut.
- Ulangi 2–3 kali bila cegukan belum berhenti.
Pastikan kamu melakukannya dalam posisi duduk agar lebih stabil dan nyaman. Hindari memaksakan diri menahan napas terlalu lama, terutama jika kamu memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Metode ini sering menjadi pilihan pertama karena praktis dan bisa dilakukan kapan saja tanpa alat bantu. Dalam banyak kasus, cegukan akan berhenti hanya dengan satu atau dua kali percobaan.
Minum Air Putih Secara Perlahan
Minum air putih merupakan salah satu cara sederhana yang cukup efektif untuk menghilangkan cegukan. Saat kamu menelan air secara perlahan dan terkontrol, saraf vagus, saraf yang terhubung dengan diafragma, akan terstimulasi.
Rangsangan ini membantu menormalkan kembali kontraksi diafragma yang sebelumnya tidak terkendali.
Metode ini cocok dilakukan ketika cegukan muncul setelah kamu makan terlalu cepat, menelan udara berlebihan, atau mengonsumsi minuman bersoda. Air membantu “menenangkan” iritasi ringan pada tenggorokan maupun lambung.
Berikut cara yang bisa kamu coba:
- Siapkan satu gelas air putih suhu ruang.
- Minum sedikit demi sedikit tanpa jeda berbicara.
- Fokus pada ritme menelan yang stabil dan tenang.
- Alternatif lain, kamu bisa menahan napas lalu minum beberapa teguk sekaligus.
Hindari minum terlalu cepat karena justru bisa menambah udara yang masuk ke lambung. Jika dilakukan dengan benar, cegukan biasanya mereda dalam beberapa menit. Cara ini aman, praktis, dan bisa kamu lakukan kapan saja tanpa risiko efek samping.
Menelan Gula Pasir
Menelan gula pasir termasuk metode tradisional yang cukup populer untuk menghilangkan cegukan. Meski terdengar sederhana, cara ini dipercaya efektif karena butiran gula dapat merangsang ujung saraf di bagian belakang tenggorokan. Rangsangan tersebut membantu “mengalihkan” refleks saraf yang memicu kontraksi diafragma.
Ketika saraf vagus mendapatkan stimulasi baru, pola kontraksi yang tidak teratur bisa kembali stabil. Itulah sebabnya beberapa orang merasakan cegukan berhenti tak lama setelah mencoba cara ini.
Berikut langkah yang bisa kamu lakukan:
- Ambil satu sendok teh gula pasir.
- Letakkan di atas lidah tanpa dikunyah.
- Telan perlahan hingga habis.
- Tunggu beberapa saat untuk melihat reaksinya.
Jika cegukan belum berhenti, kamu boleh mengulang sekali lagi. Tapi, metode ini sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering, terutama jika kamu memiliki masalah gula darah seperti diabetes.
Walaupun belum sepenuhnya dijelaskan secara ilmiah, banyak orang melaporkan hasil yang cukup efektif. Cara ini praktis dan bisa menjadi alternatif ketika metode lain belum berhasil.
Bernapas Menggunakan Kantong Kertas
Teknik bernapas menggunakan kantong kertas bertujuan untuk meningkatkan kadar karbon dioksida dalam darah.
Saat kadar karbon dioksida naik secara terkontrol, diafragma cenderung menjadi lebih rileks dan kontraksi yang menyebabkan cegukan bisa berhenti.
Metode ini bekerja dengan prinsip sederhana, kamu menghirup kembali sebagian udara yang sudah dihembuskan. Tapi, penting dilakukan dengan benar agar tetap aman.
Ini langkah yang bisa kamu praktikkan:
- Gunakan kantong kertas, bukan kantong plastik.
- Tempelkan kantong menutupi mulut dan hidung.
- Bernapaslah perlahan masuk dan keluar selama 5–10 kali tarikan napas.
- Hentikan segera jika kamu merasa pusing atau tidak nyaman.
Metode ini tidak disarankan jika kamu memiliki gangguan jantung, asma, atau masalah pernapasan lainnya. Jangan lakukan terlalu lama karena bisa menyebabkan kekurangan oksigen.
Jika dilakukan dengan tepat dan singkat, teknik ini sering membantu menghilangkan cegukan yang cukup membandel. Prinsip utamanya adalah menstabilkan kembali ritme pernapasan agar diafragma kembali bekerja normal.
Memeluk Lutut ke Dada
Memeluk lutut ke dada adalah teknik sederhana yang bertujuan memberi tekanan ringan pada area perut dan diafragma. Tekanan ini membantu merilekskan kontraksi otot yang tidak terkendali sehingga cegukan bisa mereda.
Posisi tubuh tertentu memang dapat memengaruhi kerja diafragma karena otot ini berada tepat di antara rongga dada dan perut.
Jika kamu ingin mencoba metode ini, lakukan dengan langkah ini:
- Duduk di lantai atau permukaan datar yang nyaman.
- Tekuk kedua lutut ke arah dada.
- Peluk lutut menggunakan kedua tangan.
- Tahan posisi tersebut selama 1–2 menit sambil bernapas perlahan.
Fokuslah pada napas yang stabil dan dalam agar efek relaksasinya lebih maksimal. Tekanan lembut pada perut membantu mengurangi iritasi saraf yang memicu cegukan.
Metode ini relatif aman dan bisa kamu lakukan kapan saja, terutama ketika cegukan muncul setelah makan terlalu banyak atau merasa kembung.
Jika setelah beberapa menit cegukan belum berhenti, kamu bisa mengombinasikannya dengan teknik pernapasan dalam untuk hasil yang lebih efektif.
Mengatur Pola Makan
Mengatur pola makan merupakan langkah preventif yang sering diabaikan, padahal berperan besar dalam mencegah cegukan berulang.
Banyak kasus cegukan terjadi karena lambung terlalu penuh, mengembang akibat udara berlebih, atau teriritasi oleh jenis makanan tertentu.
Ketika kondisi ini terjadi, diafragma menjadi lebih mudah terstimulasi dan akhirnya berkontraksi secara tiba-tiba.
Agar kamu bisa meminimalkan risiko tersebut, perhatikan beberapa kebiasaan ini:
- Makan secara perlahan dan kunyah makanan hingga halus.
- Hindari makan dalam porsi besar sekaligus.
- Batasi konsumsi minuman bersoda yang mengandung gas.
- Kurangi makanan terlalu pedas, asam, atau sangat panas.
- Jangan langsung berbaring setelah makan.
Selain mencegah cegukan, pola makan teratur juga membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan secara menyeluruh.
Ketika kamu makan dengan ritme yang stabil dan porsi seimbang, tekanan pada lambung menjadi lebih terkendali sehingga diafragma tidak mudah teriritasi.
Baca juga: Apa itu NPD Disorder? Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
Kapan Harus Waspada?

Sebagian besar cegukan bersifat sementara dan akan hilang dalam hitungan menit. Tapi, kamu tetap perlu waspada jika durasinya lebih lama atau disertai gejala lain.
Dalam dunia medis, cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam disebut persistent hiccups, dan ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem saraf, pencernaan, atau metabolisme.
Ini kondisi yang perlu kamu perhatikan:
- Cegukan berlangsung lebih dari 2 hari tanpa henti.
- Disertai nyeri dada atau perut hebat.
- Menyebabkan kamu sulit makan, minum, atau tidur.
- Muncul setelah cedera kepala.
- Disertai muntah, demam, atau gangguan pernapasan.
Cegukan yang berkepanjangan bisa berkaitan dengan refluks asam lambung (GERD), gangguan saraf vagus, infeksi, hingga efek samping obat tertentu.
Jika kamu mengalami salah satu tanda di atas, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Intinya, cegukan sesekali memang normal. Tetapi ketika frekuensi dan durasinya tidak wajar, kamu tidak boleh mengabaikannya. Evaluasi lebih dini membantu mencegah komplikasi dan memastikan tidak ada masalah kesehatan yang lebih serius.
Menariknya, pola komunikasi yang jelas seperti ini juga penting dalam dunia digital. Informasi yang terstruktur, relevan, dan mudah dipahami akan lebih dipercaya pembaca.
Di sinilah peran Optimaise sebagai digital agency Malang yang menyediakan jasa press release untuk membantu brand menyampaikan pesan secara strategis, bukan sekadar informatif tetapi juga berdampak.
Kalau kamu ingin membaca konten yang lebih ringan dan hangat setelah topik kesehatan ini, sempatkan juga menyimak artikel dongeng pendek anak SD yang sarat pesan moral dan cocok dibacakan bersama keluarga.





