Whatsapp masih menjadi pilihan utama untuk mayoritas masyarakat untuk bertukar pesan dan melakukan panggilan suara dan juga video. Banyaknya pengguna yang berasal dari bebagai kelompok umur dan kalangan juga membuat platform ini menjadi pilihan utama untuk melakukan komunikasi dengan orang lain baik secara individu dan juga bersama banyak orang melalui grup yang dapat dibuat di dalam aplikasi.
Dengan banyaknya pesan yang dikirim dan juga diterima oleh pengguna aplikasi, maka banyak juga data dan informasi pribadi yang tersimpan di dalamnya. Pesan pribadi hingga dokumen dan juga foto dan video banyak tersimpan di dalam sistem aplikasi yang ada di dalam perangkat yang digunakan. Oleh sebab itu, Whatsapp sebagai aplikasi yang digunakan setiap hari harus tetap dilindungi keamanannya oleh pengguna.
Keamanan yang dimaksud disini adalah keamanan akun dan juga apa saja yang dapat mengancam. Ancaman seperti bocornya privasi hingga bocornya dokumen penting yang dikirim melalui Whatsapp dapat mengancam siapa saja yang menyepelekan keamanan digital dari platform berbagi pesan yang digunakan hampir semua orang ini. Untuk itu, inilah beberapa hal yang harus diperhatikan agar akun tidak mudah terkompromi oleh pihak lain baik sengaja maupun tidak.
Table of Contents
Hal Yang Mengakibatkan Akun Whatsapp Terkompromi

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan akun Whatsapp terkompromi dan diakses oleh orang lain. Salah satunya adalah kelalaian pemilik akun yang tidak mengamankan akunnya secara benar. Jika akun sampai terkompromi dan diakses oleh orang lain, banyak sekali dampak yang akan terjadi, mulai dari dampak ringan seperti rasa malu karena pesan pribadi dibaca oleh orang lain, hingga dampak besar seperti bocornya dokumen penting yang harusnya bersifat rahasia.
Beberapa hal yang akan disebutkan di bawah ini kemungkinan besar dapat menyebabkan akun Whatsapp terkompromi dan haru benar-benar diperhatikan oleh pemilik akun.
Kartu SIM Yang Digunakan Sudah Lama Tidak Aktif
Satu hal yang seringkali mudah dilupakan oleh pengguna Whatsapp adalah mereka mendaftarkan akun mereka dengan nomor telepon. Seperti yang kita tahu, nomor telepon didapatkan melalui kartu SIM yang memiliki masa aktif yang harus secara rutin diaktifkan untuk menghindari nomor dan kartu SIM tersebut dari masa kadaluarsa atau masa tenggang. Hal tersebut bisa dilakukan dengan rutin mengisi pulsa jika masa aktif sudah akan habis atau saat membeli paket data.
Nomor yang terlalu lama dalam masa tenggang dapat didaur ulang oleh penyedia layanan yang mengeluarkan kartu SIM. Jika nomor yang didaur ulang ternyata telah memiliki akun Whatsapp yang aktif, maka akun tersebut akan berpindah tangan kepada orang yang membeli nomor daur ulang tersebut. Masalah yang sering terjadi adalah, pembeli nomor tidak mengetahui dan tidak ada indikator apapun jika nomor tersebut telah didaur ulang.
Jika hal tersebut sampai terjadi, maka pemiliki lama nomor tersebut akan kehilangan akun mereka karena mereka tidak bisa meneriman kode OTP yang hanya bisa didapatkan melalui pesan SMS. Dan jika akun sampai digunakan oleh orang lain, maka semua pesan dan juga grup akan dapat diakses oleh pemilik baru nomor telepon.
Fitur Linked Device Yang Terhubung Dengan Komputer Yang Digunakan Oleh Banyak Orang
Linked device mungkin merupakan salah satu fitur yang paling banyak digunakan untuk membantu mempermudah pekerjaan. Karena pengguna Whatsapp dapat mengakses pesan mereka menggunakan perangkat lain saat dan mencegah dari distraksi yang dapat disebabkan oleh ponsel saat bekerja. Namun, fitur tersebut juga dapat menjadi sebuah bumerang jika pengguna lalai dalam menggunakannya.
Seringkali, pengguna hanya menutup browser komputer setelah mereka selesai, dan lupa untuk memutus perangkat tersebut dari Whatsapp mereka. Jika komputer atau laptop tersebut dapat diakses oleh orang lain, maka ada kemungkinan bahwa orang lain tersebut akan melihat dan bahkan membajak Whatsapp yang masih terhubung di perangkat tersebut.
Untuk menghindari hal tersebut, maka pengguna harus menghapus semua perangkat yang terhubung dengan Whatsapp melalui pengaturan linked device. Hal ini harus selalu dilakukan setelah selesai menggunakan fitur tersebut.
Verifikasi Dua Faktor Yang Tidak Dinyalakan
Untuk menghindari kasus pertama, ada satu langkah atau fitur keamanan yang dapat digunakan untuk mencegahnya. Fitur tersebut adalah verifikasi dua faktor yang membuat semua aktifitas login harus melaui langkah tambahan dan membutuhkan kode yang hanya diketahui oleh pemilik lama nomor telepon.
Untuk mengaktifkannya, pengguna cukup masuk ke pengaturan > Akun > Verifikasi Dua Langkah. Setelah itu pengguna diharuskan membuat kode yang berisi kombinasi enam angka yang digunakan untuk langkah tambahan saat melakukan login di hp baru dengan nomor yang sama.
Baca juga: Whatsapp Akan Lebih Aman Dengan Melakukan 4 Hal Berikut – Optimaise
Tanda-Tanda Akun Whatsapp Terkompromi

Ada beberapa tanda yang mungkin dapat dilihat jika akun sedang diakses oleh orang lain baik itu dikenal atau tidak. Dengan tanda-tanda ini, pemilik akun dapat memastikan apakah akun mereka benar-benar aman atau sedang terkompromi dan dapat diakses oleh orang lain.
Pesan Yang Terkirim dan Terbaca Sendiri
Kecuali pemilik akun telah mengatur pesan otomatis dan juga robot untuk membaca dan mengirim pesan otomatis yang telah diatur, tidaka ada hal lain yang bisa membuat pesan terkirim dan terbaca secara sendirinya. Kebanyakan pengguna yang menggunakan pesan otomatis adalah pemilik usaha yang mendapatkan banyak pesan setiap harinya. Atau nomor tersebut merupakan nomor yang digunakan untuk customer service.
Jika akun merupakan akun personal dan ada pesan yang tiba tiba terkirim atau terbaca, maka hal tersebut merupakan tanda bahwa akun sedang terkompromi. Jika sudah terjadi, pemilik akun harus segera melakukan sesuatu untuk mengamankan akunnya.
Akun Yang Tiba-Tiba Ter-Log Out Dari Perangkat Pemilik Akun
Akun Whatsapp merupakan akun yang tidak membutuhkan login secara rutin untuk digunakan. Informasi login akan terur tersimpan, dan pemilik akun dapat mengaksesnya kapan saja tanpa harus melakukan login ulang setiap aplikasi ditutup. Namun, jika kode OTP dicuri oleh orang lain, atau nomor telepon telah didaur ulang dan digunakan oleh orang lain, maka hal tersebut sangat mungkin untuk terjadi.
Jika hal tersebut terjadi, sudah pasti akun Whatsapp sudah terkompromi dan diakses oleh orang lain. Jika pemilik akun tidak memiliki kartu SIM dengan nomor telepon yang terdaftar, maka kemungkinan untuk akun tersebut bisa kembali akan sangat kecil untuk bisa terjadi.
Untuk menghindarinya, pastikan untuk tidak memberikan kode OTP yang tiba-tiba muncul dari pesan SMS. Kode OTP yang tiba-tiba muncul menandakan ada pihak lain yang ingin masuk ke dalam akun Whatsapp tersebut. Pastikan juga nomor telepon dan kartu SIM tetap aktif agar tidak diaur ulang oleh profider yang mengeluarkan nomor tersebut. Jika sampai terjadi maka akun dapat dipastikan hilang selamanya.
Pastikan juga aplikasi Whatsapp selalu terupdate untuk meningkatkan keamanan dari hacker yang mencoba mencuri kode OTP dari pemilik akun.
Anda dapat mendapatkan Jasa Backlink terpercaya dengan menghubungi Optimaise. Dengan pengalamannya, Optimaise siap membantu pertumbuhan bisnis anda dengan berbagai jasa di bidang digital yang pastinya memberikan hasil yang memuaskan dan sesuai dengan keinginan anda.
Dapatkan juga informasi tambahan tentang Cara Hack Akun Whatsapp yang dapat anda baca kapan saja dan dimana saja.

