Islam

Doa Naik Kendaraan: Adab Bepergian dalam Islam agar Perjalanan Lebih Tenang dan Penuh Perlindungan

Dwi

Doa Naik Kendaraan

Bepergian sudah menjadi bagian dari aktivitas harian manusia modern. Mulai dari berangkat kerja, mengantar anak sekolah, hingga perjalanan jauh keluar kota, sekarang ini semuanya melibatkan kendaraan. Namun dalam Islam, perjalanan bukan sekadar perpindahan dari satu tempat saja. Ada nilai ibadah, adab, dan doa yang dianjurkan agar setiap langkah tetap berada dalam perlindungan Allah SWT.

Salah satu amalan yang sering terlupakan adalah membaca doa naik kendaraan. Padahal Rasulullah SAW selalu mengajarkan umatnya untuk memulai perjalanan dengan mengingat Allah, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap adab bepergian, hadis Nabi, hingga sunnah saat naik kendaraan yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Adab Bepergian dan Naik Kendaraan dalam Islam

adab Doa Naik Kendaraan
Doa Naik Kendaraan: Adab Bepergian dalam Islam agar Perjalanan Lebih Tenang dan Penuh Perlindungan 1

Islam mengajarkan bahwa perjalanan adalah bagian dari ujian sekaligus nikmat dari Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan menjaga adab sebelum dan selama perjalanan.

Beberapa adab bepergian yang diajarkan dalam Islam antara lain:

Berniat baik sebelum bepergian

Setiap perjalanan sebaiknya diawali dengan niat yang benar, seperti mencari rezeki halal, silaturahmi, atau menuntut ilmu.

Berdoa sebelum keluar rumah

Hal ini menjadi perlindungan awal sebelum memulai aktivitas di luar.

Memastikan kendaraan aman

Islam mendorong umatnya menjaga keselamatan, termasuk mengecek kondisi kendaraan.

Tidak sombong saat berkendara

Kendaraan adalah nikmat Allah, bukan alat untuk pamer atau merendahkan orang lain.

Mengingat Allah selama perjalanan

Dzikir dan doa membuat hati lebih tenang serta meningkatkan kesadaran diri.

Adab ini menunjukkan bahwa Islam memadukan spiritualitas dan tanggung jawab sosial dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: 3 Ayat Terakhir Al Baqarah: Doa Perlindungan, Keimanan, dan Keteguhan Hati Seorang Mukmin

Hukum dan Hadis Nabi tentang Naik Kendaraan

bacaan Doa Naik Kendaraan
Doa Naik Kendaraan: Adab Bepergian dalam Islam agar Perjalanan Lebih Tenang dan Penuh Perlindungan 2

Membaca doa naik kendaraan hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) karena dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi disebutkan bahwa Rasulullah SAW ketika menaiki kendaraan membaca takbir tiga kali, lalu membaca doa perjalanan.

Allah SWT juga mengabadikan doa ini dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Az-Zukhruf ayat 13–14 yang berbunyi tentang rasa syukur manusia atas kendaraan yang ditundukkan oleh-Nya.

لِتَسْتَوٗا عَلٰى ظُهُوْرِهٖ ثُمَّ تَذْكُرُوْا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ اِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُوْلُوْا سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَۙ ۝١٣

litastawû ‘alâ dhuhûrihî tsumma tadzkurû ni‘mata rabbikum idzastawaitum ‘alaihi wa taqûlû sub-ḫânalladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn

agar kamu dapat duduk di atas punggungnya. Kemudian jika kamu sudah duduk (di atas punggung)-nya, kamu akan mengingat nikmat Tuhanmu dan mengucapkan, “Mahasuci Zat yang telah menundukkan (semua) ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.

وَاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ ۝١٤

wa innâ ilâ rabbinâ lamungqalibûn

Sesungguhnya kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami.”

Ayat tersebut mengingatkan bahwa manusia sejatinya tidak memiliki kekuatan mengendalikan perjalanan tanpa izin Allah.

Bacaan Doa Naik Kendaraan

Berikut bacaan doa naik kendaraan sesuai tuntunan Rasulullah SAW:

Tulisan Arab

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ ۝ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ

Latin

Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrinīn.
Wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.

Artinya

“Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami-lah kami akan kembali.”

Biasanya Rasulullah SAW juga membaca:

اللّٰهُ أَكْبَرُ (3x)
Alhamdulillah
Subhanaka inni zhalamtu nafsi faghfirli.

Doa ini menjadi bentuk pengakuan bahwa keselamatan perjalanan sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT.

Tata Cara Naik Kendaraan Sesuai Sunnah Nabi

Agar perjalanan bernilai ibadah, berikut tata cara yang dianjurkan:

1. Membaca Bismillah sebelum naik

Sebagai pembuka aktivitas.

2. Naik dengan tenang dan tidak tergesa

Islam mengajarkan sikap hati-hati.

3. Membaca doa naik kendaraan

Dilakukan setelah duduk di kendaraan.

4. Bertakbir tiga kali

Sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW.

5. Duduk dengan posisi aman

Menggunakan sabuk pengaman termasuk bagian dari ikhtiar menjaga keselamatan.

6. Tidak ugal-ugalan di jalan

Keselamatan diri dan orang lain adalah tanggung jawab bersama.

7. Berdzikir selama perjalanan

Seperti membaca tasbih, tahmid, atau shalawat.

Dengan mengikuti sunnah ini, perjalanan berubah menjadi ibadah yang bernilai pahala.

Sunnah Nabi tentang Naik Kendaraan

Rasulullah SAW memberikan banyak teladan terkait perjalanan dan penggunaan kendaraan, meskipun pada masa beliau kendaraan berupa unta atau kuda.

Beberapa sunnah yang relevan hingga saat ini antara lain:

Mengucapkan takbir saat naik tempat tinggi

Dan membaca tasbih saat menurun.

Mendoakan perjalanan

Rasulullah SAW sering memohon perjalanan yang mudah dan dijauhkan dari kesulitan.

Tidak bepergian sendirian untuk perjalanan jauh

Dianjurkan bepergian bersama agar lebih aman.

Berdoa ketika kembali dari perjalanan

Sebagai bentuk syukur atas keselamatan.

Nilai utama dari sunnah ini adalah kesadaran bahwa perjalanan selalu memiliki risiko, sehingga manusia dianjurkan bersandar kepada Allah.

Hikmah Membaca Doa Naik Kendaraan

Membaca doa bukan sekadar rutinitas, tetapi memiliki hikmah besar:

  • Menumbuhkan rasa syukur atas fasilitas transportasi
  • Mengingatkan manusia akan keterbatasannya
  • Menenangkan hati selama perjalanan
  • Memohon perlindungan dari kecelakaan
  • Menjadikan aktivitas harian bernilai ibadah

Di tengah padatnya lalu lintas dan risiko perjalanan modern, doa menjadi penguat batin yang sering kali terlupakan.

Baca Juga: Adab dan Bacaan Doa Masuk Kamar Mandi Sesuai Sunnah Rasulullah

 Tanya Jawab Seputar Doa Naik Kendaraan

Apakah doa harus dibaca keras?

Tidak harus. Bisa dibaca pelan atau dalam hati.

Apakah doa ini berlaku untuk motor dan mobil?

Ya. Semua jenis kendaraan termasuk pesawat, kapal, maupun transportasi umum.

Bagaimana jika lupa membaca doa?

Boleh dibaca kapan saja selama perjalanan masih berlangsung.

Apakah penumpang juga membaca doa?

Sangat dianjurkan, bukan hanya pengemudi.

Bolehkah membaca doa versi pendek?

Boleh, minimal membaca Bismillah dan mengingat Allah.

Sama seperti membaca surat yasin lengkap 83 ayat, Mengamalkan doa naik kendaraan adalah salah satu cara sederhana menghadirkan keberkahan dalam aktivitas sehari-hari. Islam mengajarkan bahwa bahkan perjalanan rutin pun dapat menjadi ibadah ketika diawali dengan niat baik dan doa.

Di era modern dengan kendaraan serba cepat, manusia sering merasa mengendalikan perjalanan sepenuhnya. Padahal, keselamatan tetap berada dalam kehendak Allah SWT. Karena itu, membiasakan doa sebelum berkendara bukan hanya sunnah, tetapi juga bentuk kesadaran bahwa setiap perjalanan adalah amanah.

Semoga setiap langkah perjalanan kita selalu berada dalam penjagaan dan rahmat-Nya.

Terakhir, bagi Anda yang sedang mencari Jasa SEO Bali, salah satu rekomendasi terbaik adalah Optimaise. Dengan layanan jasa SEO terbaik miliknya, Optimaise, siap membantu website Anda masuk peringkat satu dalam mesin pencari seperti Google.

Baca Juga

Optimaise