Dalam kehidupan sosial, terutama ketika menyangkut kehormatan dan nama baik seseorang, satu kalimat bisa meruntuhkan martabat yang dibangun bertahun-tahun. Al-Qur’an sangat peka terhadap persoalan ini.
Salah satu ayat yang berbicara tegas namun menenangkan tentang kehormatan, akhlak, dan keadilan adalah an Nur ayat 26.
Ayat ini bukan hanya berbicara soal pasangan hidup, tetapi tentang hukum moral Allah: bahwa kebersihan jiwa akan menemukan pasangannya, dan keburukan tidak layak dilekatkan pada orang-orang yang menjaga diri.
Table of Contents
Sekilas Tentang Surah An Nur Ayat 26

An Nur ayat 26 merupakan bagian dari Surah An Nur, surah ke-24 dalam Al-Qur’an. Surah ini tergolong Madaniyah, diturunkan di Madinah, dan banyak mengatur tentang adab sosial, etika pergaulan, kehormatan keluarga, serta penjagaan moral di tengah masyarakat.
Ayat ke-26 hadir sebagai penegasan setelah pembahasan panjang mengenai fitnah dan tuduhan keji. Ia semacam “penutup moral” yang menenangkan hati orang-orang beriman yang tersakiti oleh ucapan dan prasangka manusia.
Pesan utamanya sederhana namun mendalam: Allah Maha Adil dalam menjaga kehormatan hamba-Nya yang bersih.
Keutamaan Surah An Nur Ayat 26

Keutamaan an-nur ayat 26 terletak pada kemampuannya menanamkan ketenangan batin. Ayat ini mengingatkan bahwa penilaian manusia bisa keliru, tetapi penilaian Allah tidak pernah salah.
Di antara keutamaannya:
- Menguatkan hati orang yang difitnah atau disalahpahami
- Menjadi pengingat untuk menjaga lisan dan prasangka
- Menanamkan keyakinan bahwa jodoh dan lingkungan hidup berada dalam ketetapan Allah
- Meneguhkan iman bahwa kebersihan akhlak tidak akan disia-siakan
Banyak ulama menafsirkan ayat ini sebagai penegasan bahwa Allah membersihkan nama baik orang-orang saleh, meskipun manusia berusaha merusaknya.
Baca Juga: Bacaan Surah Al Ikhlas, Pondasi Tauhid yang Menjernihkan Iman
Lafadz Bacaan Surah An-Nur Ayat 26 dan Artinya
Berikut bacaan Surah An Nur ayat 26 lengkap beserta artinya:
Arab:
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Artinya:
“Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk perempuan-perempuan yang keji. Sedangkan perempuan-perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk perempuan-perempuan yang baik. Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang keji). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.”
Tafsir Surah An Nur Ayat 26
Dalam tafsir para ulama, An-Nur ayat 26 tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai “rumus jodoh”. Ayat ini berbicara lebih luas tentang kesesuaian nilai dan akhlak.
Kata khabîts (keji) dan thayyib (baik) mencakup:
- ucapan
- perbuatan
- niat
- akhlak
- dan cara berpikir
Ayat ini juga menjadi pembelaan Allah terhadap orang-orang beriman yang difitnah. Kalimat “ulā’ika mubarra’ūna mimmā yaqūlūn” menegaskan bahwa mereka bersih di sisi Allah, meskipun manusia terus menuduh.
Tafsir ini mengajarkan bahwa:
- Tidak semua ucapan layak dipercaya
- Kebenaran tidak selalu populer
- Allah sendiri yang akan membersihkan nama baik hamba-Nya
Kisah Turunnya Surah An Nur Ayat 26 (Asbabun Nuzul)
Asbabun nuzul an nur ayat 26 berkaitan erat dengan peristiwa Haditsul Ifk, yaitu fitnah besar terhadap Sayyidah Aisyah RA, istri Rasulullah SAW.
Fitnah tersebut menyebar luas dan mengguncang masyarakat Madinah. Selama beberapa waktu, Rasulullah SAW dan keluarganya merasakan tekanan yang sangat berat. Hingga akhirnya Allah menurunkan ayat-ayat dalam Surah An Nur untuk membersihkan nama Aisyah RA dan menegakkan keadilan.
Ayat 26 menjadi penutup yang menegaskan bahwa:
- Orang yang baik tidak pantas disandingkan dengan tuduhan keji
- Allah Maha Mengetahui kebenaran
- Kehormatan orang beriman berada dalam penjagaan Allah
Cara Mengamalkan Nilai An Nur Ayat 26 dalam Kehidupan Sehari-Hari
Mengamalkan an nur ayat 26 bukan hanya dengan membacanya, tetapi dengan menjadikannya prinsip hidup.
Beberapa nilai praktisnya:
- Menjaga lisan dari ghibah dan fitnah
- Tidak mudah menilai seseorang dari rumor
- Menjaga kebersihan hati dan niat
- Percaya bahwa jodoh dan lingkungan hidup adalah bagian dari ketetapan Allah
- Tetap berbuat baik meski disalahpahami
Ayat ini juga mengajarkan kesabaran moral: bahwa kebaikan tidak selalu langsung terlihat hasilnya, tetapi Allah tidak pernah lalai mencatatnya.
Baca Juga: Bacaan Surah An Nas: Arab, Terjemahan, Sampai Tafsir Lengkap
Video Bacaan Surat An Nur oleh Syekh Ali Jaber
Tanya Jawab Seputar Surah An Nur Ayat 26
Apakah ayat ini menjamin jodoh pasti baik?
Ayat ini berbicara tentang kesesuaian nilai dan akhlak, bukan janji instan tanpa usaha.
Bagaimana jika orang baik diuji dengan pasangan yang buruk?
Ujian adalah bagian dari kehidupan. Ayat ini menegaskan bahwa di sisi Allah, orang baik tetap mulia.
Apakah ayat ini bisa dibaca sebagai doa?
Bisa, terutama untuk memohon ketenangan hati dan penjagaan kehormatan.
Apa pesan utama ayat ini?
Menjaga akhlak, lisan, dan prasangka, serta percaya pada keadilan Allah.
Selain mendalami surah An Nur, penting juga untuk memahami Asmaul Husna, sifat-sifat Allah SWT, agar sebagai muslim kita bisa mengetahui dengan sepenuh hati. Dan sebagai penutup, apabila sedang mencari Digtal Marketing Agency Malang, maka Optimaise adalah pilihan terbaik yang layak dipertimbangkan.
Dengan layanan Jasa SEO dari Optimaise, website milikmu akan lebih mudah untuk bisa masuk peringkat pertama dari mesin pencari. Jadi, tunggu apa lagi? Untuk optimasi pastikan hanya Optimaise!
