Pagi hari biasanya identik dengan kesibukan—mengejar waktu, menyiapkan aktivitas, dan memulai rutinitas. Tapi di tengah itu semua, ada satu amalan yang sering terlewat, padahal punya nilai besar: sholat dhuha.
Menariknya, bukan hanya sholatnya saja yang penting, tapi juga doa setelah dhuha yang dipanjatkan sesudahnya. Di momen inilah seseorang bisa benar-benar “berdialog” dengan Allah SWT, memohon kemudahan rezeki, ketenangan hati, dan kelancaran aktivitas.
Kalau selama ini kamu hanya tahu dhuha sekadar sholat sunnah, mungkin setelah membaca ini, kamu akan melihatnya dengan cara yang berbeda.
Table of Contents
Apa itu Sholat Dhuha

Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan pada waktu pagi, setelah matahari terbit hingga menjelang waktu dzuhur.
Waktu Pelaksanaan Dhuha
Secara umum, waktu dhuha dimulai:
- Sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit
- Hingga sebelum masuk waktu dzuhur
Waktu terbaiknya adalah saat matahari mulai terasa hangat, biasanya di pertengahan pagi.
Jumlah Rakaat
Sholat dhuha bisa dilakukan:
- Minimal 2 rakaat
- Maksimal 8 atau 12 rakaat (sesuai kemampuan)
Kenapa Disebut Sholat Dhuha?
Karena dilakukan di waktu dhuha—yakni waktu pagi ketika matahari mulai naik.
Dhuha sebagai Ibadah Pagi
Sholat ini menjadi semacam “pembuka hari” yang penuh keberkahan. Ia bukan kewajiban umat Islam, tetapi sangat dianjurkan.
Bacaan Doa Setelah Dhuha Arab, Latin, dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Setelah selesai sholat dhuha, kita dianjurkan untuk berdoa. Salah satu doa yang populer adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Latin: Allahumma innad-duha’a duha’uka, wal bahaa’a bahaa’uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ‘ishmatuka.
Allahumma in kaana rizqii fissamaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fathahhirhu, wa in kaana ba’iidan faqarribhu. Bihaqqi dhuhaa’ika, wa bahaa’ika, wa jamaalika, wa quwwatika, wa qudratika, aatini maa aataita ‘ibaadakas-shaalihiin.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu.
Ya Allah, jika rezekiku masih di langit, maka turunkanlah. Jika ada di bumi, maka keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah.
Dengan kebenaran waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Bacaan Dzikir yang Bisa Dilanjutkan Doa Setelah Dhuha
Setelah membaca doa di atas, biasanya dilanjutkan dengan permohonan seperti:
اَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِ ىْ لَا اِلٰهَ اِلَّا هُوَالْحَىُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ
“Astaghfirullahalazim aladhii laa ilaha ilaa huwalhayyul qayum wa atubu ilayh.”
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Besar, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang senantiasa hidup lagi yang mengurus segala sesuatu sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya. (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi dari Bilal)”
اللَّهُمَ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
“Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzaljalaali wal ikram.”
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah as-salam (yang mempunyai kesejahteraan) dan dari-Mu pula kesejahteraan. Maha Berbahagia Engkau wahai Tuhan yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”
لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَـْئٍ قَدِيْرٌ، اللّٰهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَااَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِىَ لِمَامَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَالْجَدِّمِنْكَ الْجَدُّ
“Laillahailallah wahdahu laa syarikalahu, lahulahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir, Allaahumma laa maani’a lima a’taita wa laa mu’tiiya lima maana’ta wa laa yanfa’u zalul-jiddi minka żadul-jidd.”
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah sendiri, tidak ada sekutu bagi-Nya. Pemilik segala kerajaan dan segala rupa puji dan Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang menghalangi pemberian-Mu dan tidak ada yang memberi apa yang telah Engkau tahankan, tiadalah kesungguhan memberi manfaat kepada orang yang bersungguh-sungguh; karena Engkaulah segala peruntungan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ، لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَلَانَعْبُدُ اِلَّا اِيَّاهُ. لَهُ النِّعْمَةُ وَالْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَااِلٰهَ اِلَّا مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّوَلَوْكَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
“La haula wa la quwwata illa billah, la ilaha illallah wa la na’budu illa iyyahu. Lahu al-ni’mah wa al-fadhlu wa lahu al-tsana’u al-hasan. La ilaha illallah mukhlishina lahu al-din wa law kariha al-kafirun.”
Artinya: “Tidak ada daya dan tidak ada tenaga selain Allah, tidak ada Tuhan yang sebenar-benarnya disembah selain Allah. Bagi-Nya nikmat dan keutamaan dan bagi-Nyalah puji-pujian yang indah. Tidak ada Tuhan selain Allah, kami ikhlaskan taat kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, Nasai)
Baca Juga: Bacaan Doa Qunut Latin Pendek dan Panjang Lengkap
Tata Cara Sholat Dhuha
Agar ibadah ini lebih maksimal, penting untuk memahami tata caranya.
1. Niat dalam Hati
Seperti sholat fardhu, niat cukup dalam hati.
2. Dilakukan per 2 Rakaat
Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam.
3. Bacaan dalam Sholat
Tidak ada bacaan khusus yang wajib, tetapi dianjurkan membaca surat pendek.
4. Dilakukan dengan Tenang
Tidak terburu-buru, agar lebih khusyuk.
5. Ditutup dengan Doa
Inilah momen membaca doa setelah dhuha.
Fadillah atau Keutamaan Sholat Dhuha
Sholat dhuha memiliki banyak keutamaan yang sering disebut dalam berbagai kajian.
1. Membuka Pintu Rezeki
Banyak orang meyakini dhuha sebagai salah satu amalan pembuka rezeki.
2. Menggantikan Sedekah
Dalam ajaran Islam, dhuha dianggap sebagai bentuk sedekah dari setiap sendi tubuh.
3. Memberikan Ketenangan Hati
Memulai hari dengan ibadah membuat hati lebih tenang.
4. Mendekatkan Diri kepada Allah
Dhuha adalah bentuk ibadah tambahan yang menunjukkan kesungguhan.
5. Membentuk Rutinitas Positif
Orang yang rutin dhuha biasanya lebih teratur dalam ibadah.
Hikmah dari Sholat Dhuha
Jika direnungkan, dhuha mengajarkan begitu banyak hal seperti berikut:
- Pentingnya memulai hari dengan ibadah
- Bahwa rezeki bukan hanya soal kerja keras
- Bahwa keberkahan lebih penting dari jumlah
Mengubah Cara Memulai Hari
Daripada langsung sibuk dengan dunia, dhuha mengajak kita untuk:
- Menenangkan diri
- Mengingat Allah
- Menata niat
Cara Membiasakan Sholat Dhuha
Bagi pemula, kamu bisa mulai dari:
Bangun Lebih Awal
Agar punya waktu.
Mulai dari 2 Rakaat
Tidak perlu langsung banyak.
Jadikan Rutinitas
Misalnya setiap hari kerja.
Konsisten
Lebih baik sedikit tapi rutin.
Tanya Jawab Seputar Doa Setelah Sholat Dhuha
Q: Apakah ada doa khusus setelah dhuha?
A: Tidak wajib, tetapi ada doa yang dianjurkan.
Q: Kapan dibaca?
A: Setelah selesai sholat dhuha.
Q: Apakah harus panjang?
A: Tidak, yang penting khusyuk.
Q: Apakah boleh menggunakan bahasa sendiri?
A: Boleh.
Q: Apa inti dari doa dhuha?
A: Memohon rezeki dan keberkahan.
Baca Juga: Bacaan Doa Sesudah Sholat Tahajud yang Benar dan Sesuai Sunnah
Sholat dhuha adalah salah satu cara sederhana untuk “menyapa” Allah di pagi hari. Tidak membutuhkan waktu lama, tetapi dampaknya bisa terasa sepanjang hari.
Melalui doa setelah dhuha, kita tidak hanya memohon rezeki, tetapi juga belajar untuk berserah diri dan percaya bahwa Allah selalu mencukupi kebutuhan hamba-Nya.
Mulailah dari langkah kecil—dua rakaat setiap pagi, lalu lanjutkan dengan doa yang tulus.
Sebagai pelengkap amalan harian, kamu juga bisa memperbanyak membaca Al-Qur’an dan memahami maknanya. Salah satunya dengan rutin membaca doa yasin, agar hati lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan hidup terasa lebih penuh keberkahan.
Terakhir, bagi kamu yang mungkin saat ini sedang mencari Jasa SEO Bali, maka Optimaise menjadi pilihan terbaik. Dengan layanan jasa SEO terpecaya Optimaise, siap membawa website milikmu untuk masuk peringkat satu mesin pencari!
