Islam

Bacaan Surah Al Ikhlas, Pondasi Tauhid yang Menjernihkan Iman

Dwi

surah al ikhlas

Sebagai manusia modern, kita sering lupa tujuan hidup di dunia ini. Surah Al Ikhlas hadir sebagai penjernih iman, kalimatnya cukup singkat, tegas, tapi langsung menyentuh inti keyakinan: hanya Allah satu-satunya tujuan.

Surah ini sangat pendek, hanya empat ayat, tapi kandungannya merangkum esensi dari akidah Islam. Ia bukan sekadar bacaan hafalan sejak kecil, melainkan pernyataan tauhid yang membebaskan manusia dari ketergantungan kepada selain Allah.

Karena itulah, surah Al Ikhlas memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan seorang Muslim. Melalui artikel ini, kami akan membahas lebih dalam terkait makna dari surah Al-Ikhlas. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Sekilas Tentang Surah Al Ikhlas

keutamaan surah al ikhlas
Bacaan Surah Al Ikhlas, Pondasi Tauhid yang Menjernihkan Iman 1

Surah Al Ikhlas adalah surah ke-112 dalam Al-Qur’an dan termasuk golongan surah Makkiyah. Nama Al Ikhlas memiliki arti memurnikan, karena surah ini pada dasarnya memang memurnikan keyakinan kepada Allah dari segala bentuk syirik, penyekutuan, dan anggapan keliru tentang sifat-Nya.

Surah ini diturunkan untuk menjawab pertanyaan dan keraguan kaum musyrik serta Ahli Kitab tentang siapa sebenarnya Tuhan yang disembah oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan bahasa yang sangat singkat, Al Ikhlas menegaskan bahwa Allah Maha Esa, tidak bergantung pada apa pun, dan tidak menyerupai makhluk-Nya.

Sebagian umat Islam juga meyakini surah Al-Ikhlas sering disebut sebagai ringkasan tauhid, karena mencakup prinsip dasar akidah Islam dalam empat ayat sederhana namun sangat dalam maknanya.

Baca Juga: Bacaan Surah Al Maun: Ketika Ibadah Diuji oleh Kepedulian Sosial

Riwayat Hadits Bukhari Tentang Keutamaan Surah Al Ikhlas

sekilas surah al ikhlas
Bacaan Surah Al Ikhlas, Pondasi Tauhid yang Menjernihkan Iman 2

Keutamaan surah Al-Ikhlas sangat besar dan disebutkan dalam berbagai hadis. Salah satu keistimewaan paling dikenal adalah bahwa membaca surah Al Ikhlas bernilai seperti membaca sepertiga Al-Qur’an. Hal ini bukan berarti menggantikan bacaan Al-Qur’an secara keseluruhan, tetapi menunjukkan betapa pentingnya kandungan tauhid dalam surah ini.

أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ رَجُلًا سَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُرَدِّدُهَا فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

Dari Abi Sa’id al-Khudri, bahwasanya ada orang mendengar seseorang membaca “qul huwallahu Ahad”, dan diulang-ulang. Pada keesokan harinya, ia mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melaporkannya, seakan ia menganggap remeh. Maka Rasulullah bersabda: ”Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, ia sebanding dengan sepertiga Al-Qur`an”. [Shahih Bukhari, no. 5013].

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ لِأَصْحَابِهِ أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فِي لَيْلَةٍ فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ وَقَالُوا أَيُّنَا يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الصَّمَدُ ثُلُثُ الْقُرْآنِ

Dari Abi Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para sahabatnya, ‘Apakah salah seorang dari kalian mampu untuk membaca sepertiga Al-Qur`an dalam satu malam?’ maka hal ini memberatkan mereka, dan (mereka) bertanya: ‘Siapakah di antara kami yang mampu, wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda: ”Allahul-wahidu shamad adalah sepertiga Al-Qur`an”. [Shahih Bukhari no. 5015].

Keutamaan lain dari surah Al Ikhlas adalah kemampuannya membersihkan niat. Ketika dibaca dengan penghayatan, surah ini mengingatkan bahwa semua amal seharusnya hanya tertuju kepada Allah, bukan kepada pujian manusia atau kepentingan dunia.

Bacaan Surah Al Ikhlas dan Artinya per Ayat Lengkap

Berikut bacaan surah Al Ikhlas lengkap dalam bahasa Arab beserta terjemahannya per ayat:

Ayat 1

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.”

Ayat 2

اللَّهُ الصَّمَدُ

Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu.

Ayat 3

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

Ayat 4

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

 Tafsir Surah Al Ikhlas

Tafsir surah Al Ikhlas dimulai dengan perintah “Qul” (katakanlah), yang menunjukkan bahwa isi surah ini adalah deklarasi iman. Ayat pertama menegaskan keesaan Allah, bukan hanya satu secara jumlah, tetapi satu dalam zat, sifat, dan perbuatan.

Ayat kedua menyebut Allah sebagai Ash-Shamad, yaitu Zat yang menjadi tempat bergantung seluruh makhluk. Tafsir para ulama menjelaskan bahwa Allah tidak membutuhkan apa pun, sementara semua makhluk membutuhkan-Nya dalam segala hal—hidup, rezeki, keselamatan, dan petunjuk.

Ayat ketiga menolak segala bentuk anggapan bahwa Allah memiliki keturunan atau berasal dari sesuatu. Ini sekaligus membantah keyakinan kaum musyrik Arab dan sebagian Ahli Kitab yang menyandarkan sifat makhluk kepada Tuhan.

Ayat keempat menegaskan bahwa tidak ada satu pun yang sebanding dengan Allah. Dalam tafsir, ayat ini menutup seluruh celah kesyirikan, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi dalam bentuk ketergantungan hati kepada selain Allah.

Kisah Turunnya Surah Al Ikhlas (Asbabun Nuzul)

Asbabun nuzul surah Al Ikhlas berkaitan dengan pertanyaan kaum musyrik dan Ahli Kitab kepada Rasulullah SAW. Mereka bertanya, “Sebutkan kepada kami nasab Tuhanmu,” sebagai bentuk sindiran dan tantangan terhadap ajaran tauhid.

Sebagai jawaban atas pertanyaan itu, Allah menurunkan surah Al-Ikhlas. Jawaban ini bukan berupa penjelasan panjang, melainkan pernyataan singkat yang menutup seluruh perdebatan. Surah ini menunjukkan bahwa Allah tidak dapat disamakan dengan makhluk, tidak memiliki asal-usul seperti manusia, dan tidak membutuhkan siapa pun.

Dengan turunnya surah Al Ikhlas, Allah mengajarkan bahwa tauhid atau keimanan tidak membutuhkan argumentasi, karena kebenaran sejatinya bersifat jelas dan sederhana.

Baca Juga: Memahami Makna di Balik Tafsir Al Isra Ayat 32

Cara Mengamalkan Nilai Surah Al-Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mengamalkan surah Al Ikhlas berarti mempraktikkan keikhlasan dalam seluruh aspek kehidupan. Surah ini tidak hanya dibaca, tetapi dijadikan prinsip dalam bersikap dan bertindak.

Dalam kehidupan sehari-hari, nilai surah Al-Ikhlas dapat diamalkan dengan:

  • Meluruskan niat dalam beribadah hanya karena Allah
  • Tidak menggantungkan harapan secara berlebihan kepada manusia
  • Menerima takdir dengan lapang dada karena yakin Allah Maha Mengetahui
  • Menjauhi riya dan keinginan dipuji
  • Menyadari bahwa pertolongan sejati hanya datang dari Allah

Surah Al-Ikhlas mengajarkan bahwa kebebasan sejati lahir ketika hati hanya bergantung kepada Allah, bukan kepada dunia dan isinya.

Tanya Jawab Seputar Surah Al Ikhlas

Mengapa surah Al Ikhlas disebut sepertiga Al-Qur’an?
Karena kandungannya merangkum inti ajaran tauhid yang menjadi dasar seluruh Al-Qur’an.

Apakah surah Al Ikhlas bisa dibaca kapan saja?
Ya, surah ini sangat dianjurkan dibaca dalam salat, zikir pagi-petang, dan doa.

Apa makna ikhlas dalam surah ini?
Ikhlas berarti memurnikan keyakinan dan ibadah hanya kepada Allah, tanpa menyekutukan-Nya.

Mengapa surah ini pendek tapi sangat penting?
Karena kebenaran tauhid tidak bergantung pada panjangnya ayat, tetapi pada kedalaman maknanya.

Mempelajari Surat Al Ikhlas tidak akan lengkap tanpa mendalami Asmaul Husna, yang mana sifat-sifat Allah SWT juga akan memperkuat keimanan kita. Dan bagi kamu yang sedang mencari Digtal Agency Malang, maka Optimaise, adalah pilihan yang tepat.

Melalui layanan Jasa Penulisan Artikel dan Jasa SEO terbaik, Optimaise siap membantu website milikmu masuk peringat satu mesin pencari!

Baca Juga

Optimaise