Islam

Bacaan Surah Al Maun: Ketika Ibadah Diuji oleh Kepedulian Sosial

Dwi

sekilas tentang surah al maun

Tidak semua bentuk kekufuran itu terlihat kasar dan terang-terangan. Ada yang berwujud halus, bersembunyi di balik rutinitas ibadah, bahkan terselip dalam doa dan gerakan salat. Surah Al Maun hadir untuk membuka tabir tersebut.

Surah ini tidak hanya berbicara tentang sebuah keyakinan, tapi juga tentang sikap hati dan kepekaan sosial. Al-Maun menegur manusia yang rajin beribadah, namun lalai terhadap penderitaan di sekitarnya.

Ia mengingatkan bahwa hubungan dengan Allah tidak bisa dilepaskan dari hubungan dengan sesama. Di sinilah Surah Al Maun menjadi sangat relevan, bahkan terasa “menyentil” hingga hari ini.

Sekilas Tentang Surah Al Maun

surah al maun
Bacaan Surah Al Maun: Ketika Ibadah Diuji oleh Kepedulian Sosial 1

Surah Al-Maun adalah surah ke-107 dalam Al-Qur’an dan tergolong surah Makkiyah, meskipun sebagian ulama berpendapat ada ayat yang turun di Madinah. Surah ini terdiri dari 7 ayat pendek, tapi kandungannya sangat tegas dan penuh peringatan.

Kata Al Maun berarti bantuan kecil atau pertolongan sederhana, seperti meminjamkan alat rumah tangga, memberi makanan, atau membantu orang lain dalam hal ringan. Namun, makna Al-Maun juga bisa jauh lebih luas: ia melambangkan kepedulian sosial dan empati terhadap sesama.

Surah ini membahas tentang orang-orang yang mendustakan agama, bukan karena mereka tidak mengenal Allah, tapi karena sikap hidup mereka yang abai terhadap nilai kemanusiaan. Dalam surah ini, Allah menunjukkan bahwa agama bukan sekadar ritual, melainkan akhlak dan tanggung jawab sosial.

Keutamaan Surah Al Maun

al maun
Bacaan Surah Al Maun: Ketika Ibadah Diuji oleh Kepedulian Sosial 2

Keutamaan surah Al Maun terletak pada kemampuannya menjadi cermin bagi keimanan seseorang. Surah ini mengajak setiap pembacanya untuk bercermin: apakah ibadah yang dilakukan benar-benar membentuk kepedulian, atau hanya menjadi kebiasaan kosong.

Surat Al Maun sering dibaca dalam salat karena ayat-ayatnya pendek. Namun justru di situlah ujiannya. Banyak orang Islam orang hafal surat ini, tetapi belum tentu memahami dan mengamalkannya. Padahal, jika direnungi, surah Al Maun adalah peringatan keras agar seseorang tidak terjebak dalam ibadah yang hanya formalitas.

Membaca dan menghayati surah Al Maun dapat menumbuhkan rasa empati, keikhlasan, serta kesadaran bahwa menolong orang lain—sekecil apa pun—adalah bagian dari iman.

Baca Juga: Bacaan Ayat Kursi Latin dan Arab, Ayat Paling Agung dalam Al-Qur’an

Bacaan Surat Al Maun Arab dan Artinya per Ayat Lengkap

Berikut bacaan surah Al-Maun lengkap dalam bahasa Arab beserta terjemahan per ayat:

Ayat 1

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ

Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?

Ayat 2

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

Itulah orang yang menghardik anak yatim,

Ayat 3

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

Ayat 4

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ

Maka celakalah orang-orang yang salat,

Ayat 5

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

 (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,

Ayat 6

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

yang berbuat riya,

Ayat 7

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

dan enggan memberikan bantuan (Al Maun).

Tafsir Surah Al-Maun

Tafsir surah Al Maun dimulai dengan sebuah pertanyaan retoris yang tajam: “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?” Allah tidak langsung menyebutkan siapa orang itu, tetapi menjelaskannya melalui perilaku sosial.

Ayat kedua dan ketiga menunjukkan ciri utama pendusta agama: menghardik anak yatim dan tidak peduli terhadap orang miskin. Ini menegaskan bahwa ukuran keimanan bukan hanya ucapan, tetapi sikap terhadap mereka yang lemah.

Ayat keempat hingga keenam terasa sangat mengguncang. Allah menyebut “celaka” bagi orang-orang yang salat, tetapi lalai dan berbuat riya. Ini bukan kecaman terhadap salatnya, melainkan terhadap niat dan dampak salat tersebut.

Ayat terakhir menutup dengan gambaran orang yang enggan memberikan Al Maun, yaitu bantuan kecil. Tafsirnya menunjukkan bahwa orang yang pelit dalam hal sederhana, apalagi dalam hal besar, telah kehilangan ruh keimanan.

Kisah Turunnya Surah Al Maun (Asbabun Nuzul)

Asbabun nuzul surah Al Maun berkaitan dengan perilaku sebagian tokoh Quraisy yang dikenal rajin melakukan ritual, namun kejam dan pelit dalam kehidupan sosial. Mereka mengaku beragama, tetapi menolak membantu anak yatim dan orang miskin.

Sebagian riwayat menyebutkan bahwa surah ini turun untuk menegur orang-orang munafik yang menampakkan ibadah di depan umum, namun tidak memiliki kepedulian sosial. Dengan turunnya surah Al Maun, Allah menegaskan bahwa agama tidak boleh dipisahkan dari empati dan keadilan sosial.

Cara Mengamalkan Nilai Surah Al Maun dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mengamalkan nilai surah Al Maun berarti menjadikan kepedulian sebagai bagian dari ibadah. Tidak harus menunggu kaya atau punya banyak waktu. Bahkan bantuan kecil pun bernilai besar jika dilakukan dengan ikhlas.

Dalam kehidupan sehari-hari, nilai surah Al Maun bisa diterapkan dengan:

  • Memperlakukan anak yatim dengan penuh kasih sayang
  • Membantu orang yang kesulitan tanpa merendahkan
  • Tidak menunda bantuan yang sebenarnya mampu diberikan
  • Menjaga keikhlasan dalam beribadah, bukan untuk dipuji
  • Menganggap menolong orang lain sebagai bagian dari iman

Surah Al Maun mengajarkan bahwa keimanan yang hidup akan selalu melahirkan tindakan nyata.

Baca Juga: Mendalami Bacaan dan Makna Surat At Takatsur dalam Al-Quran

Video Bacaan Surat Al Maun oleh Muzammil Hasballah

Tanya Jawab Seputar Surah Al Maun

Apa pesan utama surah Al Maun?
Bahwa ibadah tanpa kepedulian sosial adalah kosong dan berbahaya.

Siapa yang disebut mendustakan agama dalam surah Al Maun?
Mereka yang abai terhadap anak yatim, orang miskin, dan enggan memberi bantuan.

Apa yang dimaksud Al Maun?
Bantuan kecil yang sering dianggap sepele, tetapi sangat berarti bagi orang lain.

Mengapa surah ini terasa keras?
Karena Allah ingin menyadarkan manusia dari kemunafikan yang tersembunyi.

Selain mempelajari Al-Maun, jangan lupa juga kami juga memiliki pembahasan mendalam terkait sifat-sifat Allah SWT yakni Asmaul Husna, mempelajari keduanya tentu akan menambah keimanan kita.

Dan bagi kamu yang sedang mencari Digtal Marketing Agency Malang, maka Optimaise adalah pilihan yang tepat. Dengan layanan Jasa SEO terbaik dan terpercaya Opimaise, siap membantu website milikmu masuk peringat satu mesin pencari!

Baca Juga

Optimaise