EdukasiIslam

Cara Mandi Wajib Setelah Haid untuk Menyucikan Hadats Besar

Tiara Motik

Cara Mandi Wajib Setelah Haid untuk Menyucikan Hadats Besar

Setelah haid selesai, kamu wajib melakukan mandi besar untuk menyucikan diri dari hadats besar. Mengetahui cara mandi wajib setelah haid yang tepat sangat penting agar kamu bisa kembali beribadah dengan sah dan diterima oleh Allah SWT.

Tidak hanya membersihkan fisik, mandi wajib juga merupakan syarat mutlak sebelum melaksanakan salat dan ibadah lainnya.

Dengan memahami cara mandi wajib setelah haid secara benar, kamu bisa melakukannya dengan mudah dan yakin bahwa kesucianmu telah sempurna.

Hukum Mandi Wajib Setelah Haid

Hukum Mandi Wajib Setelah Haid
Hukum Mandi Wajib Setelah Haid

Mandi wajib setelah haid merupakan kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan oleh setiap muslimah. Setelah darah haid benar-benar berhenti, kamu tidak diperkenankan melaksanakan ibadah tertentu seperti salat, puasa, membaca Al-Qur’an, maupun thawaf sebelum menyucikan diri dengan mandi besar.

Ketentuan ini didasarkan pada Al-Qur’an dan hadis, salah satunya sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Maidah ayat 6 yang menegaskan perintah mandi bagi siapa pun yang berada dalam keadaan hadats besar.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ qumtum ilash-shalâti faghsilû wujûhakum wa aidiyakum ilal-marâfiqi wamsaḫû biru’ûsikum wa arjulakum ilal-ka‘baîn, wa ing kuntum junuban faththahharû, wa ing kuntum mardlâ au ‘alâ safarin au jâ’a aḫadum mingkum minal-ghâ’ithi au lâmastumun-nisâ’a fa lam tajidû mâ’an fa tayammamû sha‘îdan thayyiban famsaḫû biwujûhikum wa aidîkum min-h, mâ yurîdullâhu liyaj‘ala ‘alaikum min ḫarajiw wa lâkiy yurîdu liyuthahhirakum wa liyutimma ni‘matahû ‘alaikum la‘allakum tasykurûn

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.”

Dalam praktiknya, cara mandi wajib setelah haid harus dilakukan sesuai tuntunan. Kamu perlu memastikan niat di dalam hati untuk menghilangkan hadats besar, kemudian membasuh seluruh tubuh tanpa ada bagian yang terlewat, termasuk lipatan kulit dan rambut.

Kesempurnaan mandi wajib sangat penting karena akan berpengaruh pada sah atau tidaknya ibadah yang kamu lakukan setelahnya.

Selain aspek hukum, mandi wajib juga memiliki nilai spiritual. Melalui cara mandi wajib setelah haid yang benar, kamu tidak hanya membersihkan fisik, tetapi juga mempersiapkan diri secara mental dan spiritual untuk kembali mendekat kepada Allah.

Rasa bersih dan suci ini akan membantu kamu menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.

Baca juga: Tata Cara Sholat Taubat untuk Memohon Ampunan, Lengkap dengan Doanya

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Niat Mandi Wajib Setelah Haid
Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Niat mandi wajib setelah haid merupakan bagian penting yang tidak boleh kamu abaikan ketika hendak bersuci dari hadats besar.

Dalam ajaran Islam, niat menjadi pembeda antara aktivitas membersihkan tubuh biasa dengan ibadah yang bernilai pahala.

Karena itu, sebelum air menyentuh seluruh tubuh, kamu perlu menghadirkan niat di dalam hati semata-mata karena Allah SWT, sebagaimana dicontohkan dalam literatur fikih.

Lafal niat mandi wajib setelah haid yang umum digunakan berbunyi:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf‘i hadatsil haid lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar dari haid karena Allah Ta‘ala.”

Cara Mandi Wajib Setelah Haid

Cara Mandi Wajib Setelah Haid
Cara Mandi Wajib Setelah Haid

Menjalankan cara mandi wajib setelah haid tidak cukup hanya dengan mengguyur tubuh menggunakan air. Sebagai ibadah yang bertujuan menghilangkan hadats besar, mandi wajib memiliki urutan dan adab yang perlu kamu pahami agar sah secara syariat.

Dengan mengikuti tata cara yang benar, kamu dapat kembali melaksanakan ibadah dengan tenang dan tanpa keraguan.

Secara umum, mandi wajib diawali dengan niat yang dihadirkan di dalam hati. Niat ini menandai bahwa mandi yang kamu lakukan bukan sekadar membersihkan badan, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Setelah niat, barulah kamu masuk ke tahapan-tahapan berikut yang dianjurkan dalam syariat Islam.

Ini urutan cara mandi wajib setelah haid yang perlu kamu perhatikan:

  • Mengawali mandi dengan membaca niat untuk menyucikan diri dari hadats besar akibat haid.
  • Membersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali sebagai langkah awal menjaga kebersihan.
  • Membersihkan bagian tubuh tersembunyi seperti kemaluan, dubur, ketiak, dan pusar menggunakan tangan kiri agar tidak ada najis yang tersisa.
  • Mencuci kembali tangan dengan sabun atau media pembersih hingga benar-benar bersih.
  • Melakukan wudhu sebagaimana tata cara wudhu untuk salat, sebagai bentuk penyempurnaan mandi wajib.
  • Menyela pangkal rambut dengan jari-jari yang telah dibasahi air hingga air menyentuh kulit kepala.
  • Membilas seluruh tubuh dengan air, dimulai dari sisi kanan kemudian dilanjutkan ke sisi kiri.
  • Memastikan seluruh bagian tubuh, termasuk lipatan kulit dan area tersembunyi, terkena air secara merata.

Apakah Sah Jika Mandi Wajib Tidak Berwudhu?

Dalam praktik sehari-hari, banyak muslimah yang bertanya apakah mandi wajib tetap sah apabila tidak diawali dengan wudhu.

Pertanyaan ini wajar muncul, terutama ketika kamu ingin memastikan keabsahan ibadah setelah selesai haid. Secara fikih, inti dari mandi wajib adalah menghilangkan hadats besar. Selama hal tersebut tercapai, mandi wajib tetap dinilai sah menurut syariat Islam.

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa wudhu bukanlah syarat sah mandi wajib, melainkan sunnah yang dianjurkan. Artinya, jika kamu sudah berniat menghilangkan hadats besar dan memastikan seluruh tubuh terkena air secara merata, maka mandi wajib tersebut telah memenuhi ketentuan.

Ini juga berlaku dalam cara mandi wajib setelah haid, karena haid hanya dapat disucikan dengan mandi besar, bukan dengan wudhu saja.

Meskipun sah tanpa wudhu, pelaksanaan mandi wajib akan lebih sempurna apabila diawali dengan wudhu. Praktik ini sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang mendahulukan wudhu sebelum mengguyur tubuh.

Baca juga: Mendalami Makna Surat Yasin Ayat 36: Mengungkap Rahasia Penciptaan Allah SWT

Tujuannya bukan untuk menjadikan wudhu sebagai syarat, melainkan sebagai penyempurna dan adab dalam bersuci. Jika kamu melewati tahapan wudhu karena lupa atau kondisi tertentu, mandi wajibmu tetap tidak batal.

Hal penting yang perlu kamu perhatikan adalah niat dan pemerataan air ke seluruh tubuh. Selama dua hal ini terpenuhi, kamu tidak perlu mengulangi mandi.

Bahkan, setelah selesai mandi wajib, kamu dapat langsung melaksanakan salat tanpa berwudhu lagi, selama tidak terjadi hal yang membatalkan wudhu. Pemahaman ini sangat membantu kamu agar tidak ragu dalam menjalankan cara mandi wajib setelah haid.

Penting bagi kamu untuk selalu memahami dan melaksanakan cara mandi wajib setelah haid dengan tepat agar kesucian diri kembali sempurna dan ibadah yang kamu jalani diterima oleh Allah SWT.

Selain menjaga ibadah, jika kamu ingin mengembangkan bisnis online atau meningkatkan peringkat di mesin pencari, Optimaise sebagai digital agency Malang siap mendukung dengan layanan jasa SEO Bali yang profesional dan efektif.

Jangan lewatkan juga artikel dongeng pendek anak SD kami yang bisa menjadi teman belajar sekaligus hiburan bagi anak-anak di rumah.

Baca Juga

Optimaise