Dongeng sering menjadi cerita yang akrab di telinga, baik saat kamu membacanya sendiri maupun ketika diceritakan kembali oleh orang lain.
Di balik kisah yang terlihat sederhana, sebenarnya ada beberapa jenis dongeng yang memiliki bentuk cerita berbeda.
Ada dongeng yang menampilkan hewan sebagai tokoh utama, ada juga yang menceritakan asal-usul suatu tempat atau kisah tokoh legendaris. Jika kamu memperhatikan lebih jauh, setiap cerita memiliki ciri khasnya masing-masing.
Karena itu, memahami jenis dongeng bisa membantu kamu melihat bagaimana sebuah cerita disusun, sekaligus memahami pesan yang ingin disampaikan melalui kisah yang diceritakan.
Table of Contents
Jenis-jenis Dongeng

Dongeng sudah lama menjadi bagian dari cerita yang sering diceritakan turun-temurun, baik untuk menghibur maupun menyampaikan pesan moral.
Saat kamu membaca atau mendengarkan sebuah cerita dongeng, sebenarnya ada banyak bentuk cerita yang berbeda.
Perbedaan inilah yang kemudian dikenal sebagai jenis dongeng. Dengan mengenalnya, kamu bisa lebih mudah memahami karakter cerita yang sedang kamu baca.
Secara umum, dongeng dibagi ke dalam beberapa kategori. Setiap jenis memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari tokoh yang digunakan hingga pesan yang ingin disampaikan kepada pembacanya.
Fabel
Fabel adalah dongeng yang menggunakan hewan sebagai tokoh utama. Menariknya, hewan-hewan dalam cerita ini digambarkan bisa berbicara, berpikir, bahkan bertingkah seperti manusia.
Biasanya, cerita fabel menyampaikan pesan moral sederhana, seperti pentingnya kejujuran, kerja sama, atau tidak meremehkan orang lain.
Baca juga: 5 Dongeng Sebelum Tidur LDR yang Penuh Rasa Rindu dan Harapan
Legenda
Legenda adalah dongeng yang sering dikaitkan dengan asal-usul suatu tempat. Saat kamu membaca legenda, biasanya ceritanya menjelaskan bagaimana sebuah gunung, danau, atau daerah tertentu terbentuk.
Walaupun ada unsur imajinasi, legenda sering terasa dekat karena berkaitan dengan lokasi nyata.
Mitos
Berbeda dengan legenda, mitos lebih berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal gaib atau kekuatan supranatural.
Dalam cerita mitos, kamu mungkin akan menemukan tokoh seperti dewa, roh, atau makhluk sakti yang dipercaya memiliki kekuatan luar biasa.
Sage
Sage adalah dongeng yang berkaitan dengan tokoh kepahlawanan. Cerita ini biasanya menggambarkan keberanian, perjuangan, atau peristiwa besar yang melibatkan tokoh penting di masa lalu.
Pelipur Lara
Dongeng pelipur lara adalah cerita yang dibuat untuk menghibur pendengar, biasanya dengan alur panjang, penuh petualangan, dan tokoh yang mengalami banyak rintangan sebelum akhirnya mendapatkan kebahagiaan.
Cerita seperti ini dulu sering diceritakan oleh pendongeng kepada masyarakat untuk mengisi waktu luang atau menghibur orang yang sedang sedih, sesuai dengan namanya, pelipur lara (penghibur hati).
Ciri-ciri Umum Dongeng

Saat kamu membaca dongeng, biasanya ada nuansa cerita yang terasa berbeda dibandingkan cerita pendek atau kisah nyata.
Dongeng sering terasa lebih bebas, penuh imajinasi, dan kadang tidak terlalu terikat pada logika dunia nyata. Meski begitu, cerita seperti ini tetap mudah diikuti dan justru itulah yang membuatnya menarik.
Dari berbagai cerita yang beredar di masyarakat, sebenarnya ada beberapa ciri-ciri umum dongeng yang cukup mudah dikenali.
Pertama, dongeng biasanya menghadirkan cerita yang imajinatif. Dalam satu cerita, kamu bisa menemukan hal-hal yang sulit terjadi di kehidupan sehari-hari, seperti hewan yang berbicara, tokoh yang memiliki kekuatan luar biasa, atau kejadian ajaib yang muncul secara tiba-tiba.
Unsur imajinasi ini membuat dongeng terasa lebih hidup dan menyenangkan untuk dibaca atau didengarkan.
Selain itu, alur cerita dalam dongeng umumnya tidak rumit. Ceritanya bergerak secara langsung dari awal menuju konflik, lalu diakhiri dengan penyelesaian yang jelas.
Karena alurnya sederhana, kamu tidak perlu berpikir terlalu jauh untuk memahami jalan ceritanya. Inilah yang membuat dongeng mudah diceritakan kembali dari satu orang ke orang lain.
Beberapa ciri-ciri umum dongeng lainnya juga bisa dilihat dari tokoh dan latar ceritanya, misalnya:
- Tokohnya bisa berupa manusia, hewan, atau makhluk ajaib.
- Latar waktu sering tidak spesifik, misalnya “pada zaman dahulu”.
- Cerita biasanya diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.
- Di akhir cerita sering terdapat pesan moral atau pelajaran hidup.
Melalui ciri-ciri tersebut, kamu bisa melihat bahwa dongeng tidak hanya dibuat untuk hiburan semata. Di balik cerita yang sederhana, sering ada nilai kehidupan yang ingin disampaikan kepada pembacanya.
Itulah sebabnya dongeng masih sering diceritakan hingga sekarang, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Contoh Dongeng Berdasarkan Jenisnya

Setiap dongeng memiliki bentuk cerita yang berbeda-beda. Ada yang menampilkan hewan sebagai tokoh utama, ada juga yang menceritakan asal-usul suatu tempat atau kisah tokoh legendaris.
Karena itulah, memahami jenis dongeng akan terasa lebih mudah jika kamu melihat langsung contoh ceritanya. Dengan begitu, kamu bisa membedakan karakter setiap cerita dengan lebih jelas.
Berikut beberapa contoh dongeng yang sering dikenal berdasarkan jenisnya.
Contoh Jenis Dongeng Fabel: Si Kancil dan Siput
Pada suatu hari di hutan yang rindang, seekor kancil sedang berjalan sambil membanggakan dirinya. Ia merasa menjadi hewan paling cepat di hutan itu.
“Aku adalah pelari tercepat di sini. Tidak ada yang bisa mengalahkanku,” kata kancil dengan sombong.
Tidak jauh dari sana, seekor siput kecil mendengar perkataan itu. Siput pun mendekati kancil dengan tenang.
“Kalau begitu, bagaimana kalau kita berlomba lari?” tanya siput.
Kancil langsung tertawa keras. Ia merasa permintaan itu sangat lucu.
“Kamu? Berlomba denganku? Bahkan berjalan saja kamu sangat lambat,” jawab kancil dengan meremehkan.
Namun siput tetap bersikeras. Akhirnya kancil menerima tantangan tersebut. Keesokan harinya, mereka sepakat untuk berlomba dari tepi hutan hingga ke pohon besar di ujung jalan.
Ketika perlombaan dimulai, kancil langsung berlari sangat cepat hingga jauh meninggalkan siput. Karena merasa pasti menang, kancil berhenti di tengah jalan untuk beristirahat.
Sementara itu, siput ternyata sudah menyiapkan rencana. Beberapa temannya sudah menunggu di sepanjang jalur perlombaan. Setiap kali kancil memanggil siput, salah satu siput lain menjawab dari depan.
Kancil pun terkejut karena siput selalu terlihat berada di depannya. Ia terus berlari hingga ke garis akhir, tetapi siput sudah berada di sana lebih dulu.
Kancil akhirnya menyadari bahwa kesombongannya membuat dirinya kalah.
Contoh Jenis Dongeng Legenda: Asal-usul Danau Toba
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang pria sederhana yang tinggal sendirian di sebuah desa di Sumatra. Setiap hari ia bekerja sebagai petani sekaligus mencari ikan di sungai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Suatu hari, saat sedang memancing, ia berhasil menangkap seekor ikan yang sangat besar dan indah. Ketika dibawa pulang, tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang perempuan cantik. Perempuan itu ternyata adalah makhluk ajaib yang terkena kutukan.
Perempuan tersebut bersedia menjadi istri pria itu, tetapi ia memberikan satu syarat. Sang pria tidak boleh menceritakan kepada siapa pun bahwa istrinya berasal dari seekor ikan. Pria itu pun menyetujui janji tersebut.
Mereka kemudian hidup bersama dan memiliki seorang anak laki-laki. Namun, anak mereka memiliki kebiasaan yang membuat ayahnya sering marah. Suatu hari, karena kesal, sang ayah tanpa sengaja berkata bahwa anak itu adalah “anak ikan”.
Ucapan itu membuat sang ibu sangat sedih karena janji yang telah disepakati sebelumnya telah dilanggar. Ia pun menyuruh anaknya naik ke bukit. Tak lama kemudian, hujan turun sangat deras dan air terus mengalir hingga menenggelamkan lembah tempat mereka tinggal.
Lembah tersebut akhirnya berubah menjadi sebuah danau yang sangat luas. Danau itulah yang kemudian dikenal sebagai Danau Toba.
Baca juga: 5 Dongeng Romantis Buat Pacar Tersayang yang Romantis dan Menghangatkan Hati
Contoh Jenis Dongeng Mitos: Nyi Roro Kidul
Pada zaman dahulu, masyarakat di Pulau Jawa percaya bahwa Laut Selatan memiliki penguasa yang sangat kuat dan berkuasa atas seluruh wilayah laut tersebut. Sosok itu dikenal dengan nama Nyi Roro Kidul, yang digambarkan sebagai ratu dari kerajaan gaib di laut selatan.
Konon, Nyi Roro Kidul memiliki istana megah di dasar laut. Ia digambarkan sebagai sosok perempuan yang cantik dan memiliki kekuatan luar biasa. Banyak orang percaya bahwa ia dapat mengendalikan ombak besar dan badai di laut.
Cerita tentang Nyi Roro Kidul juga sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa di sekitar pantai selatan Jawa. Beberapa masyarakat bahkan percaya bahwa mengenakan pakaian berwarna hijau di pantai selatan dapat menarik perhatian sang ratu laut.
Karena itulah, hingga sekarang masih ada orang yang menghindari memakai warna tersebut ketika berada di pantai selatan. Kepercayaan ini menjadi bagian dari cerita yang terus berkembang di masyarakat.
Contoh Jenis Dongeng Sage: Ciung Winara
Pada zaman dahulu, di Kerajaan Galuh, hiduplah seorang raja yang memiliki dua permaisuri. Dari salah satu permaisuri lahirlah seorang bayi laki-laki yang kelak dikenal sebagai Ciung Wanara. Namun karena iri dan ingin merebut kekuasaan, permaisuri lainnya melakukan tipu daya.
Bayi Ciung Wanara dimasukkan ke dalam sebuah keranjang lalu dihanyutkan ke sungai. Semua orang mengira bayi itu telah hilang.
Namun ternyata, keranjang tersebut ditemukan oleh sepasang suami istri sederhana yang kemudian merawat bayi itu dengan penuh kasih sayang.
Ciung Wanara tumbuh menjadi pemuda yang cerdas dan pemberani. Suatu hari ia mengetahui asal-usul dirinya dan memutuskan pergi ke Kerajaan Galuh untuk mencari kebenaran.
Di kerajaan, Ciung Wanara mengikuti berbagai tantangan untuk membuktikan kemampuannya. Salah satu kisah yang terkenal adalah ketika ia mengadu ayam dengan putra raja yang sebenarnya merupakan saudara tirinya.
Dengan kecerdikan dan keberaniannya, Ciung Wanara berhasil memenangkan pertandingan tersebut.
Kemenangan itu akhirnya membuka rahasia masa lalu yang selama ini tersembunyi. Kebenaran pun terungkap, dan Ciung Wanara diakui sebagai bagian dari keluarga kerajaan.
Ia kemudian mendapatkan haknya kembali dan menjadi tokoh yang dihormati.
Menariknya, cerita-cerita seperti ini juga sering dijadikan konten edukatif di berbagai website. Agar konten tersebut mudah ditemukan oleh pembaca di mesin pencari, strategi SEO tentu menjadi hal yang penting.
Jika kamu ingin mengembangkan website dengan konten yang lebih optimal, Optimaise sebagai digital marketing agency Malang menyediakan jasa SEO yang dapat membantu meningkatkan visibilitas website secara lebih efektif.
Selain mengenal berbagai jenis dongeng, kamu juga bisa melanjutkan membaca artikel lainnya tentang dongeng pendek anak SD yang berisi cerita sederhana, menarik, dan penuh pesan moral.
