Dalam kehidupan seorang Muslim, tidak ada sosok yang jasanya melebihi kedua orang tua. Sejak lahir hingga dewasa, pengorbanan ayah dan ibu menjadi alasan utama seseorang dapat tumbuh, belajar, dan menjalani kehidupan dengan baik. Karena itu, Islam menempatkan bakti kepada orang tua pada posisi yang sangat tinggi, bahkan setelah perintah menyembah Allah SWT.
Salah satu bentuk bakti paling sederhana namun memiliki nilai besar adalah membaca doa kedua orang tua. Doa ini bukan sekadar ucapan, tetapi wujud cinta, rasa syukur, dan penghormatan seorang anak sepanjang hidupnya — baik ketika orang tua masih hidup maupun telah wafat.
Artikel kali ini akan membahas secara lengkap bacaan doa untuk kedua orang tua beserta keutamaan dan adab yang diajarkan dalam Islam.
Table of Contents
Kedudukan Orang Tua dalam Islam

Islam memberikan kedudukan luar biasa kepada orang tua. Dalam banyak ayat Al-Qur’an, perintah berbakti kepada orang tua selalu disebut setelah perintah tauhid atau menyembah Allah.
Hal ini menunjukkan bahwa menghormati orang tua bukan sekadar etika sosial, tetapi bagian dari ibadah.
Allah SWT menggambarkan perjuangan seorang ibu yang mengandung dalam keadaan lemah bertambah lemah, serta ayah yang bekerja keras memenuhi kebutuhan keluarga. Karena pengorbanan itulah, seorang anak diperintahkan untuk:
- berkata lembut kepada orang tua,
- tidak membentak,
- menghormati keputusan mereka,
- serta selalu mendoakan kebaikan bagi keduanya.
Bahkan ketika orang tua telah meninggal dunia, hubungan seorang anak tidak pernah terputus. Doa anak saleh menjadi salah satu amal yang terus mengalir pahalanya.
Bacaan Doa Kedua Orang yang Masih Hidup Berdasarkan Al-Quran

Doa kedua orang tua yang paling sering diajarkan berasal dari Al-Qur’an:
Surat An-Naml ayat 19
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Fa tabassama ḍāḥikam ming qaulihā wa qāla rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn
Artinya: Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.
Surat Ibrahim ayat 41
Arab
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Latin
Rabbighfir lī wa liwālidayya warhamhumā kamā rabbayānī ṣaghīrā.
Artinya
“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku di waktu kecil.”
Doa ini memiliki makna mendalam. Seorang anak mengakui bahwa dirinya tidak akan mampu membalas kasih sayang orang tua, sehingga ia memohon agar Allah sendiri yang memberikan balasan terbaik kepada mereka.
Doa ini dapat dibaca:
- setelah sholat,
- sebelum tidur,
- selesai membaca Al-Qur’an,
- atau kapan saja sebagai bentuk bakti harian.
Baca Juga: Doa Bercermin: Bacaan Lengkap, Sunnah Nabi, dan Hikmah Mensyukuri Ciptaan Allah
Doa Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal Arab, Latin, dan Terjemahannya
Ketika orang tua telah wafat, doa menjadi hadiah paling berharga dari seorang anak.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”
Dalam ajaran Islam, orang tua yang telah meninggal tetap dapat menerima pahala melalui:
- doa anak,
- sedekah atas nama mereka,
- amal jariyah,
- serta kebaikan yang diniatkan untuk mereka.
Karena itu, membaca doa kedua orang tua sebaiknya menjadi kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan.
Doa Kepada Kedua Orang Tua yang Sedang Sakit
اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Artinya:
“Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, hanya Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu.”
Keutamaan Doa Kedua Orang Tua
Mendoakan orang tua memiliki banyak keutamaan, baik bagi anak maupun orang tua itu sendiri.
Termasuk Amal Paling Dicintai Allah
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa berbakti kepada orang tua termasuk amal utama setelah sholat tepat waktu.
Membuka Pintu Rezeki
Banyak ulama menjelaskan bahwa ridha orang tua menjadi sebab keberkahan hidup dan kelapangan rezeki.
Memanjangkan Umur dalam Keberkahan
Anak yang berbakti biasanya diberikan kehidupan yang lebih tenang dan penuh keberkahan.
Amal Tidak Terputus
Doa anak saleh menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi orang tua meskipun telah wafat.
Mendatangkan Ketentraman Hati
Mendoakan orang tua membuat hati lebih lembut dan penuh rasa syukur.
Adab Anak kepada Orang Tua Sesuai Ajaran Nabi
Berbakti kepada orang tua tidak hanya melalui doa. Rasulullah SAW mencontohkan berbagai adab yang harus dijaga oleh seorang anak.
Berkata Lembut
Islam melarang berkata kasar kepada orang tua, bahkan sekadar mengucapkan kata “ah”.
Mendahulukan Kepentingan Orang Tua
Selama tidak bertentangan dengan syariat, keinginan orang tua sebaiknya diutamakan.
Membantu Tanpa Diminta
Bakti terbaik adalah memahami kebutuhan orang tua tanpa menunggu perintah.
Tidak Membuat Mereka Bersedih
Menjaga perasaan orang tua termasuk bentuk ibadah besar.
Tetap Berbakti Setelah Mereka Wafat
Caranya dengan:
- menjaga silaturahmi keluarga mereka,
- melunasi hutang,
- meneruskan kebaikan yang dahulu mereka lakukan.
Adab ini menunjukkan bahwa bakti kepada orang tua berlangsung seumur hidup.
Baca Juga: Doa Hujan Lengkap: Bacaan Saat Turun Hujan, Hujan Lebat, Angin Kencang Sampai Hujan Reda
Tanya Jawab Seputar Doa Kedua Orang Tua
Apakah doa untuk orang tua harus menggunakan bahasa Arab?
Tidak wajib. Bahasa Arab dianjurkan karena berasal dari Al-Qur’an dan hadits, tetapi doa dengan bahasa sendiri tetap diperbolehkan.
Kapan waktu terbaik membaca doa kedua orang tua?
Beberapa waktu utama:
- setelah sholat fardhu,
- sepertiga malam,
- hari Jumat,
- saat hujan,
- dan ketika berdoa secara pribadi.
Apakah anak tetap wajib mendoakan orang tua yang telah meninggal lama?
Ya. Doa tetap bermanfaat kapan pun dibaca, bahkan puluhan tahun setelah wafat.
Bagaimana jika hubungan dengan orang tua kurang baik?
Islam tetap memerintahkan berbuat baik dan mendoakan mereka. Doa justru menjadi jalan memperbaiki hubungan batin.
Apakah doa anak benar-benar sampai kepada orang tua?
Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa anak saleh termasuk amal yang tidak terputus bagi orang tua di alam kubur.
Sama seperti surat yasin lengkap 83 ayat, Membaca doa kedua orang tua bukan hanya tradisi setelah sholat, tetapi bentuk cinta yang tidak lekang oleh waktu. Orang tua mungkin tidak selalu meminta balasan atas pengorbanannya, namun Islam mengajarkan bahwa seorang anak tidak boleh melupakan jasa mereka.
Selagi orang tua masih hidup, manfaatkan kesempatan untuk membahagiakan mereka. Dan ketika mereka telah tiada, jangan biarkan nama mereka hilang dari doa-doa kita.
Karena pada akhirnya, doa seorang anak bisa menjadi cahaya yang menerangi kehidupan orang tuanya — bahkan setelah dunia ini ditinggalkan.
Sebagai penutup, bagi Anda yang saat ini sedang mencari Digital Agency Malang, dengan layanan Jasa Penulisan Artikel, maka Optimaise adalah pilihan yang tepat. Tidak hanya menawarkan jasa penulis artikel, tapi juga jasa SEO terbaik yang siap membawa website Anda masuk peringkat satu mesin pencari!
