Dunia keamanan siber kembali diguncang oleh aksi kelompok peretas ternama, LAPSUS$ GROUP. Kali ini, targetnya adalah lembaga vital pemerintah Eropa yaitu Kementerian Pertanian dan Kedaulatan Pangan Prancis. Dalam sebuah unggahan di forum gelap (dark web), kelompok ini mengklaim telah berhasil mencuri dan mempublikasikan data sebesar 60,9 GB milik kementerian tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang serangan siber berskala besar yang menargetkan infrastruktur pemerintahan. Namun, yang membuat serangan ini mengerikan bukan hanya volume datanya, melainkan sifat sensitif dari informasi yang bocor serta pesan provokatif yang menyertainya.
Ancaman Baru dari LAPSUS$ GROUP
Pada tanggal 29 Desember 2025, sebuah peringatan keamanan tingkat tinggi muncul setelah LAPSUS$ GROUP mengunggah paket data raksasa di platform BreachForums. Kelompok ini, yang sebelumnya dikenal karena membobol raksasa teknologi seperti Samsung dan Microsoft, kembali muncul dengan target yang lebih politis.
Dalam pernyataannya, LAPSUS$ tidak hanya membagikan data tersebut secara gratis, tetapi juga menyertakan pesan bernada ancaman. Mereka menyatakan bahwa kebocoran ini hanyalah “awal dari serangan kami terhadap Prancis.” Hal ini memicu kekhawatiran bahwa kementerian lain atau infrastruktur kritis di negara tersebut mungkin sudah berada dalam bidikan mereka.
Kementerian Pertanian dan Kedaulatan Pangan Prancis (Ministère de l’Agriculture et de la Souveraineté alimentaire) adalah lembaga yang bertanggung jawab atas kebijakan pangan, produksi pertanian, dan keamanan pangan nasional. Peretasan terhadap lembaga ini bukan sekadar pencurian data administratif, melainkan serangan terhadap stabilitas logistik pangan salah satu negara terbesar di Uni Eropa.
Apa Saja yang Bocor?
Berdasarkan analisis awal, kebocoran ini mencakup penetrasi yang sangat mendalam ke dalam infrastruktur digital kementerian. Data tersebut terdiri dari 97.210 file yang terbagi ke dalam 1.250 folder.
1. Kredensial Server FTP dan Log Aplikasi
Data yang paling mengkhawatirkan adalah daftar kredensial server FTP. Dengan informasi ini, pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab dapat memperoleh akses masuk ke server kementerian untuk mengunduh file tambahan atau menanamkan malware. Selain itu, log aplikasi yang bocor memberikan peta jalan bagi peretas lain untuk memahami arsitektur perangkat lunak internal kementerian.
2. Database SQL
Kelompok LAPSUS$ juga menyertakan file SQL yang berisi basis data terstruktur. Database ini biasanya menyimpan informasi sensitif seperti data personel, inventaris nasional, catatan distribusi pangan, hingga data kontak para pemangku kepentingan di sektor pertanian Prancis.
3. Jangkauan Luas di 32 Departemen
Kebocoran ini tidak terbatas pada kantor pusat di Paris. Laporan menunjukkan bahwa file yang dicuri mencakup data dari 32 departemen di seluruh Prancis. Luasnya cakupan ini mengindikasikan bahwa peretas memiliki akses tingkat tinggi (elevated privileges) yang memungkinkan mereka bergerak secara lateral di dalam jaringan kementerian.
Analisis Risiko dan Dampak Strategis
Tingkat keparahan insiden ini dikategorikan sebagai High (Tinggi) karena beberapa alasan strategis:
- Keamanan Pangan Nasional: Data mengenai distribusi dan kedaulatan pangan adalah informasi strategis. Jika data ini jatuh ke tangan kompetitor ekonomi atau aktor negara lain, hal itu dapat digunakan untuk mengganggu stabilitas pasar atau rantai pasok.
- Risiko Serangan Lanjutan: Dengan bocornya kredensial admin dan alat sinkronisasi, sistem kementerian kini dalam posisi sangat rentan. Peretas lain dapat menggunakan informasi ini untuk melakukan serangan ransomware yang lebih melumpuhkan.
- Kepercayaan Publik: Bocornya data pemerintah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan negara dalam melindungi informasi sensitif warga dan infrastrukturnya.
Mengenal Motif dan Reputasi LAPSUS$ GROUP
LAPSUS$ GROUP dikenal sebagai kelompok yang tidak terprediksi. Berbeda dengan kelompok peretas yang biasanya bekerja secara diam-diam untuk memeras uang, LAPSUS$ sering kali didorong oleh keinginan untuk mendapatkan ketenaran.
Metode mereka sering melibatkan teknik social engineering yang canggih atau memanfaatkan kerentanan pada aplikasi internal yang tidak segera diperbaiki (unpatched). Dalam kasus Prancis ini, penetrasi yang begitu dalam menunjukkan adanya celah serius pada protokol otentikasi atau keamanan akses jarak jauh kementerian.
Kebocoran data 60GB milik Kementerian Pertanian Prancis adalah pengingat keras bahwa sektor pemerintahan adalah target utama dalam perang informasi modern. Tidak ada sistem yang benar-benar kebal, dan pertahanan siber harus selalu berevolusi lebih cepat daripada teknik serangan yang digunakan oleh kelompok seperti LAPSUS$.
Bagi organisasi pemerintah maupun swasta, insiden ini menekankan pentingnya penggunaan otentikasi multifaktor (MFA) yang kuat, enkripsi basis data, dan audit keamanan sistem secara berkala untuk mencegah akses ilegal yang merugikan kedaulatan negara.
Referensi: https://darkwebinformer.com/lapsus-group-claims-60gb-data-leak-from-french-ministry-of-agriculture/
Sebagai penutup, jika Anda ingin bisnis Anda semakin dikenal dan tampil di halaman pertama Google, Jasa SEO Terpercaya Optimaise siap membantu Anda. Dengan strategi SEO yang telah terbukti efektif serta pengalaman dalam meningkatkan visibilitas berbagai bisnis di Malang, Bali, dan Jakarta, kami siap membawa website Anda ke level berikutnya. Jangan biarkan pesaing melangkah lebih dulu—optimalkan website Anda sekarang juga.
Dapatkan strategi SEO terbaik untuk pertumbuhan bisnis Anda dengan mengunjungi optimaise.co.id dan berlangganan layanan kami untuk hasil yang maksimal.

