Saat ini smartphone menjadi lebih dari sebuah perangkat yang digunakan untuk berkomunikasi dari jarak jauh. Ponsel pintar seakan menjadi sebuah perangkat utama yang dibutuhkan oleh semua orang dari berbagai kalangan untuk membantu kehidupan sehari hari mereka. Terutama bagi orang yang tinggal di daerah perkotaan, hampir segala aspek kehidupan mereka bergantung dengan perangkat satu ini.
Dengan semakin digalakkannya gerakan digital, tidak heran jika penggunaan smarphone di daerah perkotaan menjadi sebuah kewajiban. Banyak hal mulai dari komunikasi hingga transportasi membutuhkan smartphone untuk bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu ponsel pintar menjadi sebuah perangkat yang paling dibutuhkan dan dimiliki oleh hampir semua orang.
Namun dengan semakin cepatnya pergerakan teknologi di era digital ini, smartphone juga bisa menjadi incaran kejahatan siber. Banyaknya data yang ada di dalamnya membuat banyak oknum tidak bertanggung jawab berusaha mengambil keuntungan dengan cara meretas smartphone orang lain. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan data dan dokumen pribadi hingga mengakses aplikasi tabungan digital yang ada di dalamnya.
Table of Contents
Ciri-Ciri Smartphone Sedang Diretas
Smartphone memiliki keadaan yang berbeda-beda sesuai dengan bagaimana pemiliknya menggunakannya, dan sebagai barang yang digunakan sehari-hari, pemiliknya pasti akan merasakan sesuatu yang berbeda jika ada yang salah dengan perangkatnya. Dalam hal ponsel yang diretas, ada beberapa hal yang dapat menjadi indikasi bahwa ponsel pintar telah diretas yang mudah untuk dilihat tanpa alat bantu apapun.
Baterai Yang Lebih Cepat Terkuras
Baterai merupakan komponen yang memberikan daya kepada smartphone, dan cepat lambatnya daya baterai berkurang bergantung pada kesehatan baterai dan juga penggunaannya. Namun, jika baterai perangkat terkuras lebih cepat ketika digunakan secara normal, hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa ponsel smartphone tersebut telah dihack atau sedang disusupi oleh sebuah program.
Indikasi ini datang karena setiap kali ada aplikasi atau program yang berjalan, smartphone akan menghasilkan panas yang kemudian dapat mengurangi daya baterai. Ketika digunakan secara normal namun baterai berkurang lebih cepat, bisa jadi ada program yang tidak diketahui sedang berjalan di latar belakang. Hal tersebut sangat bisa menyebabkan daya baterai lebih cepat terkuras daripada biasanya.
Aplikasi Yang Tiba-Tiba Terbuka Ketika Smartphone Sedang Tidak Digunakan
Aplikasi dan program yang ada di dalam smartphone umumnya tidak bisa berjalan atau terbuka secara tiba-tiba tanpa adanya input dari pengguna. Jika smartphone yang tidaj digunakan tiba-tiba menyala dan menjalankan sebuah aplikasi, maka kemungkinan besar perangkat tersebut telah dihack oleh orang lain yang berhasil menyusupkan program malware ke dalam ponsel tersebut.
Dengan demikian, hacker yang berhasil meretas ponsel tersebut dapat mengakses apapun yang ada di dalamnya. Jika seorang hacker berhasil mendapatkan akses, mereka akan dengan cepat beraksi dan mengambil apa yang mereka inginkan dan butuhkan, mulai dari data pribadi, dokumen penting yang tersimpan, hingga informasi untuk membuka aplikasi tertentu.
Kamera Yang Menyala Sendiri
Pada umumnya, kamera dari smartphone hanya akan aktif ketika penggunanya menggunakan aplikasi yang bisa mengakses kamera. Smartphone keluaran terbaru juga akan memberikan sebuah tanda bahwa kamera sedang aktif dan sedang digunakan. Yang menjadi tanda bahwa ponsel sedang dihack adalah munculnya notifikasi bahwa kamera sedang menyala padahal tidak sedang menggunakan aplikasi yang membutuhkan akses kamera.
Hal ini sangat berbahaya karena kamera dari ponsel tersebut dapat digunakan sebagai alat penyadap yang dapat mengambil gambar apapun tanpa izin. Jika hal itu sampai terjadi, maka privasi pemilik ponsel akan jadi tidak terlindungi dan dapat digunakan untuk sebuah tindak kejahatan seperti pemerasan. Hal ini pun dapat terjadi pada mikrofon ponsel. Mekanismenya sama dan ponsel dapat digunakan sebagai alat penyadap.
Baca juga: 2 Cara Yang Digunakan Untuk Hack Handphone Yang Harus Diketahui – Optimaise
Hal Yang Dapat Membuat Smartphone Dihack Orang Lain

Pada umunya, smartphone dihack menggunakan malware yang disusupkan ke dalam perangkat korban. Malware tersebut biasanya berasal dari aplikasi yang diunduh dari sumber yang tidak jelas asalnya. Ada juga beberapa yang menggunakan virus dapat membobol sistem keamanan dari perangkat yang diserang. Untuk virus yang sering berdampak langsung ke ponsel adalah virus atau malware yang tiba-tibe memberikan iklan ketika smartphone sedang digunakan.
Hal tersebut nampak seperti sesuatu yang tidak berbahaya tapi sangat mengganggu pengguna ketika digunakan. Namun di dalamnya ada sebuah kejahatan yang mungkin sedang terjadi. Bisa jadi hal tersebut merupakan sebuah distraksi yang membuat pemilik smatphone tidak sadar bahwa data mereka sedang diakses oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Smartphone yang paling sering terkena malware dan virus adalah, selain penggunanya sering menekan sembarang tautan yang ditemukan dan juga mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas. Adalah perangkat lama yang sudah tidak mendapatkan update keamanan software dari perodusen ponsel terssebut. Dengan tidak adanya pembaruan sistem keamanan, smartphone menjadi sangat rawan terkena virus dan juga malware.
Cara Agar Smartphone Terhindar Dari Peretasan

Banyak sekali langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh pemilik ponsel untuk menghindari perangkat mereka dari tindak peretasan. Namun masih banyak yang menganggap remeh hal ini dan kemudian menjadi korban peretasan perangkat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan melakukan tindak pencegahan ini, kemungkinan untuk ponsel terkena hack akan jauh menurun.
Pastikan Keamanan Sistem Terus Mendapatkan Pembaruan
Malware dan virus yang digunakan untuk meretas ponsel akan terus berkembang dan dapat memanfaatkan berbagai celah keamanan yang ada di dalam sistem. Pembaruan sistem keamanan harus terus dilakukan untuk menutup segala celah yang sangat mungkin dimanfaatkan oleh pembuat malware dan virus yang setiap hari terus mencari incaran untuk dijadikan korban berikutnya.
Umumnya, produsen smartphone akan terus memberikan pembaruan sistem keamanan selama dua atau tiga tahun. Setelah itu, perangkat tidak akan mendapatkan update lagi. Untuk itulah sangat disarankan bagi orang yang mampu untuk mengganti perangkat mereka saat sudah tidak mendapatkan update sistem keamanan terbaru dari pihak produsen.
Jangan Unduh dan Install Aplikasi Dari Sumber Yang Tidak Jelas
Aplikasi dapat digunakan sebagai perantara untuk menyusupkan malware dan juga virus ke dalam perangkat yang digunakan. Dalam praktiknya, malware dan virus tersebut akan ditanamkan ke dalam aplikasi yang sering diunduh oleh orang awam. Baik itu karena mereka menginginkan aplikasi gratis atau iming-iming fitur yang dapat membuat perangkat lebih enak untuk digunakan.
Gunakan Aplikasi Antivirus Untuk Keamanan Tambahan
Sama seperti komputer, smartphone juga memiliki aplikasi antivirus yang bisa digunakan untuk mendeteksi adanya sesuatu yang tidak seharusnya terinstal di perangkat tersebut. Namun, sama halnya dengan yang ada di komputer, aplikasi antivirus yang benar-benar bisa mencegah serangan virus dan malware adalah antivirus yang berbayar untuk digunakan. Penggunaan aplikasi gratis hanya akan mendeteksi tanpa tindakan untuk menghancurkan anomali yang ada.
Anda sedang membutuhkan jasa digital untuk mengembangkan bisnis anda? Optimsie dapat membantu anda dengan berbagai jasa digital yang ditawarkan. Salah satunya ada Jasa Penulisan Artikel yang tentunya memberikan hasil yang memuaskan dan tentunya sesuai dengan standard yang ada
Baca juga Cara Hack Whatsapp untuk anda yang tertarik dengan informasi terkini terkait teknologi dan keamanan digital.

