Dalam sejarah Islam, ada banyak sekali kisah mengenai orang-orang beriman yang harus menghadapi tekanan, ancaman, bahkan kehilangan nyawa hanya karena mempertahankan keyakinannya. Surat Al Buruj hadir sebagai pengingat kuat bahwa iman sejati sering kali diuji, namun tidak pernah sia-sia di sisi Allah SWT.
Surah ini bukan hanya berbicara tentang langit dan bintang-bintang, tetapi juga tentang keberanian, kesabaran, serta keadilan Allah SWT terhadap kezaliman manusia. Meski ayatnya singkat, pesan yang terkandung di dalamnya sangat dalam dan relevan hingga kehidupan modern saat ini.
Artikel kali ini akan membahas dengan lengkap mengenai surat Al Buruj, mulai dari pengenalan, keutamaan, bacaan, tafsir, hingga pelajaran hidup yang bisa diamalkan sehari-hari.
Table of Contents
Sekilas Tentang Surat Al Buruj

Surat Al-Buruj merupakan surah ke-85 dalam Al-Qur’an dan terdiri dari 22 ayat. Surah ini tergolong sebagai surah Makkiyah, yaitu diturunkan sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.
Nama Al Buruj sendiri memiliki arti gugusan bintang-bintang besar atau rasi bintang di langit. Nama ini diambil dari ayat pertama:
“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang.”
Pembukaan ini menunjukkan kebesaran ciptaan Allah SWT sekaligus menjadi sumpah Ilahi untuk menegaskan pesan penting yang akan disampaikan setelahnya.
Tema utama surat Al Buruj meliputi:
- Keteguhan iman orang beriman
- Kezaliman terhadap kaum mukmin
- Kisah Ashabul Ukhdud
- Janji balasan Allah bagi pelaku kebaikan maupun kejahatan
Surah ini turun pada masa kaum Muslim di Makkah mengalami tekanan berat dari kaum Quraisy. Karena itu, kandungannya menjadi penguat mental dan spiritual bagi para sahabat.
Keutamaan Surat Al Buruj

Meski bukan termasuk surah panjang, surat Al-Buruj memiliki nilai spiritual yang besar bagi umat Islam. Beberapa keutamaannya antara lain:
a. Menguatkan Keteguhan Iman
Surah ini mengingatkan bahwa ujian bukan tanda kebencian Allah, tetapi bagian dari perjalanan keimanan.
b. Pengingat Bahaya Kezaliman
Allah menunjukkan bahwa setiap tindakan zalim pasti mendapat balasan, meskipun tampak kuat di dunia.
c. Menumbuhkan Kesabaran dalam Ujian
Kisah dalam surat Al Buruj menjadi motivasi agar tetap istiqamah dalam kebenaran.
d. Mengingatkan Kekuasaan Allah
Langit berbintang dijadikan sumpah sebagai simbol bahwa seluruh alam berada dalam pengawasan Allah SWT.
Membaca surat Al Buruj secara rutin juga membantu menghadirkan kesadaran bahwa kehidupan dunia hanyalah fase sementara.
Baca Juga: Surat Al Quraisy: Bacaan Lengkap dengan Terjemahan dan Tafsir
Bacaan Surat Al Buruj
Berikut bacaan lengkap surat Al Buruj:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ ١
was-samâ’i dzâtil-burûj
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,
وَالْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِۙ ٢
wal-yaumil-mau‘ûd
demi hari yang dijanjikan,
وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ ٣
wa syâhidiw wa masy-hûd
demi yang menyaksikan dan yang disaksikan,
قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ ٤
qutila ash-ḫâbul-ukhdûd
binasalah orang-orang yang membuat parit (tempat menyiksa orang mukmin)
النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِۙ ٥
an-nâri dzâtil-waqûd
(yang dikobarkan) api penuh kayu bakar.
اِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُوْدٌۙ ٦
idz hum ‘alaihâ qu‘ûd
Ketika (itu) mereka (hanya) duduk di sekitarnya.
وَّهُمْ عَلٰى مَا يَفْعَلُوْنَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ شُهُوْدٌۗ ٧
wa hum ‘alâ mâ yaf‘alûna bil-mu’minîna syuhûd
Mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin.
وَمَا نَقَمُوْا مِنْهُمْ اِلَّآ اَنْ يُّؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ ٨
wa mâ naqamû min-hum illâ ay yu’minû billâhil-‘azîzil-ḫamîd
Tidaklah mereka menyiksa (membakar) orang-orang mukmin itu, kecuali karena mereka beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji,
الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌۗ ٩
alladzî lahû mulkus-samâwâti wal-ardl, wallâhu ‘alâ kulli syai’in syahîd
yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ ١٠
innalladzîna fatanul-mu’minîna wal-mu’minâti tsumma lam yatûbû fa lahum ‘adzâbu jahannama wa lahum ‘adzâbul-ḫarîq
Sesungguhnya, orang-orang yang menimpakan cobaan (siksa) terhadap mukmin laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertobat, mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ ١١
innalladzîna âmanû wa ‘amilush-shâliḫâti lahum jannâtun tajrî min taḫtihal-an-hâr, dzâlikal-fauzul-kabîr
Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah kemenangan yang besar.
اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌۗ ١٢
inna bathsya rabbika lasyadîd
Sesungguhnya azab Tuhanmu sangat keras.
اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُۚ ١٣
innahû huwa yubdi’u wa yu‘îd
Sesungguhnya Dialah yang memulai (penciptaan makhluk) dan yang mengembalikan (hidup setelah mati).
وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ ١٤
wa huwal-ghafûrul-wadûd
Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,
ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُۙ ١٥
dzul-‘arsyil-majîd
Pemilik ʻArasy lagi Mahamulia,
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ ١٦
fa‘‘âlul limâ yurîd
Mahakuasa berbuat apa saja yang Dia kehendaki.
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْجُنُوْدِۙ ١٧
hal atâka ḫadîtsul-junûd
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara,
فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَۗ ١٨
fir‘auna wa tsamûd
(yaitu bala tentara) Fir‘aun dan Samud?
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ تَكْذِيْبٍۙ ١٩
balilladzîna kafarû fî takdzîb
Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan,
وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ مُّحِيْطٌۚ ٢٠
wallâhu miw warâ’ihim muḫîth
padahal Allah mengepung dari belakang mereka.
بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ ٢١
bal huwa qur’ânum majîd
Bahkan, (yang didustakan itu) Al-Qur’an yang mulia
فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍࣖ ٢٢
fî lauḫim maḫfûdh
yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuz).
Tafsir Surat Al-Buruj
Bagian paling menyentuh dari surat Al Buruj adalah kisah Ashabul Ukhdud, yaitu sekelompok orang beriman yang dibakar hidup-hidup karena mempertahankan iman mereka.
Allah SWT menggambarkan para penguasa zalim yang menggali parit besar berisi api. Mereka memaksa kaum mukmin meninggalkan keimanan. Siapa yang menolak, dilemparkan ke dalam api.
Yang mengejutkan, Al-Qur’an tidak menyoroti penderitaan korban, melainkan kemuliaan iman mereka.
Ayat 8 menjelaskan bahwa satu-satunya “kesalahan” orang beriman hanyalah karena mereka percaya kepada Allah SWT Yang Maha Perkasa.
Tafsir para ulama menyebutkan bahwa:
- Allah menjadi saksi atas setiap kezaliman
- Tidak ada penderitaan yang luput dari keadilan-Nya
- Kemenangan sejati bukan selalu di dunia
Kemudian Allah menegaskan sifat-Nya:
- Maha Pengampun
- Maha Pengasih
- Berkuasa melakukan apa pun yang Dia kehendaki
Pesan ini sangat kuat: kekuasaan manusia bersifat sementara, sedangkan keputusan Allah bersifat mutlak.
Kisah Turunnya Surat Al-Buruj (Asbabun Nuzul)
Surat Al-Buruj berkaitan erat dengan kisah sejarah tragis yang dikenal sebagai Ashabul Ukhdud.
Menurut riwayat tafsir, peristiwa ini terjadi pada masa seorang raja zalim yang memaksa rakyatnya meninggalkan iman kepada Allah SWT. Ketika banyak rakyat tetap beriman, sang raja menggali parit besar dan menyalakan api.
Orang-orang beriman dilemparkan satu per satu ke dalamnya.
Dalam sebuah riwayat disebutkan seorang ibu hampir mundur karena takut melihat bayinya. Namun bayi tersebut—atas izin Allah—berbicara:
“Wahai ibu, bersabarlah. Engkau berada di atas kebenaran.”
Kisah ini menjadi simbol keteguhan iman sepanjang sejarah manusia.
Surah ini turun untuk menghibur Rasulullah SAW dan para sahabat yang saat itu juga mengalami penyiksaan di Makkah.
Pesannya jelas: penderitaan kaum beriman bukanlah akhir cerita.
Cara Mengamalkan Nilai Surat Al-Buruj dalam Kehidupan Sehari-Hari
Nilai surat Al-Buruj sangat relevan dalam kehidupan modern.
a. Tetap Jujur Meski Sulit
Kadang mempertahankan kebenaran membuat seseorang tidak populer. Surah ini mengajarkan keberanian moral.
b. Tidak Menjadi Pelaku Kezaliman
Kezaliman tidak selalu besar. Sikap merendahkan orang lain pun termasuk bentuk ketidakadilan.
c. Sabar dalam Ujian Hidup
Masalah hidup sering terasa berat, tetapi Allah melihat setiap perjuangan.
d. Meyakini Keadilan Allah
Tidak semua balasan terjadi segera. Namun tidak ada amal yang sia-sia.
e. Menjaga Iman di Lingkungan Sulit
Surah Al Buruj mengajarkan bahwa iman sejati tetap bertahan meski berada dalam tekanan sosial.
Baca Juga: Doa Iftitah: Bacaan Sunnah Penyempurna Sholat yang Sangat Dianjurkan Ulama
Tanya Jawab Seputar Surat Al-Buruj
Mengapa Allah bersumpah dengan langit berbintang?
Untuk menunjukkan kebesaran ciptaan-Nya sekaligus menegaskan kebenaran pesan yang disampaikan.
Siapa Ashabul Ukhdud?
Kaum mukmin yang dibakar hidup-hidup oleh penguasa zalim karena mempertahankan iman.
Apa pesan utama surat Al Buruj?
Keteguhan iman dan kepastian keadilan Allah.
Apakah surat ini relevan saat ini?
Sangat relevan, terutama dalam menghadapi tekanan moral dan sosial.
Kapan waktu baik membaca surat Al Buruj?
Dapat dibaca kapan saja, terutama saat membutuhkan penguatan iman.
Surat Al-Buruj mengajarkan satu pelajaran besar: iman bukan hanya diucapkan, tetapi diperjuangkan. Kisah orang-orang beriman yang tetap teguh meski menghadapi api menunjukkan bahwa kemenangan sejati bukan selalu tentang selamat di dunia, melainkan tentang kemuliaan di sisi Allah.
Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan nilai dan prinsip, pesan surat Al Buruj terasa semakin hidup. Ia mengingatkan bahwa Allah selalu menyaksikan, mencatat, dan pada akhirnya memberikan keadilan yang sempurna.
Sama seperti Surat Yasin lengkap 83 ayat kursi, membaca dan memahami surat Al Buruj bukan sekadar ibadah, tetapi juga sumber keberanian untuk tetap berada di jalan kebenaran.
Terakhir, bagi Anda yang sedang mencari Jasa SEO terbaik atau Digital Marketing Agency Malang, maka Optimaise, Adalah pilihan terbaik yang layak untuk dipertimbangkan. Dengan layanan Jasa SEO miliknya, Optimaise, siap membantu website Anda masuk peringkat satu mesin pencari!
