Islam

Surah Ar Rahman: Makna, Keutamaan, Tafsir, dan Panduan Mengamalkannya

Dwi

Surah Ar Rahman

Ada ayat-ayat Al-Qur’an yang ketika dibaca begitu menenangkan hati, seolah mengingatkan manusia tentang kasih sayang Allah SWT yang begitu luas. Salah satunya adalah surah Ar Rahman. Surah ini bukan hanya indah dari segi bahasa, tetapi juga penuh pesan tentang nikmat, keseimbangan alam, serta hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Tidak heran jika banyak orang menjadikan surah Ar Rahman sebagai bacaan rutin karena maknanya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Artikel kali ini akan membahas secara lengkap tentang surat Ar Rahman, mulai dari pengenalan, keutamaan, bacaan, tafsir, kisah turunnya, hingga cara mengamalkan nilainya dalam kehidupan.

Sekilas Tentang Surah Ar Rahman

sekilas tentang Surah Ar Rahman
Surah Ar Rahman: Makna, Keutamaan, Tafsir, dan Panduan Mengamalkannya 1

Surah Ar-Rahman merupakan surah ke-55 dalam Al-Qur’an dan termasuk golongan surah Makkiyah menurut mayoritas ulama. Surah ini terdiri dari 78 ayat dan dikenal dengan gaya bahasa yang sangat puitis serta repetitif, terutama pada ayat yang berbunyi:

“Fabi ayyi aalaa’i rabbikumaa tukadzdzibaan”
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Ayat tersebut diulang berkali-kali sebagai bentuk penegasan bahwa manusia dan jin sering kali lalai dalam menyadari nikmat yang diberikan Allah.

Nama “Ar Rahman” sendiri diambil dari ayat pertama, yang berarti “Yang Maha Pengasih”. Nama ini menegaskan bahwa seluruh isi surah berpusat pada kasih sayang Allah terhadap makhluk-Nya.

Surah ini juga membahas berbagai aspek, seperti penciptaan manusia, keseimbangan alam, keadilan, serta gambaran surga dan neraka.

Keutamaan Surah Ar Rahman

keutamaan Surah Ar Rahman
Surah Ar Rahman: Makna, Keutamaan, Tafsir, dan Panduan Mengamalkannya 2

Banyak ulama menjelaskan bahwa surah Ar-Rahman memiliki keutamaan yang besar karena kandungannya mengajak manusia untuk selalu bersyukur.

Beberapa keutamaan surah Ar-Rahman antara lain:

  • Mengingatkan manusia akan nikmat Allah
    Setiap pengulangan ayat menjadi pengingat agar manusia tidak sombong dan tetap bersyukur.
  • Menumbuhkan rasa syukur dan rendah hati
    Surah ini menuntun hati untuk menyadari bahwa segala yang dimiliki adalah karunia.
  • Memberi ketenangan batin
    Banyak orang merasakan ketenangan ketika membaca atau mendengarkan surah Ar Rahman.
  • Menguatkan keimanan
    Ayat-ayatnya menggambarkan kekuasaan Allah atas alam semesta.

Dalam beberapa riwayat, surah Ar-Rahman disebut sebagai “pengantin Al-Qur’an” karena keindahan susunan ayatnya.

Baca Juga: Surat Al Qariah: Gambaran Dahsyat Hari Kiamat dan Pesan yang Penuh Renungan

Bacaan Surah Ar-Rahman Lengkap

Surah Ar Rahman dimulai dengan ayat yang sangat singkat namun penuh makna:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلرَّحْمٰنُۙ ۝١
عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ ۝٢
خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ ۝٣
عَلَّمَهُ الْبَيَانَ ۝٤
اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ ۝٥
وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ ۝٦
وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ ۝٧
اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ ۝٨
وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ ۝٩
وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ ۝١٠
فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ ۝١١
وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ ۝١٢
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝١٣
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ ۝١٤
وَخَلَقَ الْجَاۤنَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍۚ ۝١٥
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝١٦
رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِۚ ۝١٧
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝١٨
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ ۝١٩
بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ ۝٢٠
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٢١
يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُۚ ۝٢٢
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٢٣
وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَاٰتُ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۚ ۝٢٤
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِࣖ ۝٢٥
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۖ ۝٢٦
وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ ۝٢٧
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٢٨
يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ ۝٢٩
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٣٠
سَنَفْرُغُ لَكُمْ اَيُّهَ الثَّقَلٰنِۚ ۝٣١
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٣٢
يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ ۝٣٣
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٣٤
يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّنْ نَّارٍۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِۚ ۝٣٥
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٣٦
فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِۚ ۝٣٧
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٣٨
فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَنْ ذَنْۢبِهٖٓ اِنْسٌ وَّلَا جَاۤنٌّۚ ۝٣٩
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٤٠
يُعْرَفُ الْمُجْرِمُوْنَ بِسِيْمٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِيْ وَالْاَقْدَامِۚ ۝٤١
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٤٢
هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَۘ ۝٤٣
يَطُوْفُوْنَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيْمٍ اٰنٍۚ ۝٤٤
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِࣖ ۝٤٥
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ ۝٤٦
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ ۝٤٧
ذَوَاتَآ اَفْنَانٍۚ ۝٤٨
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٤٩
فِيْهِمَا عَيْنٰنِ تَجْرِيٰنِۚ ۝٥٠
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٥١
فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجٰنِۚ ۝٥٢
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٥٣
مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى فُرُشٍ ۢ بَطَاۤىِٕنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍۗ وَجَنَا الْجَنَّتَيْنِ دَانٍۚ ۝٥٤
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٥٥
فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ ۝٥٦
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٥٧
كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ ۝٥٨
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٥٩
هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ ۝٦٠
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٦١
وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ ۝٦٢
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ ۝٦٣
مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ ۝٦٤
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ۝٦٥
فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ ۝٦٦
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٦٧
فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ ۝٦٨
فَبِاَيِّ اٰلَاۤاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٦٩
فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ ۝٧٠
فَبِاَيِّ اٰلَاۤاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٧١
حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَامِۚ ۝٧٢
فَبِاَيِّ اٰلَاۤاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٧٣
لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ ۝٧٤
فَبِاَيِّ اٰلَاۤاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٧٥
مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ ۝٧٦
فَبِاَيِّ اٰلَاۤاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ ۝٧٧
تَبٰرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِࣖ ۝٧٨

Surah ini kemudian berlanjut dengan penjelasan tentang matahari, bulan, tumbuhan, langit, dan berbagai nikmat lain yang Allah berikan kepada manusia.

Pengulangan ayat tentang nikmat Tuhan menjadi ciri khas utama dalam bacaan surah Ar-Rahman.

Tafsir Surah Ar Rahman

Dalam tafsirnya, para ulama Islam menjelaskan bahwa surah Ar-Rahman menekankan tiga hal utama:

a. Kasih sayang Allah

Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Ar Rahman sebelum menyebut penciptaan manusia. Ini menunjukkan bahwa rahmat Allah mendahului segala sesuatu.

b. Keseimbangan alam

Ayat tentang langit yang ditinggikan dan neraca keadilan menunjukkan pentingnya keseimbangan, baik dalam alam maupun kehidupan sosial.

c. Tanggung jawab manusia dan jin

Pengulangan ayat tentang nikmat mengingatkan bahwa manusia dan jin akan dimintai pertanggungjawaban atas sikap mereka.

Selain itu, bagian akhir surah menggambarkan surga dengan sangat detail: sungai, buah-buahan, serta kenikmatan bagi orang yang beriman.

Cara Mengamalkan Nilai Surah Ar Rahman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Nilai dalam surah Ar-Rahman sangat relevan dengan kehidupan modern. Beberapa cara mengamalkannya antara lain:

a. Membiasakan bersyukur

Setiap nikmat, sekecil apa pun, layak disyukuri.

b. Menjaga keseimbangan hidup

Tidak berlebihan dalam bekerja, makan, maupun menggunakan sumber daya alam.

c. Menghargai alam

Surah ini mengingatkan bahwa alam adalah bagian dari tanda kekuasaan Allah.

d. Bersikap adil

Neraca keadilan menjadi simbol bahwa manusia harus hidup dengan kejujuran dan tanggung jawab.

e. Mendekatkan diri kepada Al-Qur’an

Karena dalam surah ini disebutkan bahwa Allah mengajarkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup.

Baca Juga: Surat Yasin Ayat 40: Makna Keteraturan Alam dan Bukti Ketetapan Allah SWT

Tanya Jawab Seputar Surah Ar Rahman

Q: Surah Ar Rahman turun di Makkah atau Madinah?
A: Mayoritas ulama menyebut surah ini Makkiyah, meskipun ada perbedaan pendapat.

Q: Mengapa ayat “Fabi ayyi aalaa’i rabbikumaa tukadzdzibaan” diulang?
A: Sebagai penegasan agar manusia dan jin menyadari nikmat Allah dan tidak mengingkarinya.

Q: Apakah ada waktu khusus membaca surah Ar Rahman?
A: Tidak ada waktu khusus, namun banyak orang membacanya saat ingin menenangkan hati.

Q: Apa tema utama surah Ar Rahman?
A: Kasih sayang Allah, nikmat kehidupan, serta tanggung jawab manusia.

Q: Mengapa surah ini disebut indah?
A: Karena susunan bahasanya puitis, ritmis, dan penuh pengulangan yang bermakna.

Surah Ar Rahman bukan hanya tentang keindahan ayat, tetapi juga tentang cara memandang hidup. Ia mengajak manusia untuk melihat dunia dengan rasa syukur, memahami bahwa segala sesuatu berjalan dengan keseimbangan, serta menyadari bahwa setiap nikmat memiliki makna.

Ketika dibaca perlahan, surah Ar Rahman, sama seperti pembahasan kami terkait Yasin Artinya yang terasa seperti dialog antara manusia dengan Tuhannya—tentang nikmat yang sering dilupakan, tentang rahmat yang tidak pernah berhenti, dan tentang harapan bagi mereka yang mau kembali mendekat.

Sebagai penutup, apabila Anda sedang mencari Digital Agency Malang, atau Jasa Penulisan Artikel, maka Optimaise, adalah pilihan yang tepat. Tidak hanya menawarkan layanan jasa penulis artikel, tapi juga jasa SEO terbaik yang siap membantu website milik Anda masuk peringkat satu mesin pencari!

Baca Juga

Optimaise