Sebagian besar dari orang Muslim tentu tidak asing dengan surah Al Kahfi, tepatnya Al Kahfi ayat 1 10. Bagian awal dari surat ini mengandung banyak sekali pelajaran, baik tentang iman, ujian hidup, sampai perlindungan dari fitnah dunia.
Banyak umat Islam yang membaca bagian awal surah Al Kahfi sebagai bentuk doa dan perlindungan diri. Di dalamnya terdapat kisah, pesan, dan nilai spiritual yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini.
Berikut kami akan membahas dengan lengkap mengenai Al Kahfi 1 10 mulai dari pembahasan secara umum, keutamaan, bacaan, tafsir, sampai bagaimana mengamalkannya dalam kehidupan modern.
Table of Contents
Sekilas Tentang Surat Al Kahfi 1 10

Surat Al Kahfi merupakan surah ke-18 dalam Al-Qur’an yang termasuk golongan Makkiyah dan terdiri dari 110 ayat. Nama “Al Kahfi” berarti “gua”, merujuk pada kisah Ashabul Kahfi—para pemuda beriman yang berlindung di dalam gua demi mempertahankan akidah mereka.
Al Kahfi 1 10 menjadi pembuka yang sangat kuat. Di dalamnya, Allah SWT menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang lurus, tanpa penyimpangan, sebagai peringatan dan kabar gembira bagi manusia.
Bagian ini juga mempersiapkan pembaca untuk memahami kisah para pemuda beriman yang kelak dijelaskan lebih lanjut dalam ayat berikutnya.
Tidak hanya itu, ayat-ayat awal ini menggambarkan bagaimana dunia hanyalah ujian, sementara iman dan keteguhan hati menjadi kunci keselamatan.
Keutamaan Surat Al Kahfi 1 10

Ayat-ayat awal surat Al Kahfi memiliki keutamaan yang sering disebut dalam kajian Islam. Banyak ulama menjelaskan bahwa membaca bagian awal surah Al Kahfi menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, terutama pada hari Jumat.
Di antara keutamaannya:
- Menguatkan keimanan dan keyakinan terhadap kebenaran Al-Qur’an.
- Menjadi pengingat bahwa dunia hanyalah ujian sementara.
- Mengajarkan keteguhan hati seperti yang diteladankan oleh para pemuda beriman.
- Menjadi doa perlindungan dari fitnah dan kesesatan.
Al Kahfi ayat 1 10 juga menjadi landasan spiritual sebelum masuk pada kisah Ashabul Kahfi, yang merupakan simbol keberanian mempertahankan iman di tengah tekanan lingkungan.
Bacaan Surat Al Kahfi 1 10
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًاࣝ ١
al-ḫamdu lillâhilladzî anzala ‘alâ ‘abdihil-kitâba wa lam yaj‘al lahû ‘iwajâ
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan.
قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ ٢
qayyimal liyundzira ba’san syadîdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu’minînalladzîna ya‘malûnash-shâliḫâti anna lahum ajran ḫasanâ
(Dia juga menjadikannya kitab) yang lurus agar Dia memberi peringatan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik.
مّٰكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ ٣
mâkitsîna fîhi abadâ
Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ ٤
wa yundziralladzîna qâluttakhadzallâhu waladâ
(Dia menurunkan Al-Qur’an itu) juga agar Dia memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengangkat seorang anak.”
مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا ٥
mâ lahum bihî min ‘ilmiw wa lâ li’âbâ’ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwâhihim, iy yaqûlûna illâ kadzibâ
Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang (hal) itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah besar (dosa) perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا ٦
fa la‘allaka bâkhi‘un nafsaka ‘alâ âtsârihim il lam yu’minû bihâdzal-ḫadîtsi asafâ
Maka, boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).
اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ٧
innâ ja‘alnâ mâ ‘alal-ardli zînatal lahâ linabluwahum ayyuhum aḫsanu ‘amalâ
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antaranya yang lebih baik perbuatannya.
وَاِنَّا لَجٰعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ ٨
wa innâ lajâ‘ilûna mâ ‘alaihâ sha‘îdan juruzâ
Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya sebagai tanah yang tandus lagi kering.
اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا ٩
am ḫasibta anna ash-ḫâbal-kahfi war-raqîmi kânû min âyâtinâ ‘ajabâ
Apakah engkau mengira bahwa sesungguhnya para penghuni gua dan (yang mempunyai) raqīm benar-benar merupakan keajaiban di antara tanda-tanda (kebesaran) Kami?
اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا ١٠
idz awal-fityatu ilal-kahfi fa qâlû rabbanâ âtinâ mil ladungka raḫmataw wa hayyi’ lanâ min amrinâ rasyadâ
(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami.”
Baca Juga: Surat Al Qariah: Gambaran Dahsyat Hari Kiamat dan Pesan yang Penuh Renungan
Tafsir Surat Al Kahfi 1 10
Ayat pertama menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang lurus, tanpa kebengkokan. Ia menjadi pedoman hidup yang membawa manusia kepada kebenaran.
Ayat berikutnya menjelaskan fungsi Al-Qur’an sebagai peringatan bagi orang yang ingkar dan kabar gembira bagi orang beriman. Mereka yang beramal saleh dijanjikan pahala yang kekal.
Pada ayat 4–5, Allah menegur orang-orang yang menyekutukan-Nya, termasuk yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak. Pernyataan tersebut dinilai sebagai ucapan tanpa dasar ilmu dan hanya berupa kebohongan.
Ayat 6 menunjukkan kasih sayang Nabi Muhammad SAW yang begitu besar terhadap umatnya. Beliau hampir saja bersedih berlebihan karena melihat banyak orang menolak kebenaran.
Ayat 7–8 mengingatkan bahwa keindahan dunia hanyalah ujian. Semua yang ada di bumi akan kembali hancur dan tidak kekal.
Ayat 9–10 mulai memperkenalkan kisah Ashabul Kahfi, para pemuda yang berlindung di gua karena mempertahankan iman. Mereka berdoa memohon rahmat dan petunjuk agar tetap berada di jalan yang benar.
Kisah Turunnya Surat Al Kahfi 1 10 (Asbabun Nuzul)
Sebagian ulama menjelaskan bahwa surat Al Kahfi turun sebagai jawaban atas pertanyaan orang-orang Quraisy yang ingin menguji kenabian Nabi Muhammad SAW. Mereka meminta beliau menjelaskan kisah para pemuda yang tertidur lama di dalam gua.
Melalui ayat-ayat awal ini, Allah terlebih dahulu menegaskan kedudukan Al-Qur’an sebagai wahyu yang lurus dan benar, sebelum kemudian menyampaikan kisah Ashabul Kahfi secara lengkap.
Hal ini menunjukkan bahwa kisah tersebut bukan sekadar cerita sejarah, tetapi bagian dari petunjuk dan pelajaran bagi umat manusia.
Cara Mengamalkan Nilai Surat Al Kahfi 1 10 dalam Kehidupan Sehari-Hari
Nilai yang terkandung dalam ayat-ayat ini sangat relevan untuk kehidupan modern:
1. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup
Ayat pembuka menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk yang lurus. Ini mengingatkan pentingnya membaca, memahami, dan mengamalkannya.
2. Tidak terikat berlebihan pada dunia
Dunia hanyalah ujian. Keindahan, harta, dan kedudukan bukan tujuan akhir.
3. Menjaga iman di tengah tekanan lingkungan
Seperti Ashabul Kahfi, seorang Muslim harus berani mempertahankan keyakinannya.
4. Selalu berdoa memohon petunjuk
Doa para pemuda dalam ayat 10 menjadi contoh doa yang sederhana tetapi penuh makna: memohon rahmat dan bimbingan.
5. Bersabar dalam dakwah dan kebaikan
Ayat 6 mengajarkan bahwa tidak semua orang akan menerima kebenaran. Namun, tugas manusia tetap berusaha.
Baca Juga: Surat Al Waqiah: Makna, Keutamaan, dan Pelajaran Hidup dari Gambaran Hari Pembalasan
Tanya Jawab Seputar Surat Al Kahfi 1 10
Apa makna utama ayat 1–10 surat Al Kahfi?
Penegasan tentang kebenaran Al-Qur’an, ujian dunia, serta pentingnya menjaga iman.
Mengapa kisah Ashabul Kahfi penting?
Karena menunjukkan keteguhan iman para pemuda dalam menghadapi tekanan lingkungan.
Apakah ayat ini dianjurkan dibaca rutin?
Banyak ulama menganjurkan membaca surat Al Kahfi, termasuk bagian awalnya, sebagai amalan yang penuh keutamaan.
Apa pesan terbesar dari ayat ini?
Bahwa iman harus dijaga, dunia hanyalah ujian, dan petunjuk sejati berasal dari Allah SWT.
Bagaimana cara mengamalkannya?
Dengan memperkuat iman, tidak berlebihan mencintai dunia, serta senantiasa memohon petunjuk kepada Allah.
Surat Al Kahfi ayat 1–10 bukan hanya pembuka sebuah kisah, tetapi juga fondasi spiritual bagi seorang Muslim. Ia mengajarkan tentang keimanan, ujian, kesabaran, dan harapan. Membacanya bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah untuk menata hati agar tetap teguh dalam menghadapi kehidupan yang terus berubah.
Selain Al Kahfi ayat 1 10, kami juga memiliki pembahasa mendalam surat yasin lengkap 83 ayat, yang menjadi salah satu surat yang rutin di baca umat Muslim di Indonesia. Dan, bagi Anda yang sedang mencari Digital Agency Malang atau Jasa Press Release, maka Optimaise, adalah pilihan yang tepat!
Dengan Optimaise, website akan lebih mudah masuk peringkat satu mesin pencari!
