Telegram merupakan platform bertukar pesan yang cukup banyak digunakan setelah Whatsapp. Umumnya aplikasi ini digunakan oleh kelompok tertentu yang menginginkan sesuatu yang berbeda namun tetap fungsional seperti aplikasi bertukar pesan pada umumnya. Banyak orang yang menggunakan platform berbagi pesan ini sebagai alternatif yang bisa digunakan jika mereka tidak ingin mengunakan aplikasi besutan Meta.
Beberapa orang menganggap bahwa Telegram memiliki lebih banyak fitur dan juga lebih inovatif daripada Whatsapp yanhg lebih banyak digunakan oleh sebagian besar orang. Fitur seperti media sekali lihat dan juga pesan yang bisa diedit sudah diimplementasikan jauh sebelum Whatsapp memberikan fitur tersebut kepada penggunannya. Hal yang membuat banyak orang tidak menggunakannya kemungkinan besar adalah tampilannya yang memang tidak terlalu menarik.
Namun seperti umumnya platform yang membutuhkan jaringan internet dan diakses secara real-time, Telegram masih memilik celah keamanan yang bisa dimanfaatkan untuk meretas akun orang lain. Dengan semakin cepatnya dunia digital dan juga makin berkembangnya modus yang digunakan untuk melakukan peretasan, pengguna pun harus tetap berhati-hati dalam menjaga akun mereka.
Table of Contents
Yang Bisa Dilakukan Untuk Mengamankan Akun Telegram

Sama seperti platform media sosial lainnya, pihak developer pastinya menyarankan untuk pengguna aplikasi untuk melakukan langkah keamanan tambahan untuk mengamankan akun mereka. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan langkah prefentif untuk mencegah akun dari tindakan peretasan yang bisa berasal dari banyak sekalli cara dan juga modus yang memanfaatkan kelalaian pengguna untuk bisa dilakukan.
Menghindari Link Phising Yang Bisa Mencuri Informasi Login Pengguna
Dengan makin maraknya link yang tidak jelas tingkat keamanannya, orang yang berselancar di internet harus meningkatkan pemahan mereka untuk mendeteksi link phising. Link phising bisa sangat berbahaya tidak hanya bagi pengguna Telegram, namun juga untuk semua akun media sosial yang dimiliki. Dengan makin cerdiknya hacker untuk membuat laman yang serupa dengan laman resmi, maka pengguna diharap untuk lebih berhati-hati.
Yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan tidak sembarangan menekan tautan yang dikirim oleh orang lain. Atau dengan tidak mengakses laman ilegal yang mengandung banyak sekali pop up yang kemungkinan besar dapat mengantarkan pengguna ke tautan yang mengandung malware dan link phising. Maka dari itu sangat dihimbau untuk semua pengguna internet untuk mengakses laman web yang sudah terjamin keamanannya.
Segera Keluar Dari Grup Yang Terlihat Mencurigakan
Di Telegram, grup dapat dibuat untuk mengakomodir banyak sekali anggota yang bisa ditambahkan. Seringkali pengguna mengeluhkan akun mereka yang tiba-tiba ditambahkan ke dalam sebuah grup oleh akun tidak dikenal. Jika terjadi hal seperti itu dan grup tersebut terlihat mencurigakan, maka pengguna disarankan untuk secepat mungkin keluar dari grup tersebut.
Banyak sekali kemungkinan buruk yang bisa terjadi ketika akun ditambahkan ke dalam sebuah grup yang mencurigakan. Banyak diantaranya yang kemudian dijadikan incaran untuk diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Umumnya grup tersebut akan digunakan untuk mengirimkan link yang dapat mengambil informasi penting orang yang menekan link tersebut. Dengan informasi yang dicuri, hacker bisa mengakses akun Telegram orang yang menekan tautan tersebut.
Baca juga: 4 Cara Meningkatkan Keamanan Akun Whatsapp Agar Tidak Mudah Terkompromi – Optimaise
Yang Bisa Dilakukan Jika Akun Telegram Dihack

Jika akun Telegram telah terkompromi dan dihack oleh orang lain, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kembali akun tersebut. Jika akun yang dihack masih dalam waktu yang sebentar dan segera diketahui oleh pemilik akun, maka akun tersebut akan lebih mudah untuk diselamatkan. Namun sebaliknya, jika akun yang dihack baru diketahui setelah cukup lama, maka untuk menyelamatkan akun tersebut akan menjadi lebih sulit untuk dilakukan.
Lakukan Login Ulang Dengan Menggunakan Nomor Telepon
Sama seperti Whatsapp, Telegram menggunakan nomor telepon untuk penggunanya mendaftarkan akun baru mereka. Jika akun yang biasa digunakan tiba-tiba ter log out tanpa alasan yang jelas, ada indikasi yang mungkin hal tersebut terjadi karena ada orang lain yang mengakses akun tersebut dengan login menggunakan perangkat lain.
Hal ini dapat terjadi jika kode OTP yang menjadi salah satu cara untuk login ke akun tersebut telah dicuri atau dapat diakali oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika hal tersebut terjadi, pengguna dapat login ulang menggunakan nomor telepon yang sudah terdaftar ke sebuah akun. Namun untuk melakukannya, pengguna membutuhkan nomor telepon dan juga kartu SIM aktif dari nomor tersebut untuk mendapatkan SMS yang berisi kode OTP untuk login.
Akhiri Semua Sesi Perangkat Yang Terhubung Dengan Akun Yang Bermasalah
Telegram memiliki sebuah fitur yang memungkinkan untuk pengguna menghubungkan satu akun ke beberapa perangkat yang berbeda secara bersamaan. Ada kemungkinan bahwa hacker memanfaatkan celah keamanan tertentu untuk mengakses akun orang lain menggunakan fitur tersebut yang tentunya dapat membuat fitur tersebut menjadi bumerang untuk pemilik akun.
Namun jika terjadi hal demikian, ada satu langkah mudah untuk memutus semua perangkat yang terhubung dengan akun tersebut. Yang Harus Dilakukan adalah dengan masuk ke menu Pengaturan > Perangkat (Device) > pilih opsi “Hentikan Semua Sesi Lain” (Terminate All Other Session). Dengan begitu semua aktifitas yang ada di perangkat lain selain handphone pemilik akun akan secara otomatis ter log out dan kehilangan akses ke akun tersebut.
Aktifkan Verifkasi Dua Faktor
Setelah memastikan tidak ada perangkat lain yang terhubung dengan akun Telegram pengguna, penggunn bisa mengaktifkan verifikasi dua langkah yang digunakan untuk mencegah adanya aktifitas login yang dilakukan orang lain. Verifikasi dua langkah membutuhkan sebuah kode kombinasi yang dibutuhkan untuk lapisan keamanan tambahan. Dengan adanya lapisan tambahan tersebut, setiap aktifitas login yang dilakukan oleh orang lain tidak akan bisa dilanjutkan.
Tanpa adanya lapisan keamanan tambahan, Telegram masih akan dapat diakses oleh orang lain yang menyebabkan bocornya privasi dari pemilik akun. Karena banyaknya pesan pribadi dan juga pesan yang dikirimkan kepada orang lain, keamanan yang kuat harus terus diberikan oleh pemilik akun untuk tetap melindungi akunnya. Verifikasi dua faktor merupakan satu cara paling mudah dan kuat untuk melakukannya.
Hapus Akun Jika Memang Lama Tidak Digunakan
Telegram hingga saat ini merupakan pilihan kedua dari banyak orang sebagai aplikasi berbagi pesan. Banyak orang hanya mengunduh dan menggunakan Telegram ketika ada sebuah grup yang dibuat di platform tersebut. Daripada akun tersebut kemudian dihack oleh orang lain karena tidak aktif dalam waktu yang lama, lebih baik akun tersebut dihapus untuk keamanan digital pemilik akun.
Aplikasi bertukar pesan memang menjadi salah satu tempat tersimpannya banyak sekali informasi pribadi dan juga data yang bersifat privat. Dengan banyaknya informasi dan data tersebut, memang dibutuhkan pengamanan yang lebih dari pada yang dilakukan untuk aplikasi media sosial lainnya. Oleh karena itu, semua langkah prefentif yang dilakukan untuk mengamankan akun harus terus dilakukan.
Sebagai penutup, untuk anda yang sedang membutuhkan bantuan dalam mengembangkan bisnis anda dari sisi digital, Optimaise dapat membantu anda dengan berbagai jasa yang ditawarkan. Salah satunya adalah Jasa Penulisan Artikel yang tentunya memberikan hasil yang memuaskan.
Anda juga dapat membaca Cara Restore Akun Whatsapp yang dapat anda gunakan sebagai tambahan informasi
