Mencari jurnal di Google Scholar sering jadi tantangan awal mahasiswa saat mengerjakan tugas atau skripsi. Padahal, kalau tahu caranya, proses ini bisa jauh lebih cepat, rapi, dan akurat. Artikel ini bakal memandu kamu dari sampai bisa.
Table of Contents
Pengenalan Google Scholar

Apa Itu Google Scholar?
Google Scholar adalah mesin pencari Google tetapi khusus mencari jurnal atau literatur ilmiah. Di sini kamu bisa menemukan jurnal, artikel penelitian, tesis, disertasi, prosiding konferensi, hingga buku akademik dari berbagai disiplin ilmu.
Berbeda dengan Google biasa, hasil pencarian di Google Scholar lebih terkurasi karena sumbernya berasal dari:
- Jurnal ilmiah bereputasi
- Penerbit akademik
- Universitas dan lembaga riset
- Repository ilmiah (seperti PDF kampus)
Manfaat Menggunakan Google Scholar
Kenapa mahasiswa wajib akrab dengan Google Scholar?
- Gratis dan mudah diakses, karena hanya memerlukan akun Google.
- Sumber ilmiah terpercaya. Cocok untuk tugas, skripsi, hingga jurnal.
- Fitur sitasi otomatis sangat membantu saat menyusun daftar pustaka.
- Filter lengkap karena bisa pilah berdasarkan tahun, relevansi, dan penulis.
Kalau kamu sering pakai blog atau website random buat referensi, saatnya rubah referensimu ke jurnal ilmiah.
Langkah-Langkah Mencari Jurnal di Google Scholar

Menyiapkan Kata Kunci yang Tepat
Kunci sukses mencari jurnal di Google Scholar ada di kata kunci.
Tips menyusun keyword yang efektif:
- Gunakan bahasa Inggris untuk topik internasional
- Fokus ke konsep inti, bukan kalimat panjang
- Hindari kata terlalu umum seperti study, analysis, atau effect saja
Contoh:
- Kurang tepat: pengaruh media sosial
- Lebih tepat: social media influence on student academic performance
Kalau perlu, kombinasikan dengan:
- Tahun:
2020..2025 - Metode: qualitative, quantitative
- Objek: college students, SMEs, healthcare
Menggunakan Filter Pencarian
Setelah hasil muncul, jangan langsung klik jurnal pertama.
Gunakan filter di sisi kiri:
- Sort by relevance / date, pilih date kalau mau jurnal terbaru
- Since year, batasi 5–10 tahun terakhir
- Include patents / citations, biasanya dimatikan untuk tugas kuliah
Filter ini penting supaya referensimu:
- Lebih update
- Lebih relevan
- Tidak ketinggalan konteks penelitian terbaru
Membaca dan Menilai Jurnal yang Relevan
Jangan langsung download semua PDF. Baca dulu dengan strategi cepat:
- Judul → sesuai topik atau tidak
- Abstrak → cek tujuan, metode, dan hasil
- Keywords → relevan dengan penelitianmu
- Tahun & jurnal → makin baru biasanya makin baik
Tips dan Trik Pencarian Lanjutan
Menggunakan Fitur Cite dan Related Articles
Ini fitur favorit mahasiswa tingkat akhir.
- Cite, klik ikon tanda kutip
- Pilih format APA, MLA, atau Chicago
- Bisa langsung copy ke Word atau Mendeley
- Related Articles untuk menemukan jurnal serupa
- Sangat berguna kalau jurnal utama terasa “kurang pas”
Tips: dari satu jurnal bagus, kamu bisa dapat 5–10 jurnal relevan lainnya.
Memanfaatkan Profil Penulis dan Publikasi Terkait
Klik nama penulis di bawah judul artikel.
Manfaatnya:
- Melihat semua publikasi penulis tersebut
- Menilai kredibilitas lewat jumlah sitasi
- Menemukan penelitian lanjutan dari topik yang sama
Biasanya, penulis yang konsisten meneliti satu bidang punya karya yang solid dan layak dijadikan referensi utama.
Mengatur Notifikasi untuk Pencarian Spesifik
Kalau topikmu jangka panjang (skripsi/tesis), fitur ini wajib dicoba.
Caranya:
- Cari dengan keyword utama
- Klik Create alert
- Masukkan email aktif
Nantinya, kamu akan dapat email otomatis setiap ada jurnal baru sesuai kata kunci tersebut. Hemat waktu dan selalu update.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Mengabaikan Tahun Publikasi
Masih banyak mahasiswa pakai jurnal tahun 2005 untuk tugas 2025.
Risikonya:
- Teori sudah tidak relevan
- Data tidak relevan
- Bisa dikritik dosen habis-habisan
Idealnya:
- Tugas biasa wajib 5 sampai 10 tahun terakhir
- Skripsi/tesis biasanya dominan 5 tahun terakhir
Kecuali teori klasik (misalnya teori dasar), baru boleh jurnal lama.
Mengandalkan Satu Sumber Jurnal
Satu jurnal saja tidak cukup untuk tugas akademik.
Kenapa?
- Sudut pandang terbatas
- Metode bisa bias
- Kurang kuat secara akademik
Minimal:
- Tugas makalah: 5–10 jurnal
- Skripsi: 20–40 jurnal (tergantung kampus)
Gabungkan jurnal nasional dan internasional supaya analisismu lebih kaya akan informasi.
Ingin website Anda tampil di halaman pertama Google? Percayakan pada Jasa SEO Terpercaya dari Optimaise yang berfokus pada hasil nyata dan pertumbuhan bisnis. Kunjungi optimaise.co.id dan mulai optimasi sekarang sebelum kompetitor melangkah lebih jauh.
