Surat Yasin adalah surat ke-36 dalam Al-Quran yang diturunkan di Mekkah dan termasuk golongan Makiyah. Surat ini terdiri dari 83 ayat dan banyak dibaca sebagai amalan harian karena keutamaannya yang mendatangkan berkah serta kemudahan dalam berbagai urusan.
Biasanya, Surat Yasin dibacakan pada malam Jumat dan saat mendoakan jenazah. Berikut adalah bacaan lengkap Surat Yasin beserta arti dan keutamaannya yang penting untuk diketahui.
Table of Contents
Surat Yasin Ayat 1-83 Arab, Latin, dan Artinya

- يٰسٓ
Yaa siin
(Yas siin)
- وَالۡقُرۡاٰنِ الۡحَكِيۡم
Wal-qur’aanil-akiim(i)
(Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah,)
- اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ
Innaka laminal mursaliin
(Sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul,)
- عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ
Ala shiratimmustaqim
(yang berada) di atas jalan yang lurus,)
- تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ
Tanziilal Aziizir rahiim
((sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Penyayang,)
- لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اُنْذِرَ اٰبَاۤؤُهُمْ فَهُمْ غٰفِلُوْنَ
Litundzira qoumam maa undzira aba uhum fahum ghaafiluun
(Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.)
- لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Laqad haqqal qoulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu’minuun
(Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.)
- اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ
Innaa ja’alnaa fii a’naqihim aghlaalang fahiya ilaladzqooni fahumm muqmakhuun
(Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.)
Baca Juga : Doa Ulang Tahun Bahasa Arab
- وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ
Wa ja’alnaa mimmbaiyni aydiihim saddawwamin kholfihim saddaang faaghsyainaahum fahum laa yubshiruun
(Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.)
- وَسَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Wasawaun ‘alaihim aandzartahum am lam tundzirhum laa yu’minuun
(Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga.)
- اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ
Innamaa tundziru manittaba adz dzikro wakhosyiarrakhmaana bilghoiiib fabasysyirhu bimaghfirotin wa ajrin kariim
(Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.)
- اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍࣖ
(Innaa nahnu nuhyil mauta wa naktubu maa qaddamuu wa aatsaarahum wakulla syaiyin akhshoiynaahu fii imaamimmubiin)
Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh).
- وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلًا اَصْحٰبَ الْقَرْيَةِۘ اِذْ جَاۤءَهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ
(Wadhrib lahum matsalan ash haabal qoryah idz jaaaaahal mursaluun)
Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka,)
- اِذْ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوْهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوْٓا اِنَّآ اِلَيْكُمْ مُّرْسَلُوْنَ
Idzarsalnaaa ilaihimutsnaini fakadzdzabuhumaa fa’azzazna bitsaalitsing faqooluu innaa ilaikummursaluun
((yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, “Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.”)
Baca juga: Bacaan Surat Yasin Lengkap: Arab, Latin, Terjemahan, dan Keutamaannya
- قَالُوْا مَآ اَنْتُمْ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَاۙ وَمَآ اَنْزَلَ الرَّحْمٰنُ مِنْ شَيْءٍۙ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا تَكْذِبُوْنَ
Qaaluuu maa anngtum illaa basyarummitslunaa wamaa anngzalarrakhmaanu minnsyaiyin in angtum illaa takdzibuuun
(Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun; kamu hanyalah pendusta belaka.”)
- قَالُوْا رَبُّنَا يَعْلَمُ اِنَّآ اِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُوْنَ
Qaaluuu rabbunaa ya’lamu innaa ilaikum lamursaluun
(Mereka berkata, “Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan(-Nya) kepada kamu.)
- وَمَا عَلَيْنَآ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ
Wamaa ‘alainaaa illalbalaaghul mubiin
(Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.”)
- قَالُوْٓا اِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْۚ لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهُوْا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Qaaluu innaaa tathoyyarnaa bikum lainlam tangtahuu lanarjumannakum walayamassannakumminnaa ‘adzaabun aliiim
(Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”)
- قَالُوْا طَاۤىِٕرُكُمْ مَّعَكُمْۗ اَىِٕنْ ذُكِّرْتُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ
Qaaluu thoooirukumma’akum aingdzukkirtum bal angtum qaumummusrifuun
(Mereka (utusan-utusan) itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”)
- وَجَاۤءَ مِنْ اَقْصَا الْمَدِيْنَةِ رَجُلٌ يَّسْعٰى قَالَ يٰقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِيْنَۙ
Wajaaa a min aqsholmadiinati rajuluyyas’aa qoola yaaqoumittabi’ul mursaliin
(Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata, “Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.)
- اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ
Ittabi’uu mallayas alukum ajrowwahum muhtaduuun
(Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.)
- وَمَا لِيَ لَآ اَعْبُدُ الَّذِيْ فَطَرَنِيْ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Wamaa liya laaa a’budulladzii fathoronii wailaihi turja’uun
(Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.)
- ءَاَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِهٖٓ اٰلِهَةً اِنْ يُّرِدْنِ الرَّحْمٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَّلَا يُنْقِذُوْنِۚ
Aattakhidzu mingduunihii aalihatan iyyuridnirrahmaanu bidhurrillatughni ‘annii syafaa’atuhum syaiyawwalaa yunqiduun
(Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.)
- اِنِّيْٓ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Innii idzallafii dholaalimmubiin
(Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.)
- اِنِّيْٓ اٰمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُوْنِۗ
Innii aamangtu birabbikum fasma’uun
(Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)-ku.”)
- قِيْلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَۗ قَالَ يٰلَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَۙ
Qiiladkhuliljannah qoola yaalaiyta qoumii ya’lamuun
(Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga.” Dia (laki-laki itu) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,)
- بِمَا غَفَرَ لِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ
Bimaa ghofarolii rabbii waja’alanii minalmukromiin Apa yang menyebabkan
(Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan.”)
- وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى قَوْمِهٖ مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ
Wamaa angzalnaa ‘alaa qoumihii mimmba’dihii minjundimminassamaaa i wamaa kunnaa mungziliin
(Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya.)
- اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ خٰمِدُوْنَ
Ingkaanat illaa shoihatawwaahidatang faidzaahum khoomiduun
Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.
- يٰحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِۚ مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Yaahasrotan ‘alal’ibaad maa ya tiihimminrrosuulin illaa kaanuu bihii yastahziuun
(Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.)
- اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ اَنَّهُمْ اِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُوْنَ
Alam yaraukam ahlaknaah qablahumminalquruuni annahum ilaihim laa yarji’uun
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka.
- وَاِنۡ كُلٌّ لَّمَّا جَمِيۡعٌ لَّدَيۡنَا مُحۡضَرُوۡنَ
Wa ingkullullammaa jamii’ulladaiynaa mukhdhoruun
(Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami.)
- وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُۖ اَحْيَيْنٰهَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ..
Wa aayatullahumul ardhulmaiytah akhyaiynaaha wa akhrajnaa minhaa habbang faminhu ya kuluun
(Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan.)
- وَجَعَلْنَا فِيْهَا جَنّٰتٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍ وَّفَجَّرْنَا فِيْهَا مِنَ الْعُيُوْنِۙ
Waja’alnaa fiihaa jannaatimminakhiiliwwa a’naabiwwafajjarna fiihaa minal’uyuun
(Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,)
- لِيَأْكُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖۙ وَمَا عَمِلَتْهُ اَيْدِيْهِمْۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ
Liya kuluu mingtsamarihii wamaa ‘amilathu aydiihim afalaa yasykuruun
(Agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?)
- سُبْحٰنَ الَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ وَمِنْ اَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ
Subhaanalladzii kholaqolazwaaja kullaha mimmaa tunmbitulardhu wamin angfushim wamimmaa laa ya’lamuun
(Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.)
- وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُۖ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَۙ
Wa aayatullahumuullaillu naslakhu minhunnahaaro faidzaahummudhlimuun
(Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan.)
- وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَاۗ ذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۗ
Wasysyamsyu tajrii limustaqorrillahaa dzaalika tqdiirul’aziizil’aliim
(Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.)
- وَالْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ
Walqomaro qaddarnaahu manaazila hattaa ‘aada kal’urjuunilqadiim
(Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.)
- لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِۗ وَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
Lasysyamsyu yanmbahi lahaa angtudrikal qomaro walallailu saabiqunnahaari wakullungfii falakiyyasbahuun
(Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.)
- وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ
Wa aayatullahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum filfulkilmasykhuun
(Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan.)
- وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ
Wa kholaqnaa lahummimmitslihii maa yarkabuun
(Dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai.)
- وَاِنْ نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيْخَ لَهُمْ وَلَاهُمْ يُنْقَذُوْنَۙ
Wa innasya nughriqhum falaa shoriikhalahum walaahum yungqoduun
(Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan,)
- اِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ
Illaa rahmatamminnaa wamata’an ilaa khiin
(Melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.)
- وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Wa idzaa qiilalahumuttaquu maa baiyna aydiikum wamaa kholfakum la’allakum turhamuun
(Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat.)
- وَمَا تَأْتِيْهِمْ مِّنْ اٰيَةٍ مِّنْ اٰيٰتِ رَبِّهِمْ اِلَّا كَانُوْا عَنْهَا مُعْرِضِيْنَ
Wamaa ta tiihimmin aayatimmin aayaati rabbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu;ridhiin
(Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya.)
- وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُۙ قَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنُطْعِمُ مَنْ لَّوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ اَطْعَمَهٗٓۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Wa idzaa qiilaalahum angfiquu mimmaa razaqakumulllaahu qoolalladziina kafaruu lilladziina aamanuu anuth’imu mallau yasyaaa ulloohu ath’amahuu in angtum illaa fii dholaalimmubiin
(Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu,” orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, “Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”)
- وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Wa yaquuluuna mataa haadzal wa’du ingkuntum shoodiqiin
(Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, “Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang yang benar?”)
- مَا يَنْظُرُوْنَ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُوْنَ
Maa yangdhuruuna illaa shoiyhataw waakhidatan taakhuduhum wahum yukhshimuun
(Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.)
- فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ تَوْصِيَةً وَّلَآ اِلٰٓى اَهْلِهِمْ يَرْجِعُوْنَࣖ
Falaa yastathii’uuna taushiyatawwalaa ilaaa ahlihim yarji’uun
(Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya.)
- وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا هُمْ مِّنَ الْاَجْدَاثِ اِلٰى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْنَ
Wanufikho fishshuuri faidzaa humminal ajdaatsi ilaa rabbihim yangsiluun
(Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya.)
- قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَاࣝ هٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ
Qooluu yaa wailanaa mamba’atsana mimmarqodinaa haadza maa wa’adarrakhmaanu washodaqolmursaluun
(Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya).)
- اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ
Ingkaanat illaa shoikhatawwaakhidatang faidzaahum jamii’ullaadainaa mukhdhoruun
(Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab).)
- فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَّلَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Falyauma laa tudhlamu nafsung syaiyawwalaa tujzauna illaa maa kungtum ta’lamuun
(Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan.)
- اِنَّ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِيْ شُغُلٍ فٰكِهُوْنَۚ
Inna ash haabaljannatil yauma fii syughuling faakihuun
(Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).)
- هُمْ وَاَزْوَاجُهُمْ فِيْ ظِلٰلٍ عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ مُتَّكِــُٔوْنَۚ
Hum wa azwaajuhum fii dhilalin ‘alal arooiki muttakiuun
(Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.)
- لَهُمْ فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّلَهُمْ مَّا يَدَّعُوْنَۚ
Lahum fiiha faakhatuwwalahummaa yadda’uun
(Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.)
- سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ
Salaamung qoulamminrrabbirrakhiim
((Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.)
- وَامْتَازُوا الْيَوْمَ اَيُّهَا الْمُجْرِمُوْنَ
Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuun
(Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!)
- اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Alam a’had ilaikum yaa baniii aadama allaa ta’budusysyaithoon innahuu lakum ‘aduwwummubiin
(Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,)
- وَاَنِ اعْبُدُوْنِيْۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
Wa ani’buddunii haadza shirootummustaqiim
(Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.” )
- وَلَقَدْ اَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيْرًاۗ اَفَلَمْ تَكُوْنُوْا تَعْقِلُوْنَ
Walaqod adholla mingkum jibillangkatsiiro afalam takuunuu ta’qiluuun
(Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?)
- هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
Haadzihii jahannamullatii kuntum tuu’aduun
Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.
64. اِصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
Ishlauhal yauma bimaa kungtum takfuruun
Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.
65. اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahimi watukallimunaa aydiiyhim wa tastyhadu arjuluhummbimaa kaanu yaksibuun
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
66. وَلَوْ نَشَاۤءُ لَطَمَسْنَا عَلٰٓى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَاَنّٰى يُبْصِرُوْنَ
Walauw nasyaaa u lathomasnaa ‘alaa a’yunihim fastabaqush shirootho fa annaa yubbsiruun
Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?
67. وَلَوْ نَشَاۤءُ لَمَسَخْنٰهُمْ عَلٰى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَّلَا يَرْجِعُوْنَࣖ
Walauw nasyaaa u lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famastathoo’uu mudhiyyawwalaa yarji’uun
Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali.
68. وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ
Wa mannu’ammirhu nunakkishu filkholqi afalaa ya’qiluun
Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?
69. وَمَا عَلَّمۡنٰهُ الشِّعۡرَ وَمَا يَنۡۢبَغِىۡ لَهٗؕ اِنۡ هُوَ اِلَّا ذِكۡرٌ وَّقُرۡاٰنٌ مُّبِيۡنٌۙ
Wamaa ‘allamnaahusy syi’ro wamaa yanbaghiilah in huwa illaa dzikruwwaqur aanummubiin Dan
Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas,
70. لِّيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ
Liyundziro mangkaana hayyawwaya khiqqol qouulu ‘alalkaafirin Agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.
71. اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِّمَّا عَمِلَتْ اَيْدِيْنَآ اَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مٰلِكُوْنَ
Awalam yarauw annaa kholaqnaa lahummimmaa ‘amilat aydiiynaa an’aamang fahum lahaa maalikuun
Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya?
72. وَذَلَّلْنٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوْبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُوْنَ
Wa dzallalnaahaa lahum faminhaa rakuubuhum wa minhaam ya kuluun
Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan.
73. وَلَهُمْ فِيْهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ
Walahum fiihaa manaa fi’u wamsyaarib afalaa yasykuurun
Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?
74. وَاتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اٰلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنْصَرُوْنَۗ
Wattakhodzuu mingduunilllahi aalihatalla’allahum yungshoruun
Dan mereka mengambil sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.
75. لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَهُمْۙ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُّحْضَرُوْنَ
Laa yastathii’uuna nashrahum wahum lahum jundummukhdhoruun
Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu.
76. فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْۘ اِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ
Falaa yakhzungka qauluhum innaa na’lamu maa yusirruna wamaa yu’linuun
Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
77. اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
Awalam yaral insaanu annaa kholaqnaahu min nuthfatin fidzaaa huwa khoshiimum mubin
Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!
78. وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ
Wa dhorobolana matsalawwanasiya kholqoh qoola mayyuhyil’idhooma wahiya ramiim
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?”
79. قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌۙ
Qul yukhyiihalladzii angsya ahaaa awwala marroh wahuwa bikulli kholqin ‘aliim
Katakanlah (Muhammad), “Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,
80. ࣙالَّذِيْ جَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْاَخْضَرِ نَارًاۙ فَاِذَآ اَنْتُمْ مِّنْهُ تُوْقِدُوْنَ
Alladzii ja’ala laku minasy syajaril akhdari naarong faidzaaa angtumminhu tuuqiduun
Yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”
81. اَوَلَيْسَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْۗ بَلٰى وَهُوَ الْخَلّٰقُ الْعَلِيْمُ
Awalaisalladzi khalaqassamawati wal ardho biqodirin ‘ala ayyakhluqo mitslahum balaa wahuwal kholakul ‘alim
Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.
82. اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Innamaa amruhuu idzaa arooda syaian ayyaquula lahuu kun fayakuun Sesungguhnya urusan-Nya apabila
Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
83. فَسُبْحٰنَ الَّذِيْ بِيَدِهٖ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَࣖ
Fasubhaanalladzii biyadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’un
Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.
صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمُ.
Shadaqallahul Adzim
Latar Belakang Turunnya Surat Yasin

Surat Yasin merupakan surah ke-36 dalam Al-Qur’an dan termasuk golongan surah Makkiyah, yang diturunkan pada masa tekanan dan penindasan terhadap Nabi Muhammad SAW di Mekkah.
Beberapa riwayat sejarah menyebutkan bahwa Surat Yasin berkaitan erat dengan niat jahat para pembesar Quraisy, khususnya Abu Jahal, yang berencana mencelakai Rasulullah saat beliau melaksanakan shalat di Baitullah.
Dalam salah satu kisah yang populer, Abu Jahal bersumpah akan menjatuhkan batu besar ke kepala Nabi Muhammad SAW ketika beliau sedang sujud. Pada saat kesempatan itu benar-benar datang, Abu Jahal telah menggenggam batu tersebut. Tapi, secara tiba-tiba ia diliputi rasa takut dan ragu hingga batu itu terlepas dari tangannya.
Ia pun kembali kepada kaumnya dalam keadaan gemetar dan menceritakan peristiwa aneh yang dialaminya. Peristiwa ini dipahami sebagai bentuk perlindungan Allah terhadap Rasul-Nya, sekaligus penegasan bahwa kekuatan manusia tidak mampu melampaui kehendak ilahi, sebuah pesan utama dalam Surat Yasin.
Riwayat lain menyebutkan bahwa sekelompok dari Bani Makhzum juga berniat melempari Nabi Muhammad SAW ketika shalat. Namun saat hendak melaksanakan niat tersebut, penglihatan mereka tiba-tiba dibutakan oleh Allah, sehingga gagal menjalankan rencana jahatnya.
Kejadian ini kembali memperlihatkan bagaimana Surat Yasin turun dalam konteks nyata ancaman fisik terhadap Rasulullah.
Ibnu Abbas juga meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah SAW membaca surah As-Sajdah, kaum Quraisy merasa terganggu dan mencoba menyiksanya. Tapi, mereka justru mengalami keadaan tangan terbelenggu dan penglihatan terganggu.
Para ahli Al-Qur’an mengaitkan peristiwa-peristiwa ini dengan Surat Yasin ayat 8, yang menggambarkan kondisi orang-orang kafir yang “terbelenggu” dan tertutup dari kebenaran.
Dengan memahami latar belakang ini, Surat Yasin tidak hanya dipahami sebagai bacaan spiritual, tetapi juga sebagai respons ilahi terhadap penentangan keras kaum Quraisy. Konteks sejarah tersebut memperkuat pesan Surat Yasin tentang kekuasaan Allah, keteguhan Rasul, dan ketidakberdayaan mereka yang menolak kebenaran.
Baca juga : Doa Ulang Tahun Bahasa Arab
Panduan Praktis Menerapkan Ajaran Surat Yasin dalam Kehidupan Sehari-hari

Surat Yasin dikenal sebagai “jantung Al-Quran” yang penuh dengan hikmah dan petunjuk hidup. Meski merupakan surah pendek, kandungan di dalamnya sangat dalam dan relevan untuk dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Menerapkan ajaran dari Surat Yasin tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, tetapi juga membantu kita menjadi pribadi yang lebih sabar, bijaksana, dan penuh kasih sayang.
Ini adalah beberapa tips praktis untuk mengamalkan ajaran dalam Surat Yasin:
- Surat Yasin mengingatkan kita untuk selalu teguh dalam iman, meskipun menghadapi berbagai cobaan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menerapkan ini dengan selalu berserah diri kepada Allah dan tidak mudah putus asa saat menghadapi masalah.
- Surat Yasin mengajarkan pentingnya mengingat Allah dalam setiap aktivitas. Cobalah sisihkan waktu untuk membaca surat Yasin atau dzikir lainnya secara rutin, terutama di pagi dan malam hari, agar hati tetap tenang dan pikiran fokus.
- Dalam Surat Yasin juga ada pesan tentang pentingnya berbuat kebaikan dan menghindari perbuatan buruk. Terapkan ini dengan membantu sesama, bersikap jujur, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan tetangga.
- Surat Yasin mengajak kita merenungkan ciptaan Allah dan mengingat kehidupan setelah mati. Luangkan waktu untuk memikirkan makna hidup dan mempersiapkan diri dengan amal shaleh agar hidup lebih bermakna.
- Surat Yasin memberikan teladan agar kita sabar dan tawakal saat mendapat ujian. Ketika mengalami kesulitan, berdoalah dan percayalah bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik.
Keutamaan Membaca Surat Yasin Menurut Hadits dan Penilaian Ulama

Pembahasan tentang keutamaan membaca Surat Yasin tidak dapat dilepaskan dari kajian sanad dan penilaian para ulama hadits. Salah satu riwayat yang paling sering dikutip menyebutkan bahwa membaca Surat Yasin setara dengan membaca Al-Qur’an sepuluh kali.
“Dari Anas (diriwayatkan), Nabi ﷺ bersabda: Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati, dan hati Al-Qur’an adalah surah Yasin. Barang siapa membaca surah Yasin, maka Allah akan mencatat baginya pahala seperti membaca seluruh Al-Qur’an sepuluh kali.” (HR. at-Tirmidzi No. 2812)
Imam at-Tirmidzi menilai hadits ini sebagai gharib, karena tidak dikenal kecuali melalui jalur Humaid bin Abdurrahman. Dalam sanadnya terdapat perawi bernama Harun Abu Muhammad, yang dinilai majhul (tidak diketahui), sehingga hadits ini dihukumi lemah oleh para ahli hadits.
Selain itu, ada juga keutamaan jika membaca Yasin di sisi mayit maka diringankan saat sakaratul maut.
“Telah menceritakan kepada kami Abu al-Mugirah, telah menceritakan kepada kami Safwan, telah bercerita kepadaku beberapa orang syaikh… mereka berkata: Jika surah Yasin dibacakan di sisi mayit, maka akan diringankan baginya.” (HR. Ahmad No. 16355)
Riwayat ini adalah atsar mauquf dari sahabat Gudaif bin al-Harits ats-Tsumali. Asy-Syaikh Syu’aib al-Arnauth menilai sanadnya hasan, dan al-Hafiz Ibnu Hajar juga menghasankannya.
Imam al-Albani menegaskan bahwa sanad atsar ini sahih hingga kepada Gudaif, meskipun terdapat beberapa perawi yang tidak disebutkan namanya secara rinci, namun diperkuat oleh banyaknya jumlah mereka dari kalangan Tabi’in.
Keutamaan Membaca Surat Yasin

Sebagai “jantung Al-Qur’an” Surat yasin memiliki banyak keutamaan bagi yang membacanya, seperti:
- Mendapatkan pahala seperti membaca Al-Qur’an sepuluh kali.
- Mendapatkan ampunan dosa jika dibaca pada malam hari.
- Mempermudah segala urusan hidup dan memberikan ketenangan hati.
- Mengabulkan hajat dan permohonan pembacanya.
- Mencegah cobaan dan malapetaka.
- Membantu meringankan sakaratul maut bagi yang mendengarnya saat menghadapi kematian.
- Membaca surat Yasin secara rutin dipercaya menjadikan mati dalam keadaan syahid.
Surat Yasin adalah salah satu surat mulia dalam Al-Quran yang sarat dengan keutamaan dan keberkahan. Membaca dan memahami ayat-ayatnya bukan hanya memperkuat iman, tetapi juga menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT dan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu. Sebagai kalamullah, Surat Yasin menuntun jiwa untuk kembali kepada jalan yang benar, menumbuhkan ketenangan hati, serta membuka pintu rezeki dan ampunan di dunia dan akhirat.
Melalui doa dan bacaan yang istiqamah, termasuk juga doa ulang tahun dalam bahasa Arab yang penuh makna, kita memohon kepada Allah untuk selalu berada dalam lindungan-Nya dan mendapat rahmat-Nya. Doa adalah senjata hati, mempercantik ibadah serta menyelaraskan hidup dengan sunnah Rasulullah SAW. Sebagaimana kita merayakan hari kelahiran dengan rasa syukur, hendaknya juga merupakan momentum untuk meningkatkan ketaqwaan dan memperbaiki amal.
Di sisi lain, dalam menjalankan usaha dan aktivitas duniawi, seperti mengembangkan bisnis online, penting untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Optimaise hadir sebagai solusi jasa SEO yang membantu meningkatkan keberhasilan usaha dengan cara yang halal dan penuh keberkahan. Semoga segala amal dan usaha yang kita jalankan diberkahi Allah SWT dan menjadi ladang pahala yang tidak terputus.
